BAZNAS Gunungkidul Salurkan Zakat Rp6,4 Miliar, Bangun Rumah Layak Huni hingga Lawan Pinjol Lewat Bumi Masjid

Bagikan :
Penyaluran bantuan oleh Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Rabu (8/7/2026). (Ist)

TUGUJOGJA – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali menggema dari Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Rabu (8/7/2026).

Di tempat yang menjadi saksi berbagai momentum penting daerah itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gunungkidul tidak sekadar menggelar seremoni penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga memperlihatkan bagaimana dana umat mampu menjelma menjadi kekuatan besar untuk menggerakkan perubahan sosial.

Di hadapan ratusan tamu undangan, jajaran pemerintah daerah, para penerima manfaat, hingga tokoh masyarakat, BAZNAS Gunungkidul memaparkan capaian yang mencuri perhatian.

Pengumpulan dana ZIS melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2021 penghimpunan zakat baru mencapai Rp1,9 miliar, kini angkanya menembus Rp6,4 miliar.

Lonjakan tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya budaya berbagi di Kabupaten Gunungkidul.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzzayat, serta Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Ketua BAZNAS Kabupaten Gunungkidul, Drs. Mustangid, mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak lahir secara instan.

Sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, para muzaki, serta Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan pendidikan se-Gunungkidul, menjadi fondasi utama meningkatnya penghimpunan zakat.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan basis kekuatan zakat dari Aparatur Sipil Negara, khususnya di lingkungan pendidikan se-Gunungkidul,” kata Mustangid.

Dana yang berhasil dihimpun kemudian kembali kepada masyarakat dalam berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. BAZNAS Gunungkidul tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi juga membangun program pemberdayaan yang dirancang mampu mengubah kehidupan penerima manfaat dalam jangka panjang.

Pada sektor pendidikan, misalnya, sebanyak 1.042 anak yatim piatu mulai dari jenjang TK hingga SMP menerima santunan.

Baca juga  Viral Rumah Reyot di TikTok, Bupati Gunungkidul Urung Beri Bantuan, Ternyata Jual Rumah karena Anaknya Kecanduan Judi Online

Tidak berhenti sampai di situ, BAZNAS juga memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui Universitas Gunungkidul agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih pendidikan tinggi.

Bagi banyak keluarga, bantuan tersebut menjadi secercah harapan di tengah tingginya biaya pendidikan. Anak-anak yang sebelumnya dibayangi keterbatasan ekonomi kini memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.

Di bidang perumahan, BAZNAS Gunungkidul juga menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebanyak 41 unit Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) berhasil dibangun.

Dari jumlah tersebut, 13 unit diperuntukkan bagi keluarga yang masuk kategori rawan stunting, sedangkan 28 unit lainnya diberikan kepada masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan sosial.

Program tersebut dilengkapi dengan pembangunan 29 unit jamban sehat yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

“Kami juga telah membangun 41 unit Rumah Layak Huni BAZNAS yang terdiri dari 13 unit untuk warga rawan stunting dan 28 unit untuk masalah sosial lainnya serta membangun 29 unit jamban sehat,” ungkap Mustangid.

Komitmen BAZNAS Gunungkidul tidak berhenti pada persoalan pendidikan dan perumahan. Lembaga tersebut juga mulai menyasar persoalan ekonomi masyarakat melalui program yang dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Melalui program BAZNAS Microfinance Masjid atau Bumi Masjid senilai Rp150 juta, BAZNAS memberikan akses permodalan tanpa bunga dan tanpa agunan kepada pelaku usaha mikro yang tergabung dalam empat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid.

Program tersebut hadir sebagai jawaban atas maraknya praktik pinjaman online ilegal yang kerap menjerat masyarakat kecil dengan bunga tinggi dan tekanan psikologis.

Baca juga  480 Peserta Siap Berlaga di MTQ ke-31 Kota Yogyakarta dengan Semangat Qur’ani dan Ekologi

Dengan skema pembiayaan yang lebih manusiawi, BAZNAS berharap para pelaku usaha mikro dapat mengembangkan usahanya tanpa harus bergantung pada pinjaman berbunga.

“Bantuan modal usaha ini kami salurkan tanpa bunga dan tanpa agunan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman online ilegal,” jelas Mustangid.

Di sektor pertanian, perhatian BAZNAS juga terlihat nyata. Sebanyak 11 kelompok tani menerima bantuan alat tanam padi guna meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, pembangunan sumur bor ladang dilakukan untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air, terutama saat musim kemarau.

Persoalan kekeringan yang selama ini menjadi tantangan tahunan di sejumlah wilayah Gunungkidul juga tidak luput dari perhatian.

Sebanyak 20 tangki air bersih didistribusikan ke berbagai titik rawan kekeringan agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan air bersih.

“Bantuan juga kami berikan berupa alat tanam padi bagi 11 kelompok tani, pembangunan sumur bor ladang, serta distribusi 20 tangki air bersih untuk wilayah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan apresiasi tinggi atas berbagai program yang dijalankan BAZNAS. Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban umat Islam, melainkan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia menilai dana zakat mampu menjawab berbagai persoalan sosial apabila dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

“Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar meringankan beban masyarakat, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas hunian, hingga memperkuat ketahanan pangan,” ujar Endah.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzaki agar terus menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca juga  Melaju Kencang Lalu Tabrak Pejalan Kaki, Mahasiswi Pengendara Motor Trail Tewas di Bantul

Dukungan terhadap BAZNAS Gunungkidul juga datang dari tingkat nasional. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzzayat, menyebut keberhasilan yang dicapai Gunungkidul merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat.

Ia menilai kolaborasi yang terbangun selama ini mampu menghadirkan berbagai program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurut Idy, potensi zakat di Kabupaten Gunungkidul masih sangat besar. Apabila seluruh potensi tersebut dapat dihimpun secara maksimal, berbagai persoalan kemiskinan dan masalah sosial diyakini dapat diselesaikan secara lebih cepat.

“Inilah yang disebut sinergi. Jika pemerintah daerah benar-benar menggandeng BAZNAS, berbagai persoalan sosial masyarakat dapat ditangani dengan baik. Hal itu sudah dibuktikan di Gunungkidul. Kepala daerah memberikan dukungan penuh. Terima kasih kepada Ibu Bupati atas sinerginya,” tegas Idy.

Tidak berhenti pada penyaluran bantuan hari itu, BAZNAS Gunungkidul juga telah menyiapkan agenda sosial berikutnya. Sebanyak 210 anak dijadwalkan mengikuti kegiatan khitan massal yang akan digelar pada Sabtu, 18 Juli mendatang.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelayanan sosial BAZNAS yang terus dikembangkan agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Di balik angka miliaran rupiah yang berhasil dihimpun, ribuan penerima manfaat, puluhan rumah layak huni, hingga bantuan modal usaha yang terus bergulir, tersimpan harapan besar bahwa zakat bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi penggerak perubahan.

Dari Bangsal Sewokoprojo, semangat itu kembali ditegaskan. Ketika zakat dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran, dana umat tidak sekadar mengurangi beban hidup, tetapi mampu mengangkat harkat, memulihkan harapan, serta membuka jalan bagi masyarakat untuk bangkit menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan