Penumpang Kereta Masih Tinggi di H+6 Lebaran 2026, Daop 6 Yogyakarta Catat 65.254 Orang, Arus Balik Belum Surut

Bagikan :
Penumpang Kereta H+6 Lebaran 2026/Foto: KAI

TUGUJOGJA– Mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api pada masa arus balik Lebaran 2026 masih menunjukkan angka tinggi. Memasuki H+6 Lebaran yang jatuh pada Jumat (27/3/2026), PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat total pergerakan penumpang mencapai 65.254 orang.

Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api, sekaligus menandakan arus balik belum sepenuhnya mereda.

Penumpang Kereta H+6 Lebaran 2026

Data sementara hingga pukul 13.00 WIB menunjukkan dinamika pergerakan penumpang yang cukup menarik. Volume keberangkatan tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan kedatangan, namun selisihnya sangat tipis.

Sebanyak 32.403 penumpang tercatat berangkat dari wilayah Daop 6 Yogyakarta, sementara 32.851 penumpang datang di berbagai stasiun wilayah tersebut. KAI menegaskan bahwa angka ini masih akan terus bergerak hingga malam hari seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa tingginya volume penumpang kereta pada H+6 Lebaran masih berada dalam tren arus balik yang padat.

Ia menyebutkan bahwa meskipun puncak arus balik telah terjadi pada 24 Maret 2026, pergerakan penumpang dalam jumlah besar masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga  Lonjakan Penumpang Stasiun Lempuyangan, Pertumbuhan 9 Persen jadi Bukti Masyarakat Kian Percaya Kereta Api

“Hari ini atau H+6 Lebaran, jumlah penumpang yang berangkat dan datang masih tinggi. Kami memprediksi arus balik tetap padat hingga 29 Maret mendatang, seiring imbauan pemerintah agar masyarakat memecah perjalanan serta adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA),” jelas Feni.

Tidak hanya itu, tingginya mobilitas juga tercermin dari tingkat keterisian kursi kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat penjualan tiket periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 523.840 tiket.

Angka tersebut setara dengan 98 persen dari total kapasitas 532.830 tempat duduk yang tersedia. Meski demikian, masih tersedia 18.196 kursi hingga akhir masa angkutan Lebaran.

Dari sisi operasional, sejumlah stasiun utama di wilayah Daop 6 menjadi titik dengan volume penumpang tertinggi. Untuk keberangkatan, Stasiun Yogyakarta mencatat angka tertinggi dengan 10.575 penumpang, lalu Stasiun Solobalapan sebanyak 6.952 penumpang.

Stasiun Lempuyangan menyusul dengan 3.855 penumpang, kemudian Stasiun Klaten 2.827 penumpang, Stasiun Purwosari 1.661 penumpang, dan Stasiun Wates sebanyak 1.215 penumpang.

Baca juga  Pedagang Angkringan di Panggang Meninggal Mendadak saat Beraktivitas, Polisi Sebut karena Sakit

Sementara itu, dari sisi kedatangan, Stasiun Yogyakarta kembali menjadi yang tertinggi dengan 11.298 penumpang. Stasiun Solobalapan mencatat 6.731 penumpang, disusul Stasiun Lempuyangan dengan 5.901 penumpang. Stasiun Purwosari mencatat 1.538 penumpang, Stasiun Klaten 1.330 penumpang, dan Stasiun Wates 735 penumpang.

Imbauan KAI Daop 6 Yogyakarta

Lonjakan penumpang ini memperlihatkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat selama periode Lebaran. Selain faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat.

KAI Daop 6 Yogyakarta juga terus mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket arus balik agar tidak kehabisan. Penumpang dapat memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun berbagai kanal mitra resmi lainnya.

Sebagai alternatif, KAI juga mendorong masyarakat memanfaatkan fitur Connecting Train atau kereta persambungan untuk mendapatkan rute perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan. Fitur ini menjadi solusi efektif di tengah tingginya permintaan tiket langsung.

Di sisi lain, KAI mengimbau para penumpang untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu perjalanan. Penumpang perlu memastikan kembali jadwal keberangkatan serta berangkat lebih awal menuju stasiun agar tidak terburu-buru. Langkah ini penting untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran perjalanan selama masa arus balik.

Baca juga  Lonjakan Wisatawan Asing: 117.312 Orang Serbu Daop 6 Yogyakarta, Pariwisata DIY Makin Menggeliat

Dengan tren yang masih tinggi hingga H+6 Lebaran, KAI memprediksi pergerakan penumpang akan tetap padat dalam beberapa hari ke depan.

Situasi ini sekaligus menegaskan bahwa arus balik Lebaran 2026 masih berada dalam fase aktif, dengan mobilitas masyarakat yang belum menunjukkan penurunan signifikan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

falaq-lazuardi-mLKiaysSQ7E-unsplash
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa untuk Halalbihalal, Lengkap dengan Makna dan Terjemahannya
Screenshot_20260327-201258
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat 20–26 Maret 2026, Guguran Lava Capai 2 Kilometer, Gempa Vulkanik Melonjak
gautam-arora-OVDtgUhUPBY-unsplash (1)
Anak PAUD/TK Dapat PIP 2026, Simak Cara Cek dan Ketentuan Penerimanya Berikut Ini
gilberto-peralta-bocio-1zGDh6FLXqM-unsplash
Jadwal Lengkap Paskah 2026 dan Pekan Suci: Tanggal, Makna, serta Libur Nasional
kari-shea-1SAnrIxw5OY-unsplash
Cara Daftar SNPMB 2026 untuk Gap Year, Bisa Pakai Akun Lama Tanpa Registrasi Ulang

TERPOPULER

falaq-lazuardi-mLKiaysSQ7E-unsplash
Teks Ikrar Halal Bihalal Bahasa Indonesia, Cocok untuk Syawalan Kantor hingga Keluarga
dom-fou-YRMWVcdyhmI-unsplash (1)
Cara Cek Rasionalisasi SNBT 2026, Memperbesar Peluang Lolos!
solo-jogja
Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun
bentrokan remaja
Ingin Keluar dari Geng Vascal, Dua Remaja di Yogyakarta Dihajar Rekan Sendiri dengan Sajam hingga Luka Parah Tembus Paru-paru
marwan-ahmed-_e_fe1OF-AI-unsplash
Hari Raya Idul Adha 2026 Kapan? Ini Perkiraan Jadwal Menurut NU, Muhammadiyah dan Pemerintah