Revitalisasi Lumbung Mataraman DIY Dimulai, Empat Kalurahan Jadi Pilot Project Ketahanan Pangan hingga Pengentasan Kemiskinan

Bagikan :
Pemda DIY memulai revitalisasi Program Lumbung Mataraman dengan menetapkan empat kalurahan sebagai proyek percontohan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengentaskan kemiskinan.

TUGU JOGJA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi memulai revitalisasi Program Lumbung Mataraman dengan menetapkan empat kalurahan sebagai proyek percontohan di empat kabupaten. Program ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan hasil pertanian yang berkelanjutan sebagai upaya menekan angka kemiskinan.

Revitalisasi tersebut dijalankan melalui Instruksi Gubernur DIY Nomor 5504 Tahun 2026 tentang Revitalisasi Lumbung Mataraman melalui Optimalisasi Program Kalurahan Mandiri Pangan untuk Ketahanan Pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Empat kalurahan yang ditunjuk akan menjadi model pengembangan desa berbasis pangan yang nantinya direplikasi ke wilayah lain di DIY dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan masyarakat.

Penetapan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur DIY Nomor 5504 Tahun 2026 tentang Revitalisasi Lumbung Mataraman melalui Optimalisasi Program Kalurahan Mandiri Pangan untuk Ketahanan Pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Empat kalurahan yang menjadi percontohan meliputi Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul; Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul; Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo; serta Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Baca juga  17 SPPG DIY Kena Suspend, Ada Temuan Gangguan Kesehatan hingga Dokumen Perizinan Belum Lengkap

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan revitalisasi tersebut merupakan percepatan dari model yang telah dirintis sebelumnya. Pemerintah ingin setiap kabupaten memiliki contoh nyata pengembangan Lumbung Mataraman yang mampu berjalan secara mandiri.

“Ya, percepatan saja. Kemarin kan baru model, baru empat. Empat itu kita percepat. Satu kabupaten satu,” ujar Sri Sultan, Kamis (30/7).

Namun, bagi Sri Sultan, keberhasilan Lumbung Mataraman tidak berhenti ketika lahan berhasil menghasilkan panen. Ia justru menaruh perhatian besar pada bagaimana masyarakat mengelola hasil usaha agar mampu melahirkan kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, keuntungan dari penjualan hasil pertanian tidak boleh habis dibagikan seluruhnya. Kelompok pengelola harus menyisihkan sebagian keuntungan sebagai tabungan bersama yang nantinya berkembang menjadi modal usaha.

“Ya saya kira ada yang dibagi hasil mungkin dengan petani atau apa, tapi mestinya ada yang disisihkan untuk ditabung. Dalam arti ditabung itu kepemilikan bersama yang bisa jadi modal. Kalau enggak ya bantuan sekali saja. Jangan setiap tahun. Mestinya kan begitu. Karena produk itu kan dijual,” katanya.

Baca juga  Hari Jadi ke-195 Bantul: Sultan HB X Instruksikan Percepatan Program Pro-Rakyat, Tegaskan Visi Bupati Harus Segera Dieksekusi

Gagasan itu menjadi pembeda utama revitalisasi Lumbung Mataraman. Program tersebut tidak hanya mengejar produktivitas pertanian, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang mampu bertahan tanpa terus bergantung pada suntikan bantuan pemerintah.

Sri Sultan berharap keuntungan hasil penjualan produk mampu menciptakan siklus usaha yang sehat. Sebagian keuntungan dapat dinikmati masyarakat, sedangkan sisanya menjadi modal bersama untuk memperluas usaha, termasuk menyewa lahan baru agar aktivitas pertanian terus berkembang.

“Saya berharap penjualan itu juga menguntungkan, jangan rugi. Nah, nanti di situ kan ada keuntungan. Keuntungan ada yang bisa dibagi kepada masyarakat. Tapi dibikin sisa. Sisa ditabung atas nama siapa kesepakatannya. Sehingga akhirnya dia punya modal yang mungkin bisa nanti nyewa sendiri. Lebih dari satu hektare, kan gitu. Daripada manggur misalnya. Jadi, untuk meningkatkan kesejahteraan itu ada,” jelasnya.

Skema tersebut diyakini mampu melahirkan kelompok-kelompok usaha yang benar-benar mandiri. Modal yang terus bertambah akan membuat masyarakat mampu mengembangkan usaha secara berkesinambungan tanpa selalu menunggu program bantuan berikutnya.

Baca juga  Kebakaran Lahan Gunungkidul Naik 2 Kali Lipat Saat Musim Kemarau, Kelalaian Bakar Sampah Jadi Ancaman Serius

Sri Sultan mengingatkan agar pola lama yang hanya bergantung pada bantuan pemerintah tidak kembali terulang.

“Kalau sekali panen, bubar. Minta bantuan lagi, ya jangan begitu,” tegasnya.

Melalui revitalisasi Program Lumbung Mataraman, Pemda DIY juga mengintegrasikan peran pemerintah kabupaten, organisasi perangkat daerah, pemerintah kalurahan, hingga tenaga pendamping teknis.

Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar program berjalan secara konsisten, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Empat kalurahan percontohan kini memikul harapan besar. Dari lahan-lahan yang mereka kelola, DIY tidak hanya ingin menghasilkan panen yang melimpah, tetapi juga melahirkan desa-desa yang mandiri, masyarakat yang semakin sejahtera, serta model pembangunan berbasis pangan yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi senjata efektif dalam menekan angka kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berita Terbaru

setu sinau 2
Setu Sinau Malioboro Tarik Antusiasme Wisatawan, Cucu Sultan HB X Turun Langsung Mengajar Aksara Jawa
images (13)
Maestro Lukis Nasirun Meninggal Sakit Apa? Ini Penyebab, Profil, dan Perjalanan Kariernya
167625436_133883862014416_3790561212049279873_n
Panduan Rute Wisata Sungai Mudal Kulon Progo dari Pusat Kota Yogyakarta, Paling Mudah Lewat Mana?
Sejarah Monumen Kecelakaan Kulon Progo
Bukan Pajangan Biasa, Ini Kisah Pilu di Balik Monumen Kecelakaan Kulon Progo
jlfr
Critical Mass JLFR Juli 2026 Diikuti Ribuan Pesepeda dengan Kondusif, Evaluasi Arus dan Titik Kemacetan untuk Gelaran Berikutnya Disiapkan

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Penyebab Nasirun Meninggal

Apa Penyebab Nasirun Meninggal Dunia? Kabar Duka Maestro Seni Jogja Tutup Usia

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

giorgio-trovato-v_bri4iVuiM-unsplash

Cara Lapor SPT Tahunan PNS di Coretax 2026 Terbaru, Lengkap Syarat hingga Tahapan

pray-6268224_1280

Doa Menyambut Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Penjelasan Maknanya