
TUGUJOGJA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul mulai memacu persiapan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Proses penyusunan soal tengah dikebut di tingkat daerah demi memastikan kesiapan seluruh aspek sebelum pelaksanaan ujian berlangsung.
Sekretaris Disdik Gunungkidul, Agus Subariyanto mengungkapkan penyusunan soal dilakukan secara kumulatif di tingkat provinsi dengan koordinasi langsung bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Langkah ini bertujuan agar pelaksanaan TKA berjalan seragam di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
“Penyusunan soal dilakukan di tingkat provinsi di bawah koordinasi BPMP. Dengan begitu, hasilnya bisa digunakan secara seragam di seluruh daerah,” ujar Agus, Minggu (9/11/2025).
Selain penyusunan soal, Disdik Gunungkidul juga menyiapkan aplikasi resmi TKA milik Kemendikbudristek. Aplikasi digital tersebut hanya dapat diakses melalui platform resmi seperti Ruang Murid, yang akan digunakan para siswa untuk mengerjakan soal secara daring.
Agus menegaskan bahwa simulasi uji coba terus dilakukan agar tidak muncul kendala teknis saat hari pelaksanaan tiba. Pihaknya terus menggelar simulasi agar pada hari pelaksanaan nanti aplikasi tidak mengalami kendala teknis atau error.
Ribuan Siswa Siap Jalani Uji Akademik
Menurut Agus, pelaksanaan TKA jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, sedangkan jenjang SD menyusul pada April 2026. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 7.595 siswa SD dan 15.573 siswa SMP di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Agus menilai persiapan dini menjadi kunci agar pelaksanaan TKA berjalan lancar dan sesuai jadwal. Disdik terus berkoordinasi dengan setiap satuan pendidikan untuk memastikan kesiapan sarana prasarana, jaringan internet, dan sumber daya manusia di sekolah-sekolah penyelenggara.
“Kami ingin memastikan seluruh sekolah siap, baik dari sisi teknis maupun SDM. Target kami, pelaksanaan TKA tahun depan bisa lebih baik, efisien, dan tanpa hambatan,” tandasnya.
TKA Jadi Instrumen Seleksi Akademik, Bukan Penentu Kelulusan
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati menegaskan bahwa hasil TKA tidak digunakan untuk menentukan kelulusan siswa. Namun, nilai TKA dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), terutama bagi jalur prestasi akademik.
“TKA bukan penentu kelulusan siswa, melainkan asesmen standar nasional untuk mengukur capaian akademik pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku,” jelas Nunuk.
Ia menambahkan, hasil TKA berfungsi sebagai instrumen penting dalam seleksi penerimaan siswa baru, khususnya pada jalur prestasi. Sementara untuk jalur tanpa tes, nilai TKA akan menjadi indikator tambahan penilaian kelayakan akademik siswa.
“Untuk jalur tanpa tes, hasil TKA tetap akan dipertimbangkan sebagai indikator kemampuan akademik siswa,” urainya.
Disdik Gunungkidul berkomitmen melaksanakan TKA dengan sistem yang transparan, efisien, dan berbasis digital. Penggunaan aplikasi resmi Kemendikbud diharapkan mampu menekan potensi kecurangan sekaligus meningkatkan akurasi penilaian.
Langkah-langkah persiapan yang kini tengah digarap, mulai dari penyusunan soal, simulasi aplikasi, hingga pengecekan kesiapan sekolah, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi asesmen pendidikan yang lebih modern dan objektif.
Dengan segala upaya tersebut, Gunungkidul bersiap menjadi salah satu daerah di DIY yang paling siap menyambut pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik 2026, sebuah momentum penting bagi dunia pendidikan menuju generasi pelajar yang unggul dan berdaya saing tinggi.
https://frankspizzapalace.com/menu