BMKG DIY Deteksi Siklon 93S, Gelombang Setinggi 4 Meter Berpotensi Hantam Pesisir Selatan Gunungkidul

Bagikan :
BMKG deteksi Siklon 93S, Laut Selatan Gunungkidul berstatus waspada. (Freepik)

TUGUJOGJA – Laut selatan Gunungkidul kembali mengirimkan tanda bahaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY resmi mengeluarkan peringatan dini setelah radar cuaca menangkap pergerakan siklon tropis 93S di perairan selatan.

Fenomena ini diprediksi mengguncang kawasan pesisir dengan gelombang dahsyat setinggi 2,5 hingga 4 meter pada 13–16 September 2025.

BMKG menegaskan peringatan ini berlaku 24 jam penuh sejak pukul 07.00 WIB. Gelombang dengan kategori tinggi tersebut siap menghadang nelayan tradisional, kapal kecil, hingga wisatawan yang berani menantang ombak di sepanjang pantai selatan.

Ancaman bukan hanya datang dari laut, tetapi juga dari langit. Siklon 93S diperkirakan memicu angin kencang dan hujan deras yang berpotensi melumpuhkan aktivitas warga pesisir.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Ia mengerahkan tim untuk siaga penuh dan memperkuat koordinasi dengan BMKG. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan langkah antisipasi di wilayah pesisir.

“Angin kencang dan curah hujan tinggi juga bisa terjadi sewaktu-waktu,” tegasnya, Senin (15/9/2025).

Baca juga  Rangkaian FKY 2025 di Gunungkidul Dimulai, Gelaran Olah Rupa Hadirkan Karya Seni yang Belum Jadi

Kondisi Laut Masih Aman, Tapi Potensi Bahaya Mengintai

Di lapangan, pantauan Koordinator Tim SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono, memperlihatkan kondisi laut masih relatif bersahabat. Gelombang belum menunjukkan amukan ekstrem pada Senin pagi. Namun, ia tidak mau lengah.

“Saat ini masih aman, tinggi gelombang masih normal. Tapi diprediksi pada 17–18 September bisa mencapai 3–4 meter atau sekitar 10 feet. Nelayan maupun wisatawan harus berhati-hati,” ungkapnya.

Pihak SAR juga mengingatkan wisatawan agar tidak bermain-main dengan keselamatan. Setiap instruksi petugas di titik-titik pantai harus dipatuhi tanpa pengecualian, terutama saat cuaca berubah mendadak. Ombak yang semula tenang bisa berubah menjadi gelombang raksasa hanya dalam hitungan menit.

BMKG menambahkan, masyarakat DIY harus lebih peka terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem. Awan gelap yang bergerak cepat, hembusan angin yang tiba-tiba kencang, hingga ombak yang mendadak meninggi merupakan sinyal nyata bahaya di laut selatan.

Dengan ancaman siklon 93S yang mengintai, nelayan diimbau menunda melaut, dan wisatawan diminta bijak dalam memilih waktu berkunjung.

Baca juga  Spanduk Perlawanan di Alun-alun Wonosari: Jeritan Sunyi PKL yang Terancam Terpinggirkan

Gelombang tinggi bukan sekadar fenomena alam, melainkan peringatan keras bahwa laut selatan selalu menyimpan amarah yang siap meledak kapan saja.

situs toto

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian