12 Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis, Umat Islam Dianjurkan Memperbanyak Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan

Bagikan :
Ilustrasi 12 Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis, Umat Islam Dianjurkan Memperbanyak Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan/Unsplash

TUGUJOGJA – Simak 12 tanda malam Lailatul Qadar menurut hadis Rasulullah SAW. Ketahui ciri-ciri alam dan suasana malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu momen paling istimewa dalam bulan Ramadan. Dalam ajaran Islam, malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan karena dipenuhi keberkahan dan turunnya para malaikat ke bumi.

Tidak heran jika banyak umat Islam berusaha mencari dan menghidupkan malam tersebut dengan berbagai ibadah, mulai dari salat malam, membaca Al Quran, hingga memperbanyak doa. Namun hingga kini, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak pernah disebutkan secara spesifik.

Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa malam mulia tersebut berada di antara sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Selain itu, sejumlah hadis juga menjelaskan beberapa tanda atau ciri yang sering dikaitkan dengan datangnya Lailatul Qadar.

Berikut penjelasan lengkap mengenai tanda-tanda malam Lailatul Qadar yang sering dijadikan rujukan oleh para ulama.

Tanda Lailatul Qadar dalam Hadis Rasulullah SAW

Beberapa riwayat hadis menyebutkan kondisi alam tertentu yang menyertai malam Lailatul Qadar. Ciri-ciri ini bukan untuk memastikan secara mutlak, melainkan sebagai petunjuk yang dapat membantu umat Islam mengenali suasana malam tersebut.

Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan berasal dari sahabat Ubay bin Ka’ab. Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang cerah dan penuh ketenangan.

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa malam itu tidak terasa terlalu panas maupun terlalu dingin. Kondisi udara terasa sejuk dan mendukung kekhusyukan ibadah.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa tanda lain dari malam tersebut terlihat pada pagi harinya, yaitu ketika matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.

Baca juga  Cara Sanggah Kuota Sekolah SNBP 2026, Panduan agar Siswa Tak Kehilangan Haknya

Riwayat lain yang tercantum dalam hadis sahih Muslim juga menyebutkan hal serupa. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyengat.

Selain itu, terdapat pula riwayat dari sahabat Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa langit pada malam Lailatul Qadar terlihat damai dan bintang-bintang tampak tenang hingga pagi hari.

Beberapa ulama menafsirkan kondisi tersebut sebagai gambaran suasana malam yang sangat tenang, tanpa gejala alam yang mencolok.

Mengapa Malam Lailatul Qadar Sangat Istimewa

Keutamaan malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah yang dilakukan dalam waktu biasa.

Pada malam ini pula para malaikat turun ke bumi dengan membawa berbagai kebaikan dan doa bagi orang-orang yang beribadah.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan berbagai amalan, tanpa hanya menunggu atau mencari tanda-tandanya saja.

Dua Belas Ciri Malam Lailatul Qadar yang Banyak Disebut Ulama

Selain beberapa hadis utama, para ulama juga merangkum sejumlah tanda lain yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar berdasarkan berbagai riwayat dan penjelasan ulama terdahulu.

Berikut dua belas ciri yang sering disebut dalam pembahasan mengenai malam Lailatul Qadar.

Terjadi pada Malam Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Petunjuk paling jelas dari Rasulullah SAW adalah bahwa Lailatul Qadar berada di antara sepuluh malam terakhir Ramadan. Banyak ulama menyebutkan bahwa malam tersebut lebih sering terjadi pada malam ganjil, seperti malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29.

Karena tidak ada kepastian mengenai tanggalnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.

Langit Malam Terlihat Bersih dan Cerah

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa langit pada malam tersebut terlihat bersih dan cerah. Awan biasanya tidak menutupi langit sehingga bintang dapat terlihat dengan jelas.

Baca juga  Jadwal dan Jalur Seleksi Mandiri UPN Yogyakarta 2025, Dibuka Kapan?

Kondisi ini sering dianggap sebagai salah satu tanda yang menyertai datangnya malam Lailatul Qadar.

Suasana Alam Terasa Tenang dan Hening

Banyak ulama menggambarkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang sangat tenang. Lingkungan sekitar terasa damai dan tidak menimbulkan kegelisahan.

Dalam beberapa ceramah, para ulama menjelaskan bahwa ketenangan tersebut berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi.

Suhu Udara Terasa Sejuk dan Nyaman

Hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar tidak terasa panas dan tidak pula dingin.

Suhu udara berada dalam kondisi seimbang sehingga membuat ibadah terasa lebih nyaman dan khusyuk.

Angin Berhembus dengan Lembut

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa angin pada malam tersebut terasa sangat lembut. Tidak ada hembusan angin kencang yang mengganggu ketenangan malam.

Kondisi ini membuat suasana terasa lebih sejuk dan damai.

Langit Terlihat Tenang Tanpa Fenomena Bintang Jatuh

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada malam tersebut tidak tampak fenomena bintang yang terlempar. Langit terlihat stabil hingga menjelang pagi.

Hal ini sering dikaitkan dengan suasana alam yang tenang selama malam Lailatul Qadar.

Bulan Tampak Seperti Separuh Nampan

Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah juga menyebutkan bahwa pada suatu malam Rasulullah SAW mengingatkan para sahabat tentang kemunculan bulan yang terlihat seperti separuh nampan.

Banyak ulama menafsirkan bahwa gambaran tersebut berkaitan dengan malam Lailatul Qadar.

Terkadang Didahului Gerimis atau Hujan Ringan

Sebagian ulama juga menyebut kemungkinan turunnya hujan atau gerimis ringan pada malam tersebut. Pendapat ini dikaitkan dengan kisah Rasulullah SAW yang pernah terlihat dengan bekas lumpur di dahinya setelah salat.

Baca juga  Kuota Penerima Beasiswa LDPD 2025 dan 2026 Dibatasi Kenapa?

Peristiwa tersebut terjadi ketika masjid masih berlantai tanah dan pada malam itu turun hujan.

Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

Salah satu tanda yang paling dikenal dari malam Lailatul Qadar adalah kondisi matahari pada pagi harinya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa matahari terbit dengan sinar yang tidak menyilaukan. Cahaya matahari terlihat lembut dan berbeda dari biasanya.

Warna Langit Pagi Tampak Kemerahan

Beberapa riwayat juga menjelaskan bahwa langit pada pagi hari setelah Lailatul Qadar tampak kemerahan.

Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa malam sebelumnya adalah malam yang penuh keberkahan.

Ditunjukkan Melalui Mimpi

Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa sebagian sahabat pernah diperlihatkan malam Lailatul Qadar melalui mimpi.

Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa beberapa sahabat melihat tanda tersebut dalam mimpi pada tujuh malam terakhir Ramadan.

Ibadah Terasa Lebih Nikmat dan Khusyuk

Banyak ulama juga menyebut bahwa salah satu tanda yang dirasakan secara batin adalah kenikmatan dalam beribadah.

Pada malam tersebut seseorang bisa merasakan ketenangan hati dan kekhusyukan yang lebih dalam saat berdoa, membaca Al Quran, atau melaksanakan salat malam.

Fokus Utama Tetap pada Ibadah

Meskipun berbagai tanda malam Lailatul Qadar sering dibahas dalam literatur Islam, para ulama mengingatkan bahwa tujuan utama bukanlah sekadar mencari tanda-tandanya.

Hal yang lebih penting adalah menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah dan amal kebaikan.

Dengan memperbanyak salat malam, doa, zikir, dan membaca Al Quran, umat Islam memiliki peluang lebih besar untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, meskipun tidak mengetahui secara pasti kapan malam tersebut terjadi.

Karena itulah Rasulullah SAW mencontohkan untuk meningkatkan ibadah secara maksimal pada sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai bentuk kesungguhan dalam meraih kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

***

Berita Terbaru

stevepb-new-year-1680905_1280
THR 2026 Kena Potong Pajak, Simak Ketentuan Penghitungannya Berikut Ini
shzern-quran-5385901_1280
Amalan Malam Nuzulul Quran 2026: 5 Ibadah yang Dianjurkan pada Malam 17 Ramadan
h-i-minh-_-yoUqLnbus-unsplash
12 Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis, Umat Islam Dianjurkan Memperbanyak Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan
Truk-Bermuatan-Pupuk-Ditabrak-KA-Kertanegara-di-Kediri-Empat-Orang-Luka-luka
7 Nyawa Melayang di Jalur Kereta Daop 6 Sepanjang 2026, Kasus Tertemper Terbaru Terjadi di Patukan–Yogyakarta
permintaan-konfirmasi-bantuan-dana-biaya-hidup-kip-kuliah-yang-cair_169
Kapan KIP Kuliah 2026 Cair? Ini Jadwal Pendaftaran, Besaran Bantuan, dan Cara Cek Penerima

TERPOPULER

syahrul-alamsyah-wahid-dJNVojMZhGU-unsplash (2)
Jadwal dan Contoh Soal TKA SD 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban, Panduan Persiapan, dan Ketentuannya
jeff-kingma--lLWCvEoFJM-unsplash
Apakah Perang Dunia 3 Segera Terjadi? Ini Fakta yang Terjadi Saat Ini
kode-seksi-pengawasan
Kode Seksi Pengawasan NPWP Diisi Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya
muhammad-adil-Gvv7y-R_Hs8-unsplash
Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan 2026 Lengkap Pembuka, Isi dan Penutup Serta Rundown Acara
sour-moha-4Tgjeh1fWCc-unsplash
Contoh Susunan Acara Bukber Kantor Lengkap Pembukaan hingga Penutup