AHY Tinjau Irigasi Air Tanah 3,5 Kilometer di Gunungkidul, Tingkatkan Indeks Pertanaman 300 Persen dan Airi 32 ha Lahan

Bagikan :
Menko Infrastruktur AHY saat meninjau proyek Jaringan Irigasi Air Tanah di Kalurahan Kelor, Gunungkidul, Rabu (8/10/2025). (Ef Linangkung)

TUGUJOGJA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Rabu, 8 Oktober 2025.

Ia meninjau langsung aliran air tanah yang kini mengairi kembali lahan pertanian di wilayah yang dikenal dengan kondisi tanah kering tersebut.

“Kita lihat sendiri, air mengalir sangat baik, dan airnya bersih,” ujar AHY saat meninjau saluran irigasi.

JIAT yang dibangun sepanjang 3.503 meter itu kini mampu mengairi 32 hektare lahan pertanian dengan debit air mencapai 40 liter per detik.

Dampaknya signifikan. Indeks pertanaman meningkat dari 209 persen menjadi 300 persen. Artinya, lahan yang sebelumnya hanya bisa panen dua kali setahun kini dapat menghasilkan panen tiga kali dalam setahun.

AHY menyampaikan bahwa pembangunan JIAT menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sistem irigasi yang efisien merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah dengan kondisi alam ekstrem seperti Gunungkidul.

Baca juga  UAJY Berangkatkan 640 Mahasiswa KKN Periode 89 ke Gedangsari Gunungkidul, Fokus Wujudkan Pengabdian Kolaboratif

“Insyaallah dengan irigasi ini, produktivitas meningkat, pendapatan petani naik, dan kesejahteraan masyarakat ikut tumbuh,” ucapnya.

Selain untuk pertanian, sekitar 10 liter per detik dari total kapasitas air juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan konsumsi dan rumah tangga.

Di wilayah yang selama ini identik dengan kekeringan, ketersediaan air menjadi faktor penting yang mengubah kehidupan warga.

Percontohan Nasional untuk Ketahanan Air dan Pangan

AHY menambahkan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan tercapainya swasembada pangan, energi, dan air bersih secara berkelanjutan.

Ia menyebut kondisi geologis Gunungkidul yang kering menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur air tanah.

“Gunungkidul punya karakter alam yang keras, tapi justru itu menjadi semangat bagi kita untuk berinovasi. Mudah-mudahan proyek ini jadi percontohan nasional yang terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa Kemenko Infrastruktur bersama Kementerian PUPR akan mengidentifikasi wilayah lain yang kekurangan air bersih untuk mengembangkan sistem irigasi serupa.

AHY menilai kerja sama lintas instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi landasan penting agar proyek tersebut dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Baca juga  Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Semanu Gotong Royong Tambal Jalan Kabupaten Rusak di Gunungkidul

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap petani Gunungkidul.

“Saya menyampaikan terima kasih karena masyarakat Gunungkidul kini bisa menikmati air bersih dan irigasi yang layak. Semoga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat, terutama bagi mereka yang dulu kesulitan air untuk menanam,” ujar Sultan.

Dengan rampungnya proyek JIAT di Kalurahan Kelor, Gunungkidul mulai bertransformasi dari wilayah yang selama ini dikenal tandus menjadi daerah yang memiliki sistem irigasi berkelanjutan.

Aliran air tanah kini menjadi sumber kehidupan baru bagi ribuan warga, mengurangi ketergantungan pada hujan dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

situs toto

situs slot

slot gacor

situs hk pools

situs slot

situs hk pools

bandar togel

situs hk pools

kawijitu

kawijitu

slot gacor

slot gacor

slot gacor

situs hk pools

kawijitu

situs slot

situs slot

kawijitu

situs toto

situs toto

kawijitu

slot gacor

situs hk pools

kawijitu

slot gacor

situs togel

Baca juga  Festival Menyusui Bareng di Yogyakarta Tegaskan Pentingnya Dukungan bagi Ibu

kawijitu

situs hk

situs resmi

situs toto

situs slot

togel online

kawijitu

situs togel

kawijitu

rtp slot

kawijitu

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan