
TUGUJOGJA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat lonjakan penumpang kereta api jarak jauh pada H-1 Lebaran 2026, Jumat (20/03/2026).
Hingga pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang yang naik dan turun mencapai 45.597 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.624 penumpang tercatat tiba di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Sementara itu, 20.973 penumpang berangkat menuju berbagai kota tujuan.
Angka ini masih berpotensi berubah seiring penjualan tiket yang berlangsung hingga keberangkatan terakhir malam hari.
Ketersediaan Tiket dan Prediksi Puncak Arus
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan bahwa masyarakat masih memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan mudik pada hari tersebut.
“Kami masih menyediakan ribuan tiket hingga keberangkatan terakhir malam nanti. Masyarakat masih bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mudik,” ujar Feni.
Hingga siang hari, KAI masih menyediakan 6.925 tiket untuk keberangkatan dari wilayah Daop 6 Yogyakarta.
KAI juga memprediksi arus kedatangan belum mencapai puncaknya. Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang yang tiba diperkirakan dapat melampaui 29 ribu orang pada 22 Maret 2026.
Jika terealisasi, angka tersebut akan menjadi yang tertinggi selama masa Angkutan Lebaran tahun ini di wilayah Daop 6.
Tingkat Okupansi dan Pergerakan di Stasiun
Untuk periode Angkutan Lebaran 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI mencatat penjualan tiket telah mencapai 436.827 tiket atau sekitar 84 persen dari total kapasitas 533.270 tiket. Hingga saat ini, masih tersedia 91.574 tiket untuk periode tersebut.
Lonjakan penumpang terlihat di sejumlah stasiun utama. Stasiun Yogyakarta mencatat 9.984 penumpang datang dan 8.441 penumpang berangkat.
Aktivitas serupa juga terjadi di Stasiun Solobalapan dengan 5.656 penumpang datang dan 4.056 penumpang berangkat.
Selain itu, pergerakan penumpang juga terpantau tinggi di Stasiun Klaten, Lempuyangan, Purwosari, dan Wates.
Imbauan dan Alternatif Perjalanan
KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan jadwal keberangkatan dan memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun.
“Kami mengimbau penumpang untuk datang lebih awal agar perjalanan tetap nyaman dan lancar,” kata Feni.
Masyarakat juga didorong untuk segera melakukan pemesanan tiket, baik untuk arus mudik maupun arus balik, melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi, maupun kanal mitra.
Sebagai alternatif, KAI menyediakan fitur kereta persambungan (connecting train) bagi penumpang yang tidak mendapatkan tiket langsung, sehingga tetap dapat mencapai tujuan dengan kombinasi perjalanan.