
TUGUJOGJA – Pencurian lampu proyek Tol Jogja-Solo di Sleman terjadi hingga delapan kali, dengan total kerugian mencapai Rp 50 juta jelang Lebaran 2026.
Kasus pencurian fasilitas proyek kembali terjadi di kawasan pembangunan Tol Jogja-Solo. Kali ini, lampu penerangan di area proyek Paket 2.2 yang berada di Ring Road Utara, Kronggahan, Sleman, dilaporkan kerap menjadi sasaran pencurian oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Peristiwa ini bukan kejadian tunggal. Berdasarkan catatan kontraktor, aksi pencurian telah terjadi berulang kali. Hingga pertengahan Maret 2026, setidaknya sudah delapan insiden serupa yang tercatat di lokasi tersebut.
Insiden terbaru terjadi pada Selasa (17/3) pagi, menambah daftar panjang kehilangan fasilitas penting di area proyek strategis tersebut.
Menyasar Lampu di Median Jalan
Aksi pencurian tidak dilakukan secara sembarangan. Pelaku diketahui menargetkan lampu penerangan yang terpasang di median jalan serta area dalam proyek.
Cara yang digunakan tergolong berisiko tinggi. Lampu dicuri dengan memotong kabel yang masih dalam kondisi dialiri listrik. Hal ini tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi lingkungan sekitar.
Lokasi proyek yang berada di kawasan Sleman menjadi titik vital karena merupakan jalur yang cukup padat, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Peran Penting Lampu untuk Keselamatan
Lampu penerangan di area proyek memiliki fungsi krusial, terutama pada malam hari. Keberadaannya dibutuhkan untuk menunjang visibilitas bagi pengendara yang melintas, sekaligus memberikan keamanan bagi para pekerja proyek.
Situasi menjadi semakin krusial karena lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut telah dibongkar. Dengan kondisi tersebut, lampu proyek menjadi satu-satunya sumber pencahayaan di sejumlah titik.
Hilangnya fasilitas ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta mengganggu aktivitas pekerjaan di lapangan.
Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah
Akibat serangkaian pencurian yang terjadi, pihak kontraktor mencatat kerugian yang tidak sedikit. PT Adhi Karya memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp 50 juta.
Kerugian tersebut berasal dari hilangnya sejumlah unit lampu serta kerusakan instalasi akibat pemotongan kabel yang dilakukan oleh pelaku.
Fokus Pengamanan Jelang Mudik Lebaran
Meski mengalami kerugian material, pihak kontraktor belum mengambil langkah hukum dalam waktu dekat. Saat ini, fokus utama diarahkan pada pengamanan arus mudik Lebaran 2026.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya, sehingga keamanan dan kelancaran lalu lintas di sekitar proyek menjadi prioritas.
Upaya pengamanan diharapkan dapat meminimalisasi kejadian serupa sekaligus memastikan kondisi jalan tetap aman bagi pengguna.
***