Lebih Baik Mana Kurban Sapi Atau Kambing? Ternyata Ini Jawaban Ulama

Bagikan :
Ilustrasi Lebih Baik Mana Kurban Sapi Atau Kambing? Ternyata Ini Jawaban Ulama/Unsplash

TUGUJOGJA – Menjelang Hari Raya Iduladha, pertanyaan mengenai pilihan hewan kurban kembali mencuat di tengah masyarakat: lebih utama berkurban kambing atau sapi?

Perbedaan harga, jumlah penerima manfaat, hingga skema pelaksanaan kurban sering menjadi pertimbangan utama umat Islam dalam menentukan pilihan.

Dalam kajian fikih, para ulama telah memberikan penjelasan komprehensif terkait keutamaan masing-masing jenis hewan kurban, termasuk dari sisi kualitas, kuantitas, hingga ketakwaan pelaksana ibadah.

Ketentuan Dasar Hewan Kurban dalam Islam

Dalam praktiknya, umat Islam umumnya memilih antara kambing dan sapi sebagai hewan kurban. Secara syariat, terdapat perbedaan mendasar dalam pelaksanaannya. Seekor kambing atau domba hanya diperuntukkan bagi satu orang, sedangkan satu ekor sapi dapat dikurbankan secara kolektif oleh maksimal tujuh orang.

Hal ini sesuai dengan riwayat hadits:

“Kami berqurban bersama Nabi Saw di Hudaibiyah, satu unta untuk tujuh orang, satu sapi untuk tujuh orang.”
(HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi)

Dengan ketentuan ini, umat Islam memiliki fleksibilitas dalam menunaikan ibadah kurban sesuai kemampuan finansial masing-masing.

Perspektif Ulama: Urutan Keutamaan Hewan Kurban

Pengasuh Pesantren Raudlatul Qur’an Arjawinangun, Cirebon, Ustadz M Mubasysyarum Bih menjelaskan bahwa para ulama telah menyusun urutan keutamaan hewan kurban. Urutan tersebut dimulai dari unta, sapi, kambing domba, kambing kacang, unta kolektif, hingga sapi kolektif.

Baca juga  Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 6 Halaman 7: Bab 1 Belajar Pancasila dengan Menyenangkan

Penjelasan ini menunjukkan bahwa secara umum, hewan dengan ukuran lebih besar memiliki nilai keutamaan lebih tinggi jika dilihat dari aspek jumlah daging yang dihasilkan. Namun, terdapat pertimbangan lain yang tidak kalah penting.

Kualitas vs Kuantitas dalam Ibadah Kurban

Dalam menentukan pilihan antara kambing dan sapi, terdapat dua aspek utama yang sering dijadikan tolok ukur, yakni kualitas dan kuantitas.

Dari sisi kualitas, berkurban secara individu dinilai lebih utama dibandingkan kurban kolektif. Hal ini ditegaskan dalam hadits:

”Pada masa Rasulullah Saw ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.”
(HR Tirmidzi)

Artinya, satu ekor kambing yang dikurbankan secara pribadi memiliki nilai ibadah yang lebih tinggi dibandingkan patungan sapi, karena pelaksanaannya dilakukan secara utuh oleh satu individu.

Sementara itu, dari sisi kuantitas, sapi memiliki keunggulan karena ukuran tubuhnya lebih besar sehingga menghasilkan lebih banyak daging. Hal ini berdampak pada luasnya distribusi manfaat kepada masyarakat.

Penegasan Ulama: Kambing Lebih Utama dari Sapi Kolektif

Pendapat menarik disampaikan oleh Syekh Khathib al-Syarbini dalam kitabnya:

“Lebih utamanya macam-macam kurban dengan melihat pertimbangan syiar adalah unta kemudian sapi, karena daging unta lebih banyak. Kemudian domba, kemudian kambing kacang, sebab lezatnya daging domba melebihi kambing kacang, kemudian berkurban kolektif dalam unta atau sapi,” urai Syekh Khathib. “Adapun melihat daging, maka daging domba adalah yang terbaik. Tujuh ekor kambing lebih utama dari satu ekor unta atau sapi. Satu ekor kambing lebih utama dari kurban unta atau sapi secara kolektif, sebab menyendiri dalam mengalirkan darah,” imbuh Syekh Khathib.

Baca juga  Kumpulan Contoh Soal TKA SD Bahasa Indonesia 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan

Pernyataan ini mempertegas bahwa kurban kambing yang dilakukan sendiri lebih utama dibandingkan kurban sapi secara patungan.

Hukum Patungan Kurban Sapi

Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hengki Ferdiansyah, menjelaskan bahwa praktik patungan kurban diperbolehkan oleh mayoritas ulama.

Syarat utamanya adalah:

  • Hewan yang dikurbankan berupa sapi atau unta
  • Jumlah peserta maksimal tujuh orang

Sementara itu, patungan untuk kambing tidak diperbolehkan jika diniatkan sebagai ibadah kurban.

Ketakwaan Jadi Penentu Utama

Di luar perdebatan soal jenis hewan, Islam menegaskan bahwa nilai utama ibadah kurban terletak pada ketakwaan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran hewan, harga, maupun jumlahnya bukanlah faktor utama yang menentukan diterimanya ibadah kurban, melainkan keikhlasan dan niat pelaksana.

Kurban Sesuai Kemampuan

Dalam praktiknya, umat Islam dianjurkan untuk menyesuaikan pilihan kurban dengan kemampuan masing-masing. Tidak ada keharusan untuk memaksakan diri di luar batas kemampuan.

Baca juga  Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Bolehkah? Ini Penjelasan Ulama dan Perbedaan Pendapatnya

Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW:

“Apa yang aku larang hendaklah kalian menjauhinya, dan apa yang aku perintahkan maka lakukanlah semampu kalian. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya dan karena penentangan mereka terhadap para nabi mereka.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, seseorang yang berkurban kambing secara mandiri dapat memiliki nilai ibadah yang lebih tinggi dibandingkan kurban sapi patungan, selama dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Tidak Sekadar Jenis Hewan

Perbandingan antara kurban sapi dan kambing tidak bisa disimpulkan secara sederhana. Dari sisi kualitas, kambing lebih utama jika dilakukan sendiri. Dari sisi kuantitas, sapi memberikan manfaat lebih luas. Namun, aspek paling menentukan tetaplah ketakwaan.

Pilihan terbaik adalah yang sesuai kemampuan, dilakukan dengan niat tulus, serta bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.***

klik di sini

situs togel

situs toto

togel pools resmi

sangkarbet

slot resmi

slot online

situs slot resmi

situs slot resmi

sangkarbet login

situs toto

link slot gacor

Login Sangkarbet

Agen Togel Terpercaya Sangkarbet

situs toto

situs togel resmi

situs resmi

link gacor

situs toto

slot resmi

link gacor

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025