Ingin Keluar dari Geng Vascal, Dua Remaja di Yogyakarta Dihajar Rekan Sendiri dengan Sajam hingga Luka Parah Tembus Paru-paru

Bagikan :
Ilustrasi perkelahian geng remaja. (TuguJogja)

TUGUJOGJA – Dua remaja mengalami luka serius akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam di Jalan Ki Mangun Sarkoro, kawasan Pakualaman, Kota Yogyakarta, Rabu, 24 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIB.

Peristiwa ini diduga berkaitan dengan upaya korban untuk keluar dari kelompok remaja yang dikenal sebagai Geng Vascal.

Kedua korban masing-masing berinisial AP (18), warga Mergangsan, dan RA (17), warga Depok, Sleman. Keduanya mengalami luka akibat serangan senjata tajam jenis celurit dalam peristiwa tersebut.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, menyampaikan bahwa kejadian bermula dari keinginan korban untuk keluar dari kelompok yang mereka ikuti. Namun, keinginan tersebut tidak disetujui oleh anggota lain.

“Keluar dari geng tidak bisa begitu saja. Mereka harus melalui semacam ‘gladiatoran’ atau duel sebagai syarat,” ujar Anton berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi dan korban.

Bentrokan Terjadi di Depan Sekolah

Peristiwa penganiayaan terjadi di depan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kedua pihak sebelumnya telah merencanakan pertemuan.

Baca juga  Lawan Mentalitas Abai dan Praktik Koruptif, Pemkab Gunungkidul Teguhkan Komitmen Zona Integritas

Awalnya, pertemuan direncanakan berlangsung di Jalan Sukonandi. Namun, lokasi kemudian berpindah ke Jalan Ki Mangun Sarkoro, tempat terjadinya bentrokan.

Dalam kejadian tersebut, AP mengalami luka bacok di bagian pundak kiri, kedua lengan, serta jempol tangan kanan. Sementara itu, RA mengalami luka lebih berat setelah senjata tajam menembus dada kiri hingga mengenai paru-paru.

AP sempat mendapatkan perawatan di RSUD Wirosaban. Adapun RA dirawat di RS Pratama Yogyakarta sebelum dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap untuk penanganan lanjutan.

Korban dan Pelaku Diduga Saling Mengenal

Korban dan pelaku saling mengenal karena berasal dari kelompok yang sama. Bentrokan tersebut juga diduga telah direncanakan sebelumnya, bukan terjadi secara spontan.

“Ini bukan karena saling ejek di jalan. Mereka sudah janjian untuk bertemu dan melakukan duel,” demikian keterangan yang diperoleh dari kepolisian.

Dalam kejadian ini, korban juga diketahui membawa senjata tajam. RA membawa dua celurit, sementara AP membawa satu celurit. Namun, keduanya diduga kalah jumlah dari kelompok lawan.

Baca juga  Raih 1,2 Juta Penonton: Mawar De Jongh dan Tim Sampai Titik Terakhirmu Kupas Proses Kreatif di JAFF Market 2025

Polisi menemukan dua bilah celurit milik RA di lokasi kejadian sebagai barang bukti.

Terungkap dari Laporan Rumah Sakit

Kasus ini terungkap setelah Polsek Umbulharjo menerima laporan dari rumah sakit sekitar pukul 03.00 WIB. Pada awalnya, korban diduga sebagai pasien kecelakaan lalu lintas.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di instalasi gawat darurat, petugas menemukan luka yang mengarah pada penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Petugas kemudian mengamankan korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Penanganan kasus selanjutnya dilimpahkan ke Polresta Yogyakarta karena kewenangan penyidikan.

Rekomendasi Kepolisian: Perketat Pengawasan

Pihak kepolisian menilai perlu adanya langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa.

Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain meningkatkan koordinasi lintas instansi, mengintensifkan patroli terbuka dan tertutup pada jam rawan dan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kelompok remaja

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bahwa fenomena kekerasan jalanan dan geng remaja di Yogyakarta masih menjadi ancaman nyata yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Berita Terbaru

Penumpang Arus Balik Gunungkidul 2026
Puncak Arus Balik Gunungkidul 2026 Terlampaui, Pergerakan Penumpang Masih Tinggi di Terminal Semin dan Dhaksinarga Wonosari
Penumpang Kereta
H+4 Lebaran 2026: Volume Penumpang Daop 6 Yogyakarta Tembus 66.257 Orang, Tiket Tersisa 25.359 hingga 1 April
Gembira Loka Zoo
Gembira Loka Zoo Yogyakarta Masih jadi Destinasi Favorit Lebaran 2026, Puluhan Ribu Wisatawan Serbu Kebun Binatang Ikonik Ini
bentrokan remaja
Ingin Keluar dari Geng Vascal, Dua Remaja di Yogyakarta Dihajar Rekan Sendiri dengan Sajam hingga Luka Parah Tembus Paru-paru
sq-lim-NETAdftZNfM-unsplash
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama April 2026, Cek Hari Libur Berikut Ini

TERPOPULER

mochammad-hafidz-je5jB1CYvKs-unsplash (1)
Contoh Teks MC Halal Bihalal Syawalan Bahasa Jawa untuk Acara Keluarga dan Lingkungan
falaq-lazuardi-mLKiaysSQ7E-unsplash
Teks Ikrar Halal Bihalal Bahasa Indonesia, Cocok untuk Syawalan Kantor hingga Keluarga
bentrokan remaja
Ingin Keluar dari Geng Vascal, Dua Remaja di Yogyakarta Dihajar Rekan Sendiri dengan Sajam hingga Luka Parah Tembus Paru-paru
solo-jogja
Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun
kode-seksi-pengawasan
Kode Seksi Pengawasan NPWP Diisi Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya