BMKG Yogyakarta Waspadai Bibit Siklon Tropis 98S di Selatan Jawa, Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di DIY

Bagikan :
Waspada Bibit Siklon Tropis 98S di Selatan Jawa/Foto: Freepik

TUGUJOGJA— Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan setelah memantau pergerakan bibit siklon tropis 98S yang berputar di perairan Samudera Hindia, tepat di selatan Pulau Jawa.

Situasi atmosfer yang kian dinamis memaksa para ahli meteorologi bersiaga penuh karena sistem cuaca ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan bencana hidrometeorologi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bibit Siklon Tropis 98S di Selatan Jawa

Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta terus mengawasi perkembangan 98S yang terdeteksi pada koordinat 9,0° LS dan 109,2° BT dengan tekanan 1009 hPa serta kecepatan angin 20 knots (37 km/jam).

BMKG juga memantau sistem lain, yakni 97S yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat pada koordinat 11,4° LS – 126,4° BT dengan tekanan 1006 hPa dan kecepatan angin 25 knots (47 km/jam).

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, mengungkapkan bahwa Bibit Siklon 98S terbentuk karena dukungan faktor atmosfer yang aktif.

Bibit Siklon Tropis 98S didukung oleh aktifnya gelombang Low Frequency Equatorial Rossby, MJO, suhu muka laut hangat 28–30°C.

Baca juga  BPBD Kota Yogyakarta Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem Saat Musim Pancaroba

“Terlebih kelembapan udara basah di lapisan 850–500 hPa yang mencapai 70–95%,” jelas Warjono dalam keterangan tertulis.

BMKG memprediksi bahwa dalam 24–72 jam ke depan, Bibit Siklon Tropis 98S cenderung melemah dengan kecepatan angin 10–15 knots dan bergerak ke arah timur–tenggara.

Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, sistem ini tetap memicu dampak tidak langsung bagi cuaca di Pulau Jawa.

Warjono menegaskan bahwa 98S mampu meningkatkan pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, lengkap dengan petir dan angin kencang.

Bibit Siklon Tropis 98S memicu terbentuknya shearline atau belokan angin, serta konvergensi atau pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa. Kondisi ini menambah massa udara basah yang mudah berkembang menjadi awan hujan.

Suhu muka laut hangat di kisaran 28–30°C, MJO yang aktif, serta gelombang Rossby turut memperkuat pertumbuhan awan di wilayah DIY.

Kelembapan udara di ketinggian 1,5–3,5 km berkisar 70–95%. Kondisi ini memperkuat potensi hujan sedang hingga lebat.

Baca juga  BPBD Kota Yogyakarta Ingatkan Warga Hadapi Cuaca Ekstrem, 169 Kalurahan Tangguh Bencana Diminta Siaga Penuh

“Waspada potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.”

Daerah yang Berpotensi Terdampak di DIY

BMKG merilis daftar wilayah yang harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 98S.

Kota Yogyakarta diminta untuk mewaspadai banjir dan potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang.

Warga Sleman diminta siaga terutama di kawasan rawan longsor di lereng Merapi seperti Turi, Pakem, Cangkringan, Prambanan. Dan wilayah yang perlu waspada banjir dan pohon tumbang Minggir, Seyegan, Tempel, Sleman, Mlati

Kabupaten Kulon Progo ada potensi longsor di Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Nanggulan, Kokap. Sementara Potensi banjir di Panjatan, Lendah, Galur

Kabupaten Gunungkidul ada Potensi longsor dan banjir mengancam wilayah Semanu, Patuk, Gedangsari, Wonosari, Playen, Paliyan, Ngawen, Semin.

Lalu, Kabupaten Bantul ada Potensi banjir di Sedayu, Kasihan, Sewon, Banguntapan, Piyungan, Imogiri, Dlingo

Stasiun Klimatologi meminta masyarakat, pemerintah kabupaten, relawan, dan seluruh pihak terkait melakukan antisipasi maksimal terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, dan angin kencang.

Baca juga  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 8–9 Oktober 2025: Daftar Wilayah Waspada dan Siaga Hujan Lebat

Masyarakat sebaiknya tidak melalui jalur rawan longsor saat hujan sedang–lebat selalu mengikuti peringatan resmi dari BPBD, Pemda, dan instansi terkait.

“Bagi penduduk di daerah rawan longsor, tingkatkan kewaspadaan selama potensi cuaca ekstrem berlangsung pada 17–22 November 2025,” pungkas Warjono. (ef linangkung)

slot gacor

toto togel

situs togel

link slot

toto togel

situs slot

toto togel

toto togel

situs hk pools

situs slot gacor

toto togel

situs slot gacor

situs togel

situs togel

slot gacor

toto togel

situs slot

situs hk pools

situs hk pools

situs togel

situs togel

toto togel

situs togel

situs slot

situs slot

jakartahoki

toto togel

situs slot

toto togel

slot gacor

toto togel

toto togel

toto togel

Berita Terbaru

bisma-mahendra-W9EJYyCZ5HI-unsplash (2)
Link Resmi War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tata Tertibnya
didier-provost-hjATSdtr6fM-unsplash
5 Rekomendasi Penginapan Pinggir Pantai Gunungkidul dengan View Laut yang Memanjakan Mata
images (15)
Rute Trans Jogja Terbaru 2026 Lengkap Semua Jalur, Tarif, Cara Bayar, dan Area Layanannya
WhatsApp Image 2026-08-05 at 11.32
Dipepet dan Diancam Sajam, Warga Pakem Jadi Korban Begal di Candibinangun saat Berangkat Kerja sebelum Subuh
raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Sejarah Monumen Kecelakaan Kulon Progo

Bukan Pajangan Biasa, Ini Kisah Pilu di Balik Monumen Kecelakaan Kulon Progo

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai