
TUGUJOGJA – KAI Daop 6 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Dalam ajang Penganugerahan La Tofi UMKM Pariwisata dan Budaya Tahun 2025, KAI Daop 6 berhasil meraih penghargaan kategori Pengembangan UMKM Pariwisata. Hal ini berkat kontribusinya dalam memberdayakan UMKM di kawasan wisata Puncak Sosok, Bantul.
KAI Daop 6 Yogyakarta Raih Penghargaan TJSL
La Tofi, pendiri La Tofi School of Social Responsibility, menyerahkan langsung penghargaan tersebut dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/5).
Penghargaan ini menegaskan apresiasi terhadap perusahaan yang berperan aktif dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis pemberdayaan UMKM.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Melalui program TJSL, kami tidak hanya menghadirkan layanan transportasi andal, tetapi juga turut serta membangun ekosistem ekonomi lokal. Di Puncak Sosok, kami mendampingi komunitas dalam pengembangan kawasan wisata sekaligus mendukung UMKM untuk tumbuh bersama,” ujar Feni.
KAI Daop 6 mulai menginisiasi program TJSL di Puncak Sosok sejak 2019 dengan membangun 10 gazebo senilai Rp100 juta. Gazebo-gazebo tersebut berfungsi sebagai tempat istirahat pengunjung sekaligus ruang interaksi sosial yang memperkuat identitas lokal.
Pada tahap berikutnya, KAI Daop 6 kembali mengalokasikan dana Rp100 juta untuk pembangunan gedung VIP. Hal ini mendukung kegiatan komunitas dan kunjungan resmi di kawasan tersebut.
Manfaat Program TJSL KAI Daop 6
Program TJSL KAI Daop 6 terbukti memberikan manfaat nyata, seperti peningkatan infrastruktur wisata, peningkatan daya saing destinasi, perluasan lapangan kerja, peningkatan ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Feni menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi KAI Daop 6. Mereka akan terus memperluas jangkauan program TJSL ke sektor lain seperti pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus menciptakan program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat, guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah operasional kami,” tutup Feni.
Dengan raihan ini, KAI Daop 6 Yogyakarta tidak hanya berhasil meningkatkan citra perusahaan. Akan tetapi, mereka juga memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas di sektor pariwisata. (ef linangkung)