Puluhan Siswa di Ngawen Tumbang: Sekolah Tegaskan Bukan Keracunan, tapi Dampak Cuaca dan Kelelahan

Bagikan :
Puluhan Siswa di Ngawen Absen Bersamaan/Foto Ilutrasi: Freepik

TUGUJOGJA– Suasana SD Unggulan Muhammadiyah Assidiq, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, sempat berubah haru pada Jumat (10/10/2024). Puluhan siswa dari kelas III, IV, dan VI tiba-tiba jatuh sakit.

Beberapa tampak pucat dan lemas, sementara lainnya izin tidak masuk sekolah. Isu pun segera merebak, menyebut mereka sakit setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya.

Namun pihak sekolah segera \menegaskan bahwa penyebab sakitnya para siswa bukanlah karena keracunan makanan, melainkan akibat peralihan cuaca dan kelelahan setelah mengikuti sejumlah kegiatan padat di sekolah.

Puluhan Siswa di Ngawen Absen Bersamaan

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala tidak enak badan pada Kamis malam, sehari setelah menikmati program MBG. Esok paginya, Jumat (10/10), deretan bangku di beberapa kelas tampak kosong.

“Untuk kelas III, biasanya ada 20 anak, tapi yang masuk hanya 12,” ujar salah satu guru yang enggan disebut namanya.

Tak hanya itu, kejadian makin mencuat ketika pada malam yang sama beberapa siswa mengikuti kegiatan menginap di sekolah. Beberapa dari mereka kembali mengeluh demam dan mual, disertai batuk dan pilek.

Baca juga  Polda DIY: Belum Ada Laporan Terkait Kekerasan Seksual Guru Besar UGM

Sejumlah wali murid sempat cemas mendengar kabar tersebut. Namun setelah mendapat kepastian dari pihak sekolah, mereka mulai tenang. Salah satu wali murid, Wisti, mengaku anaknya sempat tumbang pada Jumat, namun kini kondisinya berangsur pulih.

“Sepertinya karena kecapekan dan cuaca. Alhamdulillah, hari ini anak saya sudah masuk sekolah, meski masih batuk-batuk,” ujarnya saat ditemui, Senin (13/10/2025).

Wisti juga mengakui, cukup banyak teman sekelas anaknya yang mengalami keluhan serupa. Hampir 1 kelas mengeluhkan kondisi yang sama.

“Kelas VI ada 30 anak, yang sakit bareng di akhir minggu lalu itu ada 22 anak,” tambahnya.

Sekolah Tegaskan Tidak Ada Indikasi Keracunan

Kepala Sekolah SD Unggulan Muhammadiyah Assidiq, Pramuji, memastikan bahwa seluruh siswa yang sempat jatuh sakit tidak mengalami gejala khas keracunan makanan seperti muntah atau diare.

“Gejalanya demam, pilek, batuk, dan radang tenggorokan. Tidak ada yang muntah atau mencret,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, pihak sekolah telah melakukan pengecekan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Kamis (9/10). Pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyedia makanan, dan tidak ditemukan masalah.

Baca juga  KPK Ungkap Dugaan Pengurangan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis, Rp 10 Ribu Jadi Rp 8 Ribu

“Jadi kami yakin, ini murni karena faktor cuaca dan kelelahan anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa hari terakhir kondisi cuaca di Ngawen memang tidak stabil. Hujan datang tiba-tiba setelah suhu panas yang menyengat di siang hari.

“Perubahan suhu ekstrem seperti itu memang sering membuat anak-anak mudah terserang flu dan demam,” tambahnya.

Sejak Senin (13/10), sebagian besar siswa sudah kembali bersekolah. Guru dan pihak sekolah terus memantau kesehatan mereka serta menyesuaikan aktivitas agar tidak terlalu padat.

“Kami sudah kurangi kegiatan luar ruangan dan memastikan anak-anak cukup istirahat,” kata Pramuji.

Pihak sekolah juga berencana meningkatkan koordinasi dengan orang tua agar menjaga pola makan dan istirahat anak di rumah.

“Kami juga imbau agar anak-anak membawa air putih sendiri dan tetap memakai masker jika sedang tidak fit,” imbuhnya.

Meski sempat beredar kabar bahwa program Makan Bergizi Gratis menjadi penyebab, pihak sekolah mengaku sudah melakukan klarifikasi secara terbuka.

“Kami tidak ingin isu ini berkembang liar dan menimbulkan kekhawatiran. Kami pastikan makanan MBG aman. Anak-anak hanya sedang beradaptasi dengan cuaca,” ujar Pramuji

Baca juga  KAI Daop 6 Resmikan Balkon VIP di Puncak Sosok, Dukung Peningkatan Fasilitas dan UMKM Pariwisata Bantul

Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Roni Hernawan menepis kabar kondisi yang terjadi karena MBG. Namun, pemicu panas dan meriang anak-anak karena perubahan cuaca.

“Selain perubahan cuaca, anak-anak juga banyak yang minum es,” ujar dia. (ef linangkung)

toto togel

situs slot gacor

link togel

slot resmi

slot resmi

link slot resmi

togel online

link toto

situs togel

slot resmi

togel online

situs slot gacor

bandar toto

link togel

link slot

toto

link togel

monperatoto

monperatoto

bandar togel

situs toto

slot maxwin

situs toto

Berita Terbaru

bisma-mahendra-W9EJYyCZ5HI-unsplash (2)
Link Resmi War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tata Tertibnya
didier-provost-hjATSdtr6fM-unsplash
5 Rekomendasi Penginapan Pinggir Pantai Gunungkidul dengan View Laut yang Memanjakan Mata
images (15)
Rute Trans Jogja Terbaru 2026 Lengkap Semua Jalur, Tarif, Cara Bayar, dan Area Layanannya
WhatsApp Image 2026-08-05 at 11.32
Dipepet dan Diancam Sajam, Warga Pakem Jadi Korban Begal di Candibinangun saat Berangkat Kerja sebelum Subuh
raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis