
TUGU JOGJA – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat di Paroki Administratif Brayat Minulyo, Wirobrajan, pada Minggu, 14 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan tenaga medis, laboran, serta mahasiswa FK UAJY yang memberikan layanan kesehatan sekaligus edukasi mengenai pencegahan penyakit degeneratif kepada warga dan umat gereja yang hadir.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara langsung sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia produktif guna mengurangi risiko gangguan kesehatan pada masa mendatang.
Edukasi Penyakit Degeneratif Menjadi Fokus Utama Kegiatan
Kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan kesehatan yang membahas berbagai penyakit degeneratif yang berpotensi muncul seiring bertambahnya usia. Materi disampaikan oleh dr. Lidia Putri Hapsari, M.Biomed., yang menjelaskan pentingnya perubahan pola hidup sebagai langkah pencegahan.
Dalam pemaparannya, dr. Lidia menekankan bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki dampak jangka panjang terhadap kondisi kesehatan seseorang. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal hingga usia lanjut.
โTopiknya hari ini tentang mencegah dan mengurangi penyakit degeneratif, penyakit yang menurunkan fungsi organ tubuh secara pelan-pelan, kebiasaan sehari-hari dapat diubah, tapi efeknya akan ada di masa tua,โ ungkap Lidia.
Selain membahas faktor risiko penyakit degeneratif, peserta juga mendapatkan informasi mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan di tengah aktivitas sehari-hari untuk menjaga kebugaran tubuh dan mempertahankan kualitas hidup di masa tua.
Senam Ringan dan Pemeriksaan Kesehatan Lengkap untuk Peserta
Setelah sesi edukasi, peserta diajak mengikuti senam ringan sebagai bentuk aktivitas fisik sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar tetap aktif bergerak guna menjaga kesehatan tubuh.
Rangkaian bakti sosial kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan meliputi anamnesis, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan kadar glukosa darah, asam urat, dan kolesterol.
Melalui layanan tersebut, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan terkini dan mengidentifikasi faktor risiko yang berpotensi memengaruhi kesehatan mereka di kemudian hari.
Usai menjalani pemeriksaan, peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter umum terkait hasil pemeriksaan maupun keluhan kesehatan yang dialami.
Peserta Antusias Berdiskusi Mengenai Aktivitas Fisik Sehari-hari
Sesi konsultasi berlangsung interaktif. Salah satu peserta yang berprofesi sebagai petani menyampaikan pertanyaan mengenai hubungan antara aktivitas kerja sehari-hari dengan kebutuhan olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh.
โSaya bekerja sebagai petani, ketika saya tertidur, bagian pinggang belakang saya suka sakit dan kambuh-kambuhan, tetapi saya tetap melakukan aktivitas saya sebagai petani, pertanyaannya apakah aktivitas petani ini bisa menggantikan aktivitas fisik sebagaimana senam-senam tadi?,โ ujarnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, dr. Lidia menjelaskan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan petani pada dasarnya dapat berkontribusi sebagai bentuk aktivitas tubuh. Namun, seiring bertambahnya usia, seseorang dapat mengalami penurunan fleksibilitas otot sehingga keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman pada tubuh tetap dapat muncul.
Penjelasan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi peserta bahwa aktivitas fisik perlu diimbangi dengan upaya menjaga kebugaran tubuh, termasuk melakukan peregangan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Masyarakat Didorong Menerapkan Pola Hidup Sehat
Selain mendapatkan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, peserta juga diingatkan untuk terus menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui aktivitas fisik rutin, menjaga pola makan yang seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pendekatan preventif seperti ini dinilai penting untuk membantu masyarakat mengenali risiko kesehatan sejak dini sekaligus mencegah munculnya penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup di masa depan.
Paroki Brayat Minulyo Apresiasi Pelaksanaan Bakti Sosial FK UAJY
Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat maupun pihak paroki. Perwakilan Paroki Administratif Brayat Minulyo, Elizabeth Wijiyanti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program kesehatan tersebut.
โDisini bagus sekali ya, mungkin secara rutin akan lebih menjaga kesehatan masyarakat, harapannya acara ini dapat dilakukan secara rutin kedepannya,โ ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Melalui kegiatan bakti sosial di Paroki Brayat Minulyo, Fakultas Kedokteran UAJY berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui layanan yang bersifat preventif dan edukatif. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran hidup sehat yang berkelanjutan.