Warga Wiyoko Bersama Bupati Gunungkidul Gotong Royong Bersihkan Ruas Sungai Gandu

Bagikan :
Bupati Gunungkidul bersama warga Wiyoko membersihkan aliran Sungai Gandu dalam kegiatan Jumat Bersih. (Dok Pemkab Gunungkidul)

TUGUJOGJA – Jumat pagi (24/10/2025), suara sapu lidi, cangkul, dan obrolan warga terdengar bersahut-sahutan di tepian Ruas Kali Gandu, Dusun Wiyoko Lor dan Kidul, Gunungkidul.

Udara segar bercampur aroma tanah basah, sementara Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih tampak turun langsung ke lapangan bersama masyarakat dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Mereka bergotong royong membersihkan sungai yang mulai dipenuhi sampah dan sedimen menjelang musim penghujan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Jumat Bersih Gunungkidul, program rutin DLH yang digagas sebagai bentuk kepedulian kolektif terhadap kebersihan lingkungan sekaligus langkah konkret pencegahan banjir di wilayah rawan genangan.

Bagi Bupati Endah, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan gerakan moral, sosial, dan ekologis.

“Gerakan Jumat Bersih bukan hanya kegiatan rutin membersihkan lingkungan. Ini adalah gerakan moral, sosial, dan ekologis, wujud nyata kepedulian kita terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian alam Gunungkidul,” ujar Endah.

Wujud Nyata Mitigasi Bencana dan Adaptasi Iklim

Bupati Endah menegaskan bahwa kegiatan bersih sungai merupakan langkah adaptasi dan mitigasi terhadap potensi banjir. Ia menyadari bahwa tumpukan sampah di aliran sungai kerap menjadi penyebab utama banjir yang merugikan masyarakat.

Baca juga  Kasus DBD Gunungkidul Turun pada 2026, Dinkes Tetap Siaga: Ancaman Nyamuk Aedes aegypti Masih Mengintai, Warga Diminta Waspada

Dengan membersihkan sungai secara rutin, masyarakat dapat memperkuat daya tahan lingkungan terhadap curah hujan ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

“Kami ingin memastikan bahwa Gunungkidul tangguh menghadapi potensi bencana. Gotong royong seperti ini menjadi bentuk nyata dari semangat menjaga alam dan memelihara warisan bumi bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan TNI Kodim Gunungkidul, yang turun langsung membantu warga mengangkat lumpur, memotong ranting, dan menata kembali bantaran sungai agar aliran air tetap lancar. Komandan Kodim memimpin langsung pasukannya di lapangan.

Bupati Endah menyebut keterlibatan TNI sebagai bukti sinergi lintas sektor yang memperkuat semangat gotong royong masyarakat.

“Gotong royong kali ini luar biasa karena kita berkolaborasi penuh dengan TNI. Ini bukti nyata bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu pihak saja, tetapi tanggung jawab bersama,” ungkap Bupati Endah.

Warga Wiyoko Bangkitkan Semangat Peduli Sungai

Antusiasme warga Wiyoko tampak begitu kuat. Mereka menyambut kehadiran Bupati dan jajaran DLH dengan semangat tinggi. Dukuh Wiyoko Lor, Saidi, mengaku bangga karena daerahnya menjadi lokasi kegiatan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga  FK UAJY Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Kesehatan di Paroki Brayat Minulyo, Dorong Pencegahan Penyakit Degeneratif Sejak Dini

“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah. Kegiatan ini menumbuhkan semangat dan rasa bangga untuk bergotong royong mengantisipasi banjir, terutama di sepanjang Kali Gandu yang sering meluap saat hujan deras,” ujar Saidi.

Saidi menambahkan, warga Wiyoko kini membentuk kelompok pemerhati sungai bernama Gandu Tirto Wiguno, yang diresmikan langsung oleh Bupati. Kelompok ini berkomitmen menjaga kebersihan dan kelestarian Kali Gandu secara berkelanjutan.

“Kami berharap Ibu Bupati dan jajarannya terus mendukung. Kami siap menjaga sungai ini agar tetap bersih dan menjadi sumber kehidupan, bukan sumber bencana,” tambahnya.

Kegiatan Jumat Bersih di Wiyoko menjadi simbol nyata bahwa pemerintah dan masyarakat Gunungkidul bergerak seirama dalam menjaga lingkungan.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi bencana hidrometeorologi, sinergi seperti ini menjadi kunci membangun daerah yang bersih, sehat, dan tangguh.

“Gunungkidul tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tapi juga karena warganya yang cinta lingkungan. Mari terus rawat bumi ini, mulai dari sungai kita sendiri,” ujar Bupati Endah.

Baca juga  Aturan WFA ASN dan Swasta Lebaran 2026, Masuk Kerja Tanggal Berapa?

situs gacor

toto

situs gacor

situs toto

link gacor

slot gacor

situs gacor

link gacor

toto slot

situs toto

slot gacor

situs toto

link gacor

situs gacor

situs toto

slot gacor

situs toto

toto slot

slot mahjong

situs slot

kampungbet

link slot

situs toto

slot gacor

situs bola

toto slot

situs toto

situs gacor

situs gacor

situs slot

link gacor

kotabet login

link slot

situs toto

toto togel

situs togel

situs togel

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

link slot

toto

kampungbet

kampungbet

kampungbet

situs toto

https://frankspizzapalace.com/menu

situs toto

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek “Mijil” Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah