
TUGU JOGJA – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan mental sivitas akademika melalui Seminar Interaktif Kesehatan Mental bertema “Mental Terjaga, Potensi Menyala”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kemahasiswaan, Pusat Karier, dan Alumni (KKPKA) UAJY ini berlangsung pada Jumat (12/6/2026) di Ruang Diskusi Kampus II Gedung Thomas Aquinas UAJY.
Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen sebagai bagian dari upaya kampus membangun lingkungan akademik yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan mental. Pemilihan waktu pelaksanaan menjelang akhir semester juga dilakukan untuk menjawab tantangan yang kerap muncul saat sivitas akademika menghadapi berbagai tuntutan akademik.
UAJY Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Menjelang Masa Ujian
Kepala Pusat Layanan Disabilitas dan Kesehatan Mental KKPKA UAJY, Alexander Beny Pramudyanto, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa masa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) sering kali menjadi periode yang penuh tekanan bagi mahasiswa maupun civitas akademika lainnya.
Menurutnya, peningkatan beban tugas, persiapan ujian, hingga ekspektasi terhadap hasil akademik dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Karena itu, seminar kesehatan mental dinilai relevan untuk membantu peserta memahami dan mengelola tekanan yang muncul selama periode tersebut.
“Kalau di dalam konteks perkuliahan, minggu ini kan minggu ke-13, menjelang pertemuan terakhir dan kemudian UAS. Nah ini, biasanya tensi tekanan mahasiswa itu juga mulai meningkat, ekspektasi mengenai hasil UAS atau hasil penilaian yang lain, kemudian persiapan UAS itu sendiri seperti apa, tugas-tugas menumpuk dan sebagainya,” ujarnya.
Alexander menambahkan bahwa penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari komitmen UAJY dalam menghadirkan dukungan yang lebih luas terkait kesehatan mental di lingkungan kampus.
Psikolog Bahas Stres, Trauma hingga Fenomena Self-Diagnosis
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Olga Sancaya Dyah Permatasari, M.Si., M.Psi., Psikolog, yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Layanan Konseling (PLK) Universitas Sanata Dharma (USD).
Olga menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kondisi emosional seseorang, tetapi juga memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan mengambil tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang baik mengenai kesehatan mental menjadi penting agar seseorang mampu mengenali kondisi dirinya dan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi berbagai tantangan.
Selain menjelaskan konsep dasar kesehatan mental, Olga juga mengulas sejumlah isu yang saat ini banyak diperbincangkan masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup stres, trauma, faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental, hingga fenomena self-diagnosis yang semakin sering ditemukan di berbagai kalangan.
Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak untuk memahami kesehatan mental secara lebih komprehensif serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya mencari bantuan profesional ketika diperlukan.
Pimpinan UAJY Tegaskan Dukungan terhadap Layanan Kesehatan Mental
Komitmen UAJY dalam memperkuat layanan kesehatan mental juga ditegaskan oleh Wakil Rektor III UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, CSCA.
Dalam sambutannya, Yosef menyampaikan bahwa kampus akan terus memberikan dukungan kepada KKPKA agar layanan kesehatan mental dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak sivitas akademika.
Menurutnya, keberadaan pusat layanan yang secara khusus menangani isu disabilitas dan kesehatan mental menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan suportif.
“Saya kira tahun ini kita secara resmi memiliki pusat layanan disabilitas dan kesehatan mental dan kami mendukung dan mendorong KKPKA untuk semakin memperhatikan sivitas akademika dalam menjaga kesehatan mentalnya,” tuturnya.
Dukungan dari pimpinan universitas tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UAJY untuk memastikan kesejahteraan psikologis sivitas akademika mendapatkan perhatian yang setara dengan pencapaian akademik.
Peserta Mengaku Mendapat Bekal Menghadapi Tekanan Sehari-hari
Manfaat seminar juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Rani, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2022.
Rani mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan dalam seminar membantunya memahami cara menghadapi berbagai tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyadari bahwa tekanan tidak selalu dapat dihindari, tetapi dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda tekanan psikologis, serta membangun strategi yang lebih sehat dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan pribadi.
Penyelenggaraan seminar interaktif tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen UAJY dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental seluruh sivitas akademika.