Kota Yogyakarta Siap Bergabung dalam Proyek Danantara: Ubah Sampah jadi Energi Listrik, Ubah Masalah jadi Berkah

Bagikan :
Sampah jadi Energi Listrik/Foto: Pemkot Yogyakarta

TUGUJOGJA– Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam proyek Danantara, sebuah program ambisius yang akan mengubah sampah jadi energi listrik. Langkah ini bakal menjadi babak baru dalam pengelolaan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan komitmen penuh Pemkot Yogyakarta untuk berpartisipasi aktif dalam proyek tersebut.

Ia menyebut, kolaborasi ini bukan sekadar solusi jangka pendek terhadap persoalan sampah, tetapi juga strategi jangka panjang yang mampu menghadirkan manfaat ganda bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Yogyakarta tentu siap berkolaborasi dan bergabung dalam proyek Danantara. Selain mengurangi timbunan sampah, program ini juga bisa menghasilkan manfaat baru berupa energi listrik,” ujar Hasto.

Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik

Menurut Hasto, pengolahan sampah menjadi energi merupakan langkah strategis dan visioner. Di tengah meningkatnya volume sampah dan keterbatasan lahan TPA, transformasi limbah menjadi sumber daya energi adalah pilihan yang realistis sekaligus berkelanjutan.

Ia berharap, langkah ini dapat menjadi terobosan konkret dalam menyelesaikan persoalan sampah di DIY, khususnya di wilayah Kota Yogyakarta. Selain memperkuat sistem pengelolaan melalui penguatan TPST, kami juga terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Baca juga  Download Logo HUT ke-80 Hari Palang Merah Indonesia Resmi Lengkap Panduannya

“Optimalisasi bank sampah juga menjadi bagian penting dari upaya kami mengurangi volume sampah,” tegasnya.

Langkah strategis ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang turun meninjau tiga Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah DIY. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan fasilitas pengolahan sampah yang akan terlibat dalam proyek Danantara.

“Peninjauan di tiga TPST ini untuk mengecek kesiapan ketiganya, apakah sudah siap bergabung dengan proyek Danantara yang berencana mengolah sampah menjadi bahan baku pembangkit listrik,” ungkap Sri Sultan.

Lalu, Sri Sultan menjelaskan bahwa apabila proyek Danantara nantinya dibiayai oleh Pemerintah Pusat, fokus utama pengelolaannya akan mengarah pada produksi listrik dari sampah. Namun, ia menegaskan perlunya koordinasi dan kajian menyeluruh agar langkah besar ini tidak salah arah.

“Kalau proyek ini dibiayai oleh Pemerintah Pusat, maka arah pengelolaannya akan fokus ke produksi listrik. Tapi sebelum itu, tentu perlu kajian mendalam dan koordinasi antar semua pihak agar tidak salah langkah,” ujarnya.

Baca juga  Overkapasitas Parah, TPA Wukirsari Gunungkidul Tak Lagi Mampu Tampung Sampah

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

Sri Sultan menegaskan, meskipun proyek ini akan melibatkan Pemerintah Pusat, peran pemerintah daerah tetap vital. Ia menilai daerah harus mampu menyiapkan armada pengangkut sampah dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari agar sistem pengolahan berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kalau nanti pengelolaan diambil alih pusat, daerah tetap harus berperan. Salah satunya dengan menyediakan armada pengangkut sampah yang memadai, minimal 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Sri Sultan mengapresiasi upaya keras para pengelola TPST yang selama ini sudah berinovasi mengolah sampah secara mandiri. Ia menilai, sistem pengelolaan yang telah berjalan di tingkat lokal ini bisa menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain di DIY.

“Pengolahan sampah seperti ini relatif mampu berjalan dan diharapkan nantinya dapat semakin baik,” tutur Sri Sultan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan