
TUGUJOGJA – Gelombang pemudik Lebaran 2026 mulai terasa di sejumlah stasiun wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Sejak pagi hari, aktivitas penumpang terlihat meningkat seiring mulainya masa angkutan Lebaran.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan masa angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai Rabu, 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026.
Pada hari pertama masa Angkutan Lebaran tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat total 25.844 penumpang kereta api jarak jauh yang datang dan berangkat melalui stasiun-stasiun di wilayah operasionalnya.
Data sementara yang dihimpun hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan adanya 13.198 penumpang tiba di berbagai stasiun, sementara 12.646 penumpang berangkat menuju berbagai kota tujuan.
Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena penjualan tiket dan aktivitas perjalanan kereta api masih berlangsung hingga tengah malam.
Pemudik Mulai Terlihat di Yogyakarta
Sejak pagi hari, suasana sejumlah stasiun besar seperti Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan terlihat semakin ramai. Para calon penumpang membawa koper, tas besar, hingga kardus oleh-oleh yang menjadi ciri khas perjalanan mudik.
Sebagian penumpang memilih berangkat lebih awal untuk menghindari lonjakan pemudik pada puncak arus mudik yang biasanya terjadi mendekati hari raya.
Di sisi lain, para penumpang yang tiba di Yogyakarta tampak disambut keluarga yang telah menunggu di area kedatangan. Momen ini menjadi tanda bahwa tradisi mudik mulai bergerak, bahkan sejak hari pertama masa Angkutan Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan tetap berjalan lancar selama periode mudik.
“Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk penambahan perjalanan kereta api dan peningkatan fasilitas di stasiun-stasiun besar,” ujar Feni.
Untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas penumpang, KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan 37 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari, meningkat dibandingkan hari normal yang biasanya hanya mencapai 25 perjalanan kereta.
Penambahan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak pilihan jadwal kepada masyarakat sekaligus mengurangi potensi kepadatan penumpang di stasiun maupun di dalam kereta.
Selain menambah jumlah perjalanan kereta, KAI juga memperkuat aspek keamanan selama masa Angkutan Lebaran 2026. KAI Daop 6 menambah 52 personel pengamanan ekstra yang merupakan hasil kolaborasi antara KAI, TNI, dan Polri.
Kehadiran petugas tambahan ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi seluruh pelanggan yang melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api.
Petugas keamanan tersebut disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari pintu masuk stasiun, area peron, hingga di dalam rangkaian kereta.
Layanan Pelanggan dan Pos Kesehatan Siaga
Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyiagakan 28 petugas Customer Service Mobile (CSM) yang siap membantu pelanggan di stasiun.
Para petugas ini memberikan berbagai layanan, mulai dari membantu informasi jadwal kereta, proses boarding, hingga membantu penumpang yang membutuhkan pendampingan.
Selain itu, KAI juga menyiapkan enam pos kesehatan yang tersebar di sejumlah stasiun wilayah Daop 6. Pos kesehatan ini beroperasi melalui kerja sama dengan puluhan rumah sakit mitra.
Jika terdapat penumpang yang membutuhkan penanganan medis lanjutan, tim kesehatan KAI akan segera mengantarkan penumpang tersebut ke rumah sakit mitra terdekat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KAI untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pelanggan selama perjalanan mudik.
Selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari, KAI Daop 6 Yogyakarta menyediakan total 525.350 tempat duduk untuk perjalanan kereta api jarak jauh dengan keberangkatan awal dari wilayah Daop 6.
Hingga saat ini, sebanyak 317.358 tiket telah terjual, atau sekitar 60 persen dari total kapasitas yang tersedia. Artinya, masih terdapat 207.992 tiket yang dapat dipesan oleh masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api.
KAI mengimbau masyarakat agar segera melakukan pemesanan tiket selama persediaan masih tersedia, terutama bagi penumpang yang telah merencanakan perjalanan pada tanggal-tanggal favorit menjelang Hari Raya Idulfitri.
Stasiun Yogyakarta jadi Pusat Pergerakan Penumpang
Data KAI Daop 6 Yogyakarta menunjukkan bahwa Stasiun Yogyakarta menjadi titik dengan volume penumpang tertinggi, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.
Berikut enam stasiun dengan jumlah kedatangan penumpang terbanyak hingga pukul 09.00 WIB.
- Stasiun Yogyakarta: 6.047 penumpang
- Stasiun Lempuyangan: 2.362 penumpang
- Stasiun Solo Balapan: 1.670 penumpang
- Stasiun Klaten: 844 penumpang
- Stasiun Purwosari: 753 penumpang
- Stasiun Wates: 431 penumpang
Volume Keberangkatan Penumpang Terbanyak
Sementara itu, enam stasiun berikut memiliki jumlah keberangkatan penumpang tertinggi.
- Stasiun Yogyakarta: 6.049 penumpang
- Stasiun Lempuyangan: 3.023 penumpang
- Stasiun Solo Balapan: 1.578 penumpang
- Stasiun Purwosari: 632 penumpang
- Stasiun Klaten: 414 penumpang
- Stasiun Wates: 189 penumpang
Data tersebut menunjukkan bahwa wilayah Yogyakarta dan Solo masih menjadi pusat mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Feni juga mengingatkan seluruh penumpang untuk memperhatikan jadwal keberangkatan kereta api dan mengatur waktu perjalanan dari rumah menuju stasiun dengan baik.
Ia menyarankan penumpang agar tidak datang terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan sehingga perjalanan tetap nyaman dan tidak terburu-buru.
“Kami mengimbau pelanggan untuk memastikan kembali jadwal kereta dan datang lebih awal ke stasiun agar proses perjalanan berjalan lancar,” kata Feni.
Dengan berbagai persiapan, KAI Daop 6 Yogyakarta optimistis dapat melayani arus mudik Lebaran 2026 dengan aman, nyaman, dan tertib. (ef linangkung)