
TUGUJOGJA – Warga Padukuhan Mejing Wetan, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, dikejutkan dengan temuan seorang wanita yang tewas di dalam rumah kontrakannya pada Selasa (4/11/2025) pagi.
Korban berinisial R, berusia sekitar 40 tahun, ditemukan dalam posisi telentang di lantai kamar dan tubuhnya bersimbah darah.
Kondisi tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB setelah warga mencurigai rumah yang belakangan tampak tanpa aktivitas penghuninya.
Dukuh Mejing Wetan, Isti Setyaningsih, menerima laporan pertama dari warga dan langsung mendatangi lokasi. Ia menyampaikan bahwa laporan tersebut kemudian diteruskan kepada aparat setempat.
“Saya dapat laporan dari warga sekitar jam tujuh pagi. Warga bilang ada darah di dalam kamar kontrakan. Setelah saya lihat dari luar, benar, ada bercak darah. Saya langsung hubungi Polsek Gamping, pihak kalurahan, dan Bhabinkamtibmas,” ujarnya di lokasi.
Menurut Isti, warga tidak berani masuk ke rumah kontrakan tersebut karena khawatir mengganggu proses penyelidikan.
“Kami biarkan polisi yang masuk dulu. Takut salah langkah. Tim kesehatan juga datang mengecek kondisi korban,” tambahnya.
Polisi Tutup Akses dan Pasang Garis Polisi
Setelah laporan diterima, petugas dari Inafis Polda DIY, Inafis Polresta Sleman, Polsek Gamping, serta tim medis dari Puskesmas Gamping 1 tiba di lokasi.
Garis polisi langsung dipasang mengelilingi area rumah kontrakan, sementara akses jalan kampung ditutup sementara selama proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Satu unit ambulans siaga di depan bangunan tersebut. Puluhan warga terlihat di ujung jalan, namun tetap menjaga jarak.
Mereka hanya menyaksikan dari jauh sambil membicarakan kejadian yang menimpa korban.
Isti menjelaskan bahwa korban bukan warga asli Mejing Wetan. Sekitar lima tahun terakhir ia tinggal di wilayah tersebut, namun baru dua bulan menempati kontrakan yang menjadi lokasi kejadian.
R tinggal bersama seorang anak laki-laki yang masih duduk di sekolah dasar dan seorang pembantu rumah tangga.
“Setahu saya, korban sudah cerai dan tinggal bertiga di rumah itu. Korban kerja part time, berangkat siang, pulang malam. Tidak banyak yang tahu dia kerja apa,” katanya.
Hingga saat ini polisi belum menyampaikan penyebab pasti kematian korban. Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan, mengingat kondisi tubuh korban saat ditemukan.
Korban Dievakuasi, Penyidikan Berlanjut
Tim Inafis dan penyidik Polresta Sleman masih melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengumpulkan barang bukti.
Polisi juga meminta keterangan saksi, termasuk anak dan pembantu rumah tangga yang berada di rumah saat kejadian.
Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk autopsi. Isti mengimbau warga tidak berspekulasi dan menunggu keterangan resmi polisi.
“Untuk sementara, warga kami imbau tenang dan tidak menyebarkan isu yang belum jelas,” ujarnya.
Hingga siang hari, garis polisi masih terpasang di depan kontrakan berwarna krem itu.
Sejumlah warga memilih menutup pintu rumah, sementara kepolisian menyatakan akan memberikan keterangan setelah proses pemeriksaan selesai.
https://frankspizzapalace.com/menu