
TUGUJOGJA – Polisi mengamankan enam pemuda terkait dugaan aksi klitih di Canden, Jetis, Bantul, pada 8 Februari 2026. Simak kronologi kejadian, keterangan resmi polisi, dan perkembangan penanganan kasusnya.
Aksi kejahatan jalanan yang diduga klitih kembali menghebohkan masyarakat Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah rekaman kejadian menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan warganet. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di Desa Canden, Kecamatan Jetis, pada Minggu, 8 Februari 2026, dan berujung pada penangkapan enam orang terduga pelaku oleh Polres Bantul.
Polisi Bertindak Usai Terima Laporan Warga
Polres Bantul bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam. Berdasarkan penanganan awal, aparat kepolisian berhasil mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi kejahatan jalanan tersebut.
Keenam terduga pelaku masing-masing berinisial MD (19), NA (18), RRA (18), TA (23), AMD (23), dan JW (19). Seluruhnya diketahui merupakan warga Kabupaten Bantul.
Kronologi Kejadian di Desa Canden
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, sejumlah warga tengah berkumpul di teras sebuah rumah sambil bermain permainan video. Situasi yang semula tenang mendadak berubah mencekam ketika sekelompok orang datang mengendarai sepeda motor.
Menurut penjelasan polisi, rombongan tersebut terdiri dari sekitar sembilan sepeda motor jenis matic. Mereka berhenti di depan rumah warga dan diduga langsung melakukan aksi intimidasi dengan mengayunkan senjata tajam.
โTiba-tiba dari arah timur datang sekelompok orang mengendarai sekitar sembilan sepeda motor jenis matic, langsung berhenti dan mengayunkan senjata tajam jenis clurit. Korban dan para saksi melakukan perlawanan yang medannya terbatasi dengan pagar rumah korban,โ jelas Iptu Rita Hidayanto dikutip Tugujogja.id dari berbagai sumber.
Warga yang berada di lokasi sempat melakukan perlawanan meskipun ruang gerak mereka terbatas. Setelah melakukan aksinya, kelompok tersebut melarikan diri ke arah barat.
Korban Alami Luka dan Kejadian Terekam CCTV
Akibat insiden tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami luka-luka. Berdasarkan keterangan medis, korban menderita luka robek pada ujung jari serta lecet di pergelangan tangan kiri. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini juga terekam kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi kepolisian dalam mengidentifikasi para terduga pelaku.
Penelusuran Identitas dan Penangkapan Pelaku
Polisi menyebut identitas salah satu terduga pelaku sempat dicurigai oleh warga setempat. Dari informasi tersebut, aparat melakukan penelusuran hingga ke perangkat desa di wilayah yang diduga menjadi tempat tinggal pelaku.
โSetelah ditemui dan ditanyai, terduga pelaku mengakui bahwa yang melakukan tindakan kejahatan jalanan di Canden adalah rombongannya. Pada saat didatangi di rumah terduga pelaku MD, juga terdapat rombongannya yang sedang berkumpul,โ ungkap Iptu Rita.
Tidak sampai dua puluh empat jam sejak kejadian, keenam terduga pelaku berhasil diamankan di wilayah Pundong, Kabupaten Bantul. Mereka kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Barang Bukti Disita dan Kasus Masih Didalami
Dalam penanganan kasus ini, Polres Bantul turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk tiga unit sepeda motor yang diduga digunakan saat kejadian. Hingga kini, kepolisian masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Polisi juga masih mengungkap motif di balik aksi penyerangan tersebut. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat dan mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
***