
TUGUJOGJA – Kepolisian Resor (Polres) Bantul memperketat pengamanan perayaan Natal 2025 di wilayah Kabupaten Bantul. Sebanyak 1.265 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan rangkaian ibadah Natal yang digelar di puluhan gereja.
Polres Bantul mencatat terdapat 37 gereja yang menyelenggarakan ibadah pada malam Natal. Jumlah tersebut meningkat menjadi 52 gereja pada hari perayaan Natal.
Peningkatan aktivitas ibadah tersebut diantisipasi dengan kesiapsiagaan penuh aparat keamanan guna menjamin keamanan dan kenyamanan umat Kristiani.
Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari memimpin langsung apel pengamanan Natal 2025 yang digelar di halaman Mapolres Bantul, Rabu, 24 Desember 2025. Dalam apel tersebut, Kapolres menegaskan bahwa pengamanan Natal dilakukan melalui sinergi lintas sektoral.
AKBP Novita menyampaikan bahwa pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, organisasi kemasyarakatan, serta satuan pengamanan internal gereja. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berjalan aman dan tertib.
“Kami mengerahkan kekuatan penuh. Kami juga mendapat dukungan dari Sat Brimobda Polda DIY serta Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda DIY untuk memastikan tidak ada celah gangguan selama ibadah berlangsung,” ujar AKBP Novita.
Sterilisasi Gereja dan Fokus Operasi Lilin 2025
Berdasarkan pemetaan potensi kerawanan, Polres Bantul memerintahkan seluruh personel untuk melakukan sterilisasi lokasi gereja sebelum pelaksanaan ibadah. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam Operasi Lilin 2025, pengamanan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pengamanan orang, pengamanan barang, dan pengamanan kegiatan. Ketiga aspek tersebut menjadi prioritas dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya ibadah Natal.
AKBP Novita menekankan pentingnya kewaspadaan meskipun pengamanan Natal merupakan agenda rutin tahunan. Ia meminta seluruh personel melakukan deteksi dini serta langkah pencegahan aktif.
“Kami tidak boleh lengah. Setiap potensi gangguan harus kita antisipasi sejak awal. Pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan,” katanya.
Pendekatan Humanis dan Antisipasi Kriminalitas
Selain pengamanan bersifat preventif, Kapolres Bantul juga menekankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Seluruh personel diinstruksikan untuk bersikap ramah, sopan, dan menenangkan masyarakat selama bertugas.
“Polri harus hadir secara nyata di tengah masyarakat. Tampilkan sikap humanis, berikan rasa aman, dan hindari kesan intimidatif. Tujuan utama kita adalah memastikan umat dapat beribadah dengan nyaman dan penuh khusyuk,” ujar AKBP Novita.
Polres Bantul juga mengantisipasi potensi tindak kriminalitas umum yang kerap terjadi saat perayaan besar, seperti pencurian atau aksi pecah kaca kendaraan di area parkir gereja. Patroli dan pengawasan ketat akan dilakukan di sejumlah titik rawan.
Rekayasa Lalu Lintas dan Kesiapsiagaan Personel
Pengaturan arus lalu lintas di sekitar gereja-gereja besar turut menjadi perhatian. Polres Bantul menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mencegah kemacetan dan memastikan kelancaran mobilitas jemaat.
Perayaan Natal 2025 yang bertepatan dengan musim penghujan juga menjadi perhatian khusus. Kapolres mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kondisi kesehatan serta melengkapi diri dengan perlengkapan pendukung.
“Tugas ini adalah tanggung jawab besar. Jaga kesehatan, siapkan perlengkapan, dan tetap semangat. Mari kita jaga Bantul tetap aman dan kondusif agar masyarakat dapat merayakan Natal dengan penuh sukacita dan kedamaian,” pungkas AKBP Novita.
Dengan kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas sektor, Polres Bantul menargetkan perayaan Natal 2025 di wilayah Bantul dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.