
TUGUJOGJA – Warga Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, melakukan gotong royong memperbaiki ruas jalan kabupaten yang rusak.
Kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dari tiga padukuhan yang terdampak langsung oleh kondisi jalan yang berlubang.
Warga Padukuhan Clorot, Tambakrejo, dan Semanu Selatan bersama Karang Taruna setempat turun langsung menambal lubang di jalan menggunakan material semen dan pasir.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperbaiki akses transportasi warga.
Aksi tersebut muncul sebagai respons masyarakat terhadap kerusakan jalan yang selama ini mengganggu aktivitas harian warga.
Jalan Penghubung Semanu–Candirejo Mengalami Kerusakan
Ruas jalan yang diperbaiki warga merupakan jalur penghubung antara Kalurahan Semanu dan Kalurahan Candirejo.
Jalan tersebut setiap hari dilalui berbagai kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Kondisi jalan yang berlubang di beberapa titik dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.
Melihat kondisi tersebut, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.
Lurah Semanu, Harto Muadzan, mengatakan bahwa kegiatan penambalan jalan tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif masyarakat.
“Warga dari tiga padukuhan bersama Karang Taruna secara swadaya melakukan penambalan jalan yang rusak. Saya juga ikut hadir bersama warga untuk gotong royong dalam kegiatan tersebut,” ujar Harto, Minggu (8/3/2026).
Perbaikan Jalan Dilakukan Secara Swadaya
Dalam kegiatan tersebut, warga mengumpulkan dana secara mandiri untuk membeli material perbaikan jalan.
Selain berasal dari iuran masyarakat, sejumlah donatur dari ketiga padukuhan juga memberikan dukungan untuk kegiatan tersebut.
Menurut Harto, partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian warga terhadap fasilitas umum.
Ia menyebut jalan tersebut menjadi akses penting bagi berbagai aktivitas masyarakat.
“Kerusakan jalan sebelumnya cukup parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Dengan adanya gotong royong ini diharapkan kondisi jalan menjadi lebih baik sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan,” jelasnya.
Warga dan Karang Taruna Turun Langsung
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan seperti cangkul, ember, dan alat pengaduk semen.
Pemuda Karang Taruna berperan aktif dalam proses penambalan jalan, sementara warga lainnya membantu menyiapkan material serta mengatur arus kendaraan.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama-sama hingga lubang-lubang di jalan dapat ditutup sementara.
Selain memperbaiki kondisi jalan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan solidaritas masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.
Pengguna Jalan Menyambut Positif
Aksi perbaikan jalan secara swadaya tersebut mendapat respons positif dari para pengguna jalan.
Sejumlah pengendara mengaku merasa lebih aman setelah kondisi jalan yang sebelumnya berlubang mulai diperbaiki.
Sebelumnya, lubang di jalan tersebut sering dikeluhkan pengendara karena berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir atau rusak.
Penambalan yang dilakukan warga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalur tersebut.
Kondisi Infrastruktur Jalan di Gunungkidul
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih menghadapi tantangan dalam memperbaiki infrastruktur jalan.
Data Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mencatat total panjang jalan kabupaten di wilayah tersebut mencapai 1.086,144 kilometer.
Namun jalan yang masuk kategori mantap baru mencapai sekitar 62 persen.
Artinya, sekitar 38 persen ruas jalan kabupaten masih mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan perbaikan jalan secara bertahap.
“Untuk yang 38 persen, kondisinya masih rusak dengan skala berat, ringan hingga sedang,” ujarnya.
Penambalan Jalan Diprioritaskan Jelang Mudik
Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengintensifkan program penambalan jalan.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan kondisi ruas jalan kabupaten.
Namun perbaikan yang dilakukan menjelang Lebaran masih berupa pemeliharaan ringan.
“Kalau perbaikan skala besar baru dimulai pada triwulan kedua 2026. Sedangkan untuk menyambut mudik hanya dilakukan pemeliharaan dengan cara ditambal,” jelasnya.
Anggaran Pemeliharaan Jalan Rp1,5 Miliar
DPUPRKP Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk kegiatan pemeliharaan jalan secara swakelola.
Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan pemeliharaan jalan sepanjang tahun, termasuk penambalan pada titik-titik kerusakan.
Tim teknis juga telah melakukan penyisiran lapangan untuk memetakan lokasi jalan yang memerlukan penanganan cepat.
“Kita alokasikan waktu selama 15 hari untuk penambalan jalan. Tapi yang ditangani hanya yang berstatus jalan kabupaten sesuai dengan kewenangan yang dimiliki,” kata Rakhmadian.
Jalan Berperan Penting bagi Mobilitas
Infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi daerah.
Di Gunungkidul, jalan juga menjadi akses menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan selatan Yogyakarta.
Karena itu, kondisi jalan yang baik dinilai penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat.
Kegiatan gotong royong warga Semanu menjadi salah satu upaya masyarakat dalam menjaga akses transportasi yang mereka gunakan setiap hari.