
TUGUJOGJA – Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menunjukkan kepedulian nyata dengan menyerahkan bantuan biaya hidup atau living cost kepada 306 mahasiswa asal Sumatera yang saat ini sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Pelajar.
Penyerahan bantuan berlangsung di Markas Polda DIY, Jumat (19/6/2026). Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut. Ratusan mahasiswa tampak hadir dengan wajah penuh harapan.
Bantuan Living Cost
Banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Sumatera beberapa waktu lalu tidak hanya menghancurkan rumah, lahan pertanian, dan sumber penghidupan masyarakat.
Bencana itu juga memutus banyak jalur komunikasi. Hal itu juga mengganggu kemampuan ekonomi keluarga untuk mengirimkan biaya pendidikan kepada anak-anak mereka yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta.
Melihat kondisi tersebut, Polda DIY mengambil langkah nyata. Melalui donasi sukarela dari seluruh personel, jajaran kepolisian berhasil mengumpulkan bantuan. Kemudian, mereka menyalurkan sebagai biaya hidup bagi para mahasiswa terdampak.
Program bantuan living cost ini lahir dari semangat gotong royong dan rasa empati yang tumbuh di lingkungan Polda DIY. Seluruh personel terlibat dalam gerakan kemanusiaan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda yang tengah menghadapi ujian berat dalam perjalanan pendidikan mereka.
Bagi banyak mahasiswa, bantuan ini bukan hanya soal nominal. Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi situasi sulit keluarga di kampung halaman.
Kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih setelah bencana membuat banyak keluarga korban harus memprioritaskan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Di sisi lain, kebutuhan mahasiswa di perantauan tetap harus terpenuhi agar proses pendidikan tidak terganggu.
Situasi inilah yang mendorong Polda DIY untuk mengambil peran lebih besar dalam membantu menjaga keberlangsungan pendidikan para mahasiswa asal Sumatera.
Kepedulian Polda DIY ternyata bukan langkah spontan yang muncul sesaat. Bantuan kepada 306 mahasiswa ini merupakan bagian dari rangkaian panjang misi kemanusiaan yang telah berjalan sejak awal bencana terjadi.
Bantuan Langsung
Saat kabar banjir bandang pertama kali mengguncang Sumatera, jajaran Polda DIY langsung bergerak cepat. Berbagai upaya berjalan untuk membantu para korban, baik yang berada di wilayah terdampak maupun mahasiswa yang sedang berada di Yogyakarta.
Polda DIY mendirikan dapur umum untuk membantu mahasiswa terdampak yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tidak berhenti di situ, bantuan logistik dan uang tunai juga dikirim langsung ke lokasi bencana guna membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan.
Bahkan, personel Satuan Brimob Polda DIY turut diterjunkan ke wilayah Aceh untuk membantu proses evakuasi korban serta mendukung berbagai kegiatan pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polda DIY berharap dapat meringankan beban psikologis maupun finansial mahasiswa terdampak banjir bandang Sumatera.
Pada saat yang sama, langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan akademis agar tetap kondusif. (ef linangkung)