Revitalisasi Pertanian Kulon Progo, Targetkan Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

Bagikan :
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan/Foto: Pemkab Kulon Progo

TUGUJOGJA – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong kesejahteraan petani melalui program revitalisasi sektor pertanian. Salah satu komoditas yang menjadi fokus utama adalah kopi. Pemerintah bertekad menjadikan kopi Kulon Progo sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan komitmen tersebut usai menanam kopi di kawasan Agrowisata Trajumas, Kalinongko, Samigaluh. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal penuh proses pengembangan kopi melalui pendampingan, pembinaan, hingga penguatan sistem tata kelola.

Revitalisasi Pertanian Kulon Progo

Agung menyatakan bahwa revitalisasi pertanian akan dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Pemerintah akan menggandeng kalurahan, kelompok tani, pelaku UMKM, hingga sektor swasta demi memperkuat ekosistem pertanian kopi.

“Kopi Kulon Progo memiliki syarat tumbuh yang sangat cocok. Sekarang tinggal bagaimana kita menata tata kelola, dari hulu ke hilir, supaya hasilnya maksimal,” tegas Agung.

Ia juga menyoroti potensi hasil pertanian lain yang tak kalah menjanjikan seperti gula semut, kelapa, kakao, serta arang briket. Namun kopi tetap menempati prioritas karena memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun luar negeri.

Baca juga  Kapan One Piece Episode 1146 Rilis? Ini Jadwal Penayangan dan Alasan Penundaannya

Pemerintah melalui dinas teknis berencana melakukan pembinaan terhadap petani dan pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar ekspor, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Langkah ini ditempuh untuk memastikan produk kopi Kulon Progo dapat bersaing secara global.

“Kami akan bantu dari sisi pembinaan agar hasil pertanian memenuhi standar ekspor. Bahkan nantinya bisa dibentuk satu merek dagang bersama yang bisa digunakan oleh UMKM binaan agar lebih mudah masuk pasar internasional,” tambah Agung.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemkab Kulon Progo akan menjalin komunikasi dengan mitra dagang potensial di luar negeri sebagai langkah awal ekspansi ekspor kopi Kulon Progo.

Pengembangan Potensi Lokal

Senada dengan Agung, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya DIY, Nur Ikhwan Rahmanto, menegaskan bahwa salah satu misi Undang-Undang Keistimewaan DIY adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal di kawasan strategis.

“Di dalam Pergub Nomor 13 Tahun 2023, pengembangan potensi di Satuan Ruang Strategis menjadi salah satu prioritas utama. Di Kulon Progo, potensi ini ada di kawasan Perbukitan Menoreh, Kota Wates, Pantai Selatan, dan Girigondo,” jelas Nur.

Baca juga  Kos Murah Jogja: Daya Tarik Utama Kota Pelajar yang Selalu Dicari Mahasiswa Baru

Ia menambahkan bahwa kawasan Perbukitan Menoreh, termasuk Kalurahan Pagerharjo, telah menerima intervensi langsung melalui Dana Keistimewaan. Intervensi tersebut mencakup penguatan budaya, pembangunan infrastruktur pendukung, dan bantuan keuangan khusus untuk kalurahan.

Nur menyebutkan bahwa Kalurahan Pagerharjo kini menjadi salah satu Kalurahan Mandiri Budaya yang mendapatkan dukungan Dana Keistimewaan DIY.

Bantuan tersebut bertujuan memperkuat karakter lokal sekaligus mendukung potensi ekonomi kreatif dan pertanian berbasis kearifan lokal.

“Di Pagerharjo, bantuan keistimewaan sudah kami salurkan untuk mendukung pengembangan budaya dan pertanian. Ini bagian dari strategi besar untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ungkap Nur.

Melalui pendampingan yang intensif dan pengelolaan tata niaga yang sistematis, Pemkab Kulon Progo berharap kopi lokal mampu menjadi simbol keberhasilan sektor pertanian daerah.

Pemerintah menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, kopi Kulon Progo bisa menembus pasar global dan mengangkat nama daerah di kancah internasional.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha, Pemkab Kulon Progo optimistis dapat mewujudkan pertanian modern yang mampu membawa kesejahteraan bagi warganya, sekaligus menjadikan kopi sebagai komoditas ekspor andalan dari lereng Perbukitan Menoreh. (ef linangkung)

Baca juga  Musyawarah Pemindahan Lokasi KDMP Kokosan Berlangsung Panas, Warga Soroti Kesiapan Desa

situs gacor

link slot

toto togel

slot resmi

situs toto

link togel

bandar togel

togel online

link slot

slot gacor

link togel

slot gacor hari ini

bandar togel

situs toto

togel online

situs togel

slot resmi

situs toto

toto togel

link togel

link gacor

link slot

slot gacor hari ini

link gacor

situs gacor

slot online

slot resmi

link slot

bandar togel

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

situs togel

slot gacor

togel online

situs toto

togel 4d

slot gacor hari ini

toto togel

slot 4d

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025