
TUGU JOGJA – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dengan meluncurkan program KKN Tematik bertajuk Zero Plastic Waste. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan WWF (World Wide Fund for Nature) dan menjadi bagian dari upaya strategis dalam menciptakan ekosistem kampus yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (14/3/2026) di Ruang Sidang Fakultas Teknobiologi, Gedung St. Fransiskus Asisi.
Kolaborasi Kampus dan WWF untuk Lingkungan Berkelanjutan
Program KKN Tematik Zero Plastic Waste menjadi langkah konkret UAJY dalam mengurangi timbulan sampah, khususnya sampah plastik di lingkungan kampus. Inisiatif ini juga didukung oleh pendanaan hibah dari program Plastic Smart Cities yang diinisiasi oleh WWF.
Melalui program ini, UAJY tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong implementasi langsung di lapangan. Mahasiswa angkatan 2023 yang terlibat sebagai peserta KKN Tematik akan berkolaborasi dengan tenaga kebersihan kampus dalam mengelola sampah secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Penguatan Sistem dan Budaya Zero Waste
Dra. L. Indah Murwani Yulianti, M.Si., dosen Fakultas Teknobiologi UAJY, membuka kegiatan dengan memberikan pemaparan mengenai arah dan tujuan program. Ia menekankan bahwa program ini tidak sekadar kegiatan akademik, melainkan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di lingkungan kampus.
“Tema besarnya dalam kegiatan ini adalah penguatan sistem pengelolaan sampah plastik menuju kampus yang minim sampah. Tujuannya adalah memperkuat kebijakan, menambah sarana, meningkatkan partisipasi, dan membangun sistem monitoring yang berkelanjutan.
Harapannya, budaya zero waste betul-betul melembaga di kampus,” jelas Indah.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku seluruh civitas akademika.
Tantangan Pengelolaan Sampah di Lapangan
Permasalahan pengelolaan sampah di kampus tidak hanya terbatas pada sampah plastik. Martana, perwakilan cleaning service, mengungkapkan tantangan yang dihadapi sehari-hari, khususnya terkait pengolahan sampah organik.
“Sampah daun memang sangat banyak. Contoh sampah daun yang berguguran, kemudian potongan daun dari hasil pemangkasan tanaman. Nah, itu yang agak sulit kami olah atau kami manfaatkan dan terpaksa harus dibuang ke TPA,” ungkap Pak Martana.
Kondisi ini menjadi salah satu fokus perhatian dalam program KKN, di mana mahasiswa diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk pengolahan sampah organik agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
Peran Mahasiswa dalam Pendataan dan Pengelolaan Sampah
Venansius Galih Perkasa Putra, S.Si., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menjelaskan bahwa mahasiswa akan terlibat aktif dalam proses pendataan hingga evaluasi pengelolaan sampah selama satu semester.
“Teman-teman KKN akan membantu Bapak/Ibu CS dalam hal pengelolaan dan pendataan sampah. Dengan tujuan pengurangan jumlah sampah di UAJY, maka kita harus tau data awalnya berapa, kemudian prosesnya bagaimana, datanya seperti apa, dan nanti di akhir KKN kalian bisa membuat Final Report. Misalnya ternyata setelah sosialisasi, data yang kalian kumpulkan menunjukan jumlah produksi sampah di UAJY menurun,” ujar Galih.
Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai efektivitas program sekaligus menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan ke depan.
Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, S.I.P., M.Si., memaparkan arah kebijakan pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam menangani sampah.
“Kebijakan pengelolaan sampah kita sekarang adalah desentralisasi. Sampah harus selesai di sumbernya, atau setidaknya di tingkat kemantren dan kelurahan. Kita tidak bisa lagi menggunakan pola lama, yaitu kumpul, angkut, lalu buang,” tegas Rajwan.
Ia juga menilai lingkungan kampus seperti UAJY memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber, terutama melalui penerapan pemilahan sejak awal.
Menuju Kampus Minim Sampah
Melalui KKN Tematik Zero Plastic Waste, mahasiswa UAJY diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kebersihan, dan pemangku kebijakan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih bersih dan minim sampah.
Program ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun budaya zero waste yang tidak hanya diterapkan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan jangka panjang di lingkungan kampus.***