
TUGUJOGJA – Seorang warga Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, berinisial SN (74), meninggal dunia usai berolahraga jalan kaki di kawasan Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Jumat (18/7/2026) pagi.
Korban sempat beristirahat dan berbincang bersama dua rekannya di sebuah angkringan sebelum tiba-tiba terjatuh dari kursi dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Peristiwa tersebut terjadi saat kawasan Alun-Alun Selatan masih dipadati masyarakat yang berolahraga pagi. Kejadian itu sempat mengundang perhatian warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi sebelum petugas datang memberikan penanganan.
Sempat Jalan Kaki Bersama Dua Rekan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tiba di Alun-Alun Selatan sekitar pukul 06.45 WIB bersama dua rekannya, N (57) dan A (57).
Ketiganya kemudian berjalan kaki mengelilingi kawasan Alun-Alun Selatan sebagai bagian dari rutinitas olahraga pagi yang biasa dilakukan korban.
Setelah selesai berolahraga, mereka memilih beristirahat di sebuah angkringan yang berada di sisi timur Alun-Alun Selatan.
Suasana santai pagi itu diisi dengan obrolan ringan sambil menikmati minuman hangat.
Tiba-Tiba Terjatuh Saat Beristirahat
Di tengah percakapan, korban mendadak terjatuh dari kursi dan tidak sadarkan diri.
Rekan-rekan korban segera meminta bantuan kepada Petugas Rescue Kota (PRC) yang berada di sekitar kawasan Alun-Alun Selatan.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada PMI Kota Yogyakarta dan Polsek Kraton agar penanganan dapat segera dilakukan.
Laporan mengenai kejadian itu diterima sekitar pukul 08.00 WIB.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kapolsek Kraton AKP Denis Efendi bersama personel Polsek Kraton langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan.
Tim Inafis Polresta Yogyakarta turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang dideritanya.
Korban Memiliki Riwayat Stroke
Keterangan dari pihak keluarga menguatkan dugaan tersebut.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke dan selama ini rutin melakukan olahraga jalan kaki sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili anak korban.
Selanjutnya, ambulans PMI Kota Yogyakarta membawa jenazah menuju rumah duka di wilayah Wonokromo, Pleret, Bantul.
Polisi Imbau Warga Menyesuaikan Aktivitas Olahraga dengan Kondisi Tubuh
Kapolsek Kraton AKP Denis Efendi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum berolahraga, terutama bagi warga lanjut usia maupun yang memiliki riwayat penyakit.
“Olahraga memang penting untuk menjaga kesehatan, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing. Jika muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, lemas, atau keringat dingin, sebaiknya segera menghentikan aktivitas dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Pentingnya Mengenali Batas Kemampuan Fisik
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa olahraga tetap perlu dilakukan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pemantauan kondisi tubuh saat beraktivitas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Apabila muncul keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, tubuh terasa lemas, atau keringat dingin ketika berolahraga, aktivitas sebaiknya segera dihentikan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.***