
TUGU JOGJA– Hamparan lahan di kawasan Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, selama ini hanya dikenal sebagai bentang alam di jalur menuju kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul. Namun, dalam waktu dekat, kawasan tersebut diproyeksikan berubah menjadi salah satu titik strategis pengamanan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Polda DIY memastikan pembangunan Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) akan segera dimulai pada tahun ini. Markas baru itu akan berdiri di atas lahan Sultan Ground (SG) seluas sekitar 1,8 hektare yang berada tidak jauh dari Pantai Drini, salah satu destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Gunungkidul.
Setelah melalui proses panjang sejak 2023, seluruh tahapan administrasi dan perizinan pemanfaatan lahan kini telah rampung. Kepastian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proyek yang selama ini hanya berada pada tahap perencanaan akhirnya memasuki fase pelaksanaan.
Keberadaan Mako Brimob di wilayah selatan DIY tidak hanya menjadi simbol penguatan sistem keamanan. Kehadirannya juga diyakini mampu menghadirkan dampak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan pariwisata.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan apresiasi atas rencana pembangunan tersebut. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kata dia, menyambut penuh kehadiran markas baru Brimob karena akan memperkuat stabilitas keamanan sekaligus membuka peluang berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami menyambut baik rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul. Ini akan menambah kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Gunungkidul,” ujar Endah.
Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Endah itu, keamanan menjadi fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan daerah. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, berbagai program pembangunan maupun investasi akan sulit berkembang secara maksimal.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyatakan siap memberikan dukungan sesuai kewenangan agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kami siap mendukung dan membantu kelancaran proses pembangunan sesuai dengan kewenangan kami. Mudah-mudahan keberadaan mako di Gunungkidul membuat sinergi antara pemkab dengan pihak kepolisian semakin kuat dalam menciptakan kondisi yang aman, tertib, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Bumi Handayani,” katanya.
Optimisme serupa juga datang dari Pemerintah Kalurahan Banjarejo. Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, menjelaskan lokasi pembangunan berada di kawasan Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1. Posisi lahan tersebut dinilai sangat strategis karena hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini.
Seluruh lahan yang akan digunakan merupakan tanah Sultan Ground yang sejak awal telah dipersiapkan untuk mendukung pembangunan markas kepolisian tersebut.
“Lahannya merupakan tanah Sultan Ground dan berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini,” kata Dwi saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Lokasi tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena berada di kawasan pesisir selatan Gunungkidul yang terus berkembang sebagai pusat pariwisata. Setiap musim liburan, ribuan wisatawan memadati kawasan pantai selatan sehingga kebutuhan akan sistem pengamanan yang semakin kuat menjadi salah satu perhatian pemerintah.
Selain itu, keberadaan markas Brimob juga akan mempercepat mobilisasi personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan berbagai situasi kedaruratan, baik bencana alam maupun gangguan keamanan.
Dwi mengungkapkan Pemerintah Kalurahan Banjarejo sejak awal mendukung penuh rencana pembangunan tersebut. Pemerintah kalurahan bahkan aktif membantu melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dibutuhkan selama proses pengajuan izin pemanfaatan tanah Sultan Ground.
Proses yang berlangsung cukup panjang akhirnya membuahkan hasil. Seluruh izin kini telah terbit sehingga tidak lagi menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan.
“Info dari perkembangan terkini, untuk lahan sudah tidak ada masalah karena telah mendapatkan izin dalam rangka pemanfaatan tanah SG,” ujarnya.
Menurut Dwi, setelah seluruh perizinan selesai, tanggung jawab pembangunan sepenuhnya berada di tangan Polda DIY sebagai pelaksana proyek.
Ia memperoleh informasi bahwa pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini.
“Informasinya mulai dibangun tahun ini dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Rencana pembangunan Mako Brimob di Gunungkidul sebenarnya bukan agenda yang muncul secara tiba-tiba. Polda DIY telah menggulirkan proyek tersebut sejak 2023 melalui serangkaian survei dan pengecekan lapangan.
Saat itu, sejumlah tim melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan kelayakan kawasan, mulai dari aspek luas lahan, aksesibilitas, hingga kesiapan infrastruktur penunjang. Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan rencana pembangunan yang kini mulai memasuki tahap realisasi.
Pembangunan markas Brimob di wilayah selatan DIY juga dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pengamanan daerah. Selama ini, kawasan pesisir selatan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga menjadi wilayah yang memiliki tantangan tersendiri karena bentang geografisnya yang luas.
Dengan hadirnya markas baru tersebut, respons personel Brimob terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun situasi darurat diperkirakan akan menjadi lebih cepat dan efektif.
Di sisi lain, pembangunan markas itu juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas pembangunan, operasional markas, hingga keberadaan ratusan personel nantinya diperkirakan akan mendorong tumbuhnya berbagai sektor usaha lokal, mulai dari rumah makan, toko kebutuhan harian, jasa transportasi, hingga usaha kos dan kontrakan.
Perputaran ekonomi di kawasan Tanjungsari pun diperkirakan akan meningkat seiring bertambahnya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi markas.
Meski demikian, Polda DIY belum mengungkapkan jadwal pasti dimulainya pembangunan maupun tahapan pekerjaan yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kasubid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, membenarkan rencana pembangunan Mako Brimob tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum menyampaikan informasi secara resmi kepada publik.
“Kalau pembangunan sudah dimulai akan kami kabari,” tulis Verena.
Kini, setelah penantian selama hampir tiga tahun, pembangunan Mako Brimob Polda DIY akhirnya berada di depan mata. Di atas lahan Sultan Ground yang selama ini membentang tenang di kawasan Bulak Kelis, sebuah pusat pengamanan baru segera berdiri.
Keberadaan markas tersebut tidak hanya memperkuat pertahanan keamanan di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya geliat ekonomi masyarakat pesisir Gunungkidul yang terus berkembang sebagai salah satu kawasan strategis di Bumi Handayani.(ef linangkung)