
TUGU JOGJA – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), R.A. Vita Noor Prima Astuti, S.Pd., M.Hum., Ph.D., menorehkan capaian akademik di tingkat internasional setelah terpilih sebagai peserta dalam program “Seeds of Change: Initiating Social Entrepreneurship in University Education” yang diselenggarakan oleh United Board di Thailand.
Program ini menitikberatkan pada peran kewirausahaan sosial dalam membantu kelompok masyarakat yang tergolong KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel).
Program Internasional Dorong Kewirausahaan Sosial
Kegiatan tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni secara daring pada 19 November 2025, 26 November 2025, dan 3 Desember 2025, serta dilanjutkan dengan sesi tatap muka pada 21–23 Januari 2026 di Chiang Mai, Thailand. Melalui program ini, para peserta diajak untuk memahami sekaligus mengembangkan pendekatan kewirausahaan yang memiliki dampak sosial nyata, khususnya bagi kelompok rentan.
Vita menjelaskan ketertarikannya mengikuti program tersebut didorong oleh keunikan fokus yang belum pernah ia temui sebelumnya dalam kegiatan serupa. Selain itu, ia melihat peluang untuk mengaitkan materi yang diperoleh dengan pengajaran di kampus.
“Walaupun dulu di UAJY ada Pusat Studi Kewirausahaan, tapi saya belum begitu mengenali. Kemudian ada mata kuliah kewirausahaan, saya mau melihat bagaimana program ini bisa sejalan dengan mata kuliah Kewirausahaan yang sudah wajib,” ujarnya.
Integrasi Materi ke Dalam Perkuliahan
Sepulang dari program tersebut, Vita langsung mengadaptasi pengetahuan yang diperolehnya ke dalam proses pembelajaran. Sebagai pengampu mata kuliah Analisis Sosial dan Data Storytelling, ia memasukkan konsep social entrepreneurship sebagai bagian dari materi ajar.
Salah satu implementasinya adalah dengan mengangkat isu kelompok KLMTD sebagai tema utama pembelajaran pada tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa dalam memahami permasalahan sosial sekaligus mendorong mereka untuk merancang solusi berbasis kewirausahaan sosial.
Pendekatan ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Dukungan Kampus Jadi Kunci
Vita turut mengapresiasi dukungan penuh dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam proses partisipasinya. Dukungan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari tahap pendaftaran hingga pembiayaan transportasi untuk mengikuti kegiatan luring di Thailand.
Selain itu, FISIP UAJY juga memiliki peran strategis dalam merancang mata kuliah Analisis Sosial dan Data Storytelling yang memiliki keterkaitan dengan tema kewirausahaan sosial seperti yang diusung dalam program Seeds of Change.
Sinergi antara institusi dan dosen ini menjadi faktor penting dalam memastikan hasil program tidak berhenti pada pengalaman individu, tetapi dapat ditransformasikan menjadi manfaat yang lebih luas bagi lingkungan akademik.
Dorongan untuk Sivitas Akademika
Di akhir pernyataannya, Vita mendorong sivitas akademika UAJY untuk lebih aktif memanfaatkan peluang program internasional, khususnya yang diselenggarakan oleh United Board. Ia menilai kesempatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat reputasi institusi di kancah global.
“Harapan saya, kalau ada peluang-peluang seperti ini, kalau bisa ikut, tetaplah melamar. Terutama karena tarafnya sudah internasional, jadi sangat bagus untuk networking dan reputasi UAJY,” tutup Vita.
Partisipasi dalam program internasional seperti Seeds of Change menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara dapat membuka ruang inovasi dalam dunia pendidikan, terutama dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang responsif terhadap isu-isu sosial.***