Tekan Anemia Remaja, Pemkot Yogyakarta Perluas Pemberian Tablet Tambah Darah hingga SMP Mulai Tahun Ajaran 2025/2026

Bagikan :
Kegiatan skrining anemia dan pemberian tablet tambah darah kepada siswa SMP di Kota Yogyakarta. (Ist)

TUGUJOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta memperluas program pencegahan anemia pada remaja dengan menargetkan pemberian tablet tambah darah hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2025/2026.

Kebijakan ini dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sebagai bagian dari upaya menurunkan prevalensi anemia sejak usia dini, terutama pada remaja putri.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iswari Paramita, menyampaikan bahwa selama ini skrining anemia rutin dilakukan pada remaja putri kelas 7 dan kelas 10 pada awal tahun ajaran.

Mulai periode Juli 2025 hingga Juli 2026, cakupan skrining akan diperluas untuk seluruh siswa kelas 7, baik laki-laki maupun perempuan, bersamaan dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah.

“Mulai Juli 2025 hingga Juli 2026, Pemkot Yogyakarta akan memperluas cakupan skrining anemia bagi siswa kelas 7 dengan menyasar seluruh peserta didik tanpa membedakan jenis kelamin,” ujar Iswari saat ditemui pada Kamis (22/1).

Skrining dan Tren Prevalensi Anemia

Skrining dilakukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) menggunakan alat tes darah sederhana di sekolah. Jika ditemukan indikasi tertentu, pemeriksaan akan dilanjutkan melalui laboratorium.

Baca juga  Apes, Anak Ngecharge HP Ditinggal ke Kamar Mandi, Rumah Warga Serut Gedangsari Ludes Terbakar

Berdasarkan hasil pemantauan, prevalensi anemia di Kota Yogyakarta menunjukkan tren penurunan dari 29,6 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2024.

“Prevalensi anemia di Kota Yogyakarta terus menurun dari 29,6 persen pada tahun 2023 menjadi 25,4 persen pada tahun 2024,” kata Iswari.

Penurunan tersebut, menurutnya, didukung oleh integrasi program Aksi Bergizi dan Gerakan Sekolah Sehat (GSS), serta kolaborasi lintas sektor.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga merencanakan edukasi gizi serentak secara nasional pada 2026 dalam rangka Hari Gizi Nasional, dengan penekanan pada konsumsi tablet tambah darah dan penerapan gizi seimbang bagi siswa SMP.

Fokus Edukasi di Jenjang SMP

Dalam pelaksanaan GSS yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, remaja putri diwajibkan mengonsumsi tablet tambah darah satu kali dalam seminggu. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk menjangkau sekolah di bawah naungan Kemenag.

Berdasarkan evaluasi tiga tahun terakhir, proporsi anemia terbesar ditemukan pada siswa kelas 10. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan gizi pada jenjang SMP berpengaruh terhadap kondisi kesehatan di tingkat pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, mulai 2026, Pemkot Yogyakarta memfokuskan edukasi gizi secara lebih intensif di tingkat SMP.

Baca juga  Mayat Bayi Perempuan Ditemukan dalam Ember dan Karung di Sleman, Warga Muron Geger

Iswari menekankan peran sekolah dalam memastikan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, khususnya bagi remaja putri, dengan pengawasan guru dan tim Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Apabila ditemukan anemia sedang hingga berat, siswa akan dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan talasemia.

“Tidak semua anemia disebabkan kekurangan zat besi. Faktor genetik seperti talasemia juga dapat menjadi penyebab, sehingga perlu pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Dukungan Sekolah

Kepala SMP Negeri 5 Yogyakarta, Siti Arina Budiastuti, menyatakan bahwa program pemberian tablet tambah darah telah berjalan di sekolahnya dan dinilai efektif, terutama bagi remaja putri yang memiliki risiko rendahnya kadar hemoglobin akibat pola konsumsi yang kurang seimbang.

Ia mendorong keberlanjutan program disertai monitoring dan evaluasi rutin, serta pelatihan pengawasan konsumsi tablet tambah darah dari puskesmas kepada kader kesehatan sekolah dan tim UKS.

Program perluasan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan anemia sejak remaja sebagai bagian dari persiapan kesehatan jangka panjang, termasuk dalam menurunkan risiko stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Baca juga  Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, 31 Mei 2025: Ada Tambahan Kereta

Berita Terbaru

bisma-mahendra-W9EJYyCZ5HI-unsplash (2)
Link Resmi War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tata Tertibnya
didier-provost-hjATSdtr6fM-unsplash
5 Rekomendasi Penginapan Pinggir Pantai Gunungkidul dengan View Laut yang Memanjakan Mata
images (15)
Rute Trans Jogja Terbaru 2026 Lengkap Semua Jalur, Tarif, Cara Bayar, dan Area Layanannya
WhatsApp Image 2026-08-05 at 11.32
Dipepet dan Diancam Sajam, Warga Pakem Jadi Korban Begal di Candibinangun saat Berangkat Kerja sebelum Subuh
raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Sejarah Monumen Kecelakaan Kulon Progo

Bukan Pajangan Biasa, Ini Kisah Pilu di Balik Monumen Kecelakaan Kulon Progo

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis