Amalan Hari Arafah untuk Wanita Haid, Tetap Bisa Raih Pahala Meski Tak Berpuasa

Bagikan :
Ilustrasi Amalan Hari Arafah untuk Wanita Haid, Tetap Bisa Raih Pahala Meski Tak Berpuasa/Unsplash

TUGUJOGJA – Amalan Hari Arafah untuk wanita haid tetap bisa dilakukan meski tidak berpuasa. Simak berbagai ibadah yang dianjurkan seperti dzikir, doa, sedekah, hingga membaca Al-Qur’an saat Hari Arafah.

Datangnya haid saat Hari Arafah kerap membuat sebagian muslimah merasa sedih karena tidak dapat menjalankan puasa sunnah Arafah. Padahal, puasa pada 9 Dzulhijjah dikenal memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.

Meski demikian, wanita yang sedang haid tetap memiliki kesempatan luas untuk meraih pahala dan keberkahan pada Hari Arafah. Dalam Islam, haid merupakan fitrah yang telah ditetapkan Allah SWT kepada perempuan sehingga kondisi tersebut bukan penghalang untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Hari Arafah sendiri menjadi salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Hari tersebut jatuh setiap 9 Dzulhijjah dan menjadi momentum utama bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi umat Islam di seluruh dunia, Hari Arafah dianjurkan diisi dengan memperbanyak amal saleh.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR Bukhari)

Karena itu, muslimah yang sedang haid tetap dianjurkan memperbanyak ibadah yang diperbolehkan dalam syariat, mulai dari dzikir, doa, sedekah, hingga menuntut ilmu agama.

Haid Bukan Penghalang Mendekat kepada Allah

Dalam sejumlah kitab fikih dijelaskan bahwa perempuan haid memang tidak diwajibkan melaksanakan puasa dan shalat. Namun, berbagai bentuk ibadah lain tetap bisa dilakukan.

Baca juga  Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan untuk Meraih Keberkahan dan Pahala Berlipat

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menerangkan bahwa wanita haid tetap dianjurkan memperbanyak dzikir dan amal kebaikan selama tidak melanggar ketentuan syariat.

Hal serupa dijelaskan dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq yang menegaskan bahwa Allah SWT melihat ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba, bukan sekadar bentuk ibadah lahiriah semata.

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah menenangkan Aisyah RA yang menangis karena haid saat menjalankan ibadah haji.

“Sesungguhnya ini adalah perkara yang telah ditetapkan oleh Allah atas putri-putri Adam. Lakukanlah apa yang dilakukan oleh jemaah haji, hanya saja jangan melakukan tawaf di Ka’bah (sebelum bersuci).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memperbanyak Dzikir dan Shalawat

Salah satu amalan utama yang dianjurkan pada Hari Arafah adalah memperbanyak dzikir. Amalan ini sangat mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk oleh wanita haid.

Dzikir yang dianjurkan antara lain membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar. Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam memperbanyak kalimat tauhid pada Hari Arafah.

Dzikir utama yang dianjurkan dibaca ialah:

“La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.”

Selain dzikir, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi amalan yang dianjurkan karena dapat mendatangkan ketenangan hati dan rahmat Allah SWT.

Baca juga  3 Jenis Puasa Sunnah Idul Adha: Keutamaan, Jadwal, dan Doanya serta Pahala yang Dijanjikan

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Hari Arafah Menjadi Waktu Mustajab untuk Berdoa

Hari Arafah juga dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR Tirmidzi)

Muslimah yang sedang haid dapat memperbanyak istighfar, memohon keberkahan hidup, kesehatan, rezeki halal, hingga keteguhan iman.

Dalam buku Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah karya H. Deden Hafid Usman Lc disebutkan bahwa Hari Arafah menjadi momentum terbaik untuk bermuhasabah dan memperbanyak taubat.

Membaca dan Mendengarkan Al-Qur’an

Mengenai hukum membaca Al-Qur’an bagi wanita haid memang terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Namun, sebagian ulama membolehkan membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf secara langsung.

Saat ini banyak muslimah memanfaatkan aplikasi Al-Qur’an digital untuk membaca ayat suci selama haid. Selain itu, mendengarkan lantunan Al-Qur’an juga menjadi amalan yang menenangkan hati sekaligus mendatangkan pahala.

Hari Arafah dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak tadabbur Al-Qur’an dan memahami makna ayat-ayat Allah SWT.

Bersedekah dan Menyediakan Hidangan Berbuka

Sedekah menjadi salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan selama bulan Dzulhijjah dan Hari Arafah.

Baca juga  5 Sunnah yang Dilakukan Sebelum Menjalankan Ibadah Sholat Idul Adha, Salah Satunya Berjalan Kaki Menuju

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” (HR Muslim)

Sedekah tidak selalu berbentuk uang. Berbagi makanan, membantu sesama, hingga meringankan pekerjaan orang lain juga termasuk amal saleh yang bernilai pahala.

Wanita haid juga dapat memperoleh pahala seperti orang berpuasa dengan menyediakan hidangan berbuka bagi keluarga atau orang lain yang menjalankan puasa Arafah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR At-Tirmidzi)

Menuntut Ilmu dan Muhasabah Diri

Hari Arafah juga dapat diisi dengan memperbanyak ilmu agama melalui kajian Islam, membaca buku keislaman, atau mendengarkan ceramah.

Selain itu, momentum tersebut menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak muhasabah diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan:

“Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah.”

Karena itu, muslimah yang sedang haid tidak perlu merasa kehilangan kesempatan beribadah. Meski tidak menjalankan puasa Arafah maupun shalat Idul Adha, pintu pahala tetap terbuka luas melalui berbagai amal saleh lainnya.***

Berita Terbaru

2151073709
Tak Kunjung Usai, Kebakaran Misterius di Rumah Warga Kasuran Sleman Tercatat hingga 40 Titik Api
IMG_20260528_174651_350
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Perempuan di Kali Ngrowo Kulon Progo, Gegara Utang Rp 1,2 Juta
IMG_20260528_174120_941
Misteri Mayat Perempuan di Kali Ngrowo Kulon Progo Terungkap, Polisi Tangkap Terduga Pelaku
alwi-hafizh-a--s9VRbT1aeg-unsplash
Cacing Hati Ditemukan pada Sapi Kurban di RPH Giwangan Jogja, 13 Organ Dimusnahkan
Penumpang Kereta
Libur Iduldha 1447 H Picu Lonjakan Penumpang Kereta di Yogyakarta, Daop 6 Siapkan KA Tambahan untuk Antisipasi Arus Balik

TERPOPULER

solo-jogja
Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun
falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian
child-8347081_1280
Kapan Libur Anak Sekolah Kenaikan Kelas 2026? Simak Jadwal dan Kalender Pendidikannya
Api Misterius
Teror Api Misterius di Rumah Warga Sleman Belum Berakhir, Enam Hari Keluarga Agus Yani Hidup dalam Ketakutan
Kalkulator Skor UTBK 2026: Cara Hitung, Prediksi Nilai, dan Kisaran Skor Aman SNBT