
TUGUJOGJA- KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket Kereta Api (KA) Jarak Jauh pada momentum Angkutan Lebaran 2026.
Memasuki hari ke-13 Ramadan atau per 2 Maret 2026, sebanyak 254.446 tiket telah terjual dari total kapasitas 525.350 tempat duduk yang disediakan selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Angka tersebut menunjukkan tingkat okupansi mencapai 48,43 persen dan terus bergerak dinamis seiring tingginya minat masyarakat untuk mudik menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
KAI Daop 6 Yogyakarta Siapkan 525.350 Kursi dan 12 KA Tambahan
Manajemen KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar masa Angkutan Lebaran selama 22 hari penuh, mulai 11 Maret sampai 1 April 2026.
Dalam periode tersebut, KAI Daop 6 menyediakan kapasitas angkut hingga 525.350 tempat duduk untuk KA Jarak Jauh dengan keberangkatan awal dari wilayah Daop 6.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 6 mengoperasikan 12 kereta api tambahan yang berangkat dari stasiun wilayahnya.
Rinciannya meliputi 10 KA Jarak Jauh Tambahan dan 2 KA Motis (Motor Gratis). Kebijakan ini mempertegas komitmen KAI dalam mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa tren pemesanan tiket terus menunjukkan peningkatan.
“Hari ini per 2 Maret 2026, Daop 6 mencatat jumlah tiket KA Jarak Jauh KAI Daop 6 Yogyakarta yang terjual mencapai 254.446 tiket atau 48,43 persen dari total kapasitas yang telah disediakan,” ujar Feni.
Perkiraan Puncak Arus Balik KAI Daop 6 Yogyakarta
Berdasarkan data sementara, KAI Daop 6 mencatat lonjakan tertinggi penjualan tiket terjadi pada H+3 Lebaran atau Selasa, 24 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, sebanyak 21.924 tiket terjual dalam satu hari dengan tingkat okupansi mencapai 105 persen.
Sehari sebelumnya, pada 23 Maret 2026, penjualan bahkan menembus 21.287 tiket dengan okupansi 107 persen. Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen terjadi karena KAI menerapkan pola dinamis melalui penambahan rangkaian dan optimalisasi tempat duduk.
Feni menegaskan bahwa angka tersebut masih berpotensi meningkat karena proses pemesanan tiket terus berlangsung. Ia memprediksi lonjakan signifikan akan terus terjadi mendekati puncak arus balik.
Data per Senin, 3 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, menunjukkan pergerakan okupansi yang meningkat tajam menjelang Lebaran dan arus balik.
Pada awal masa angkutan, 11 Maret 2026, KAI mencatat penjualan 3.148 tiket dengan okupansi 16 persen. Angka tersebut terus naik menjadi 8.868 tiket pada 14 Maret (42 persen) dan 10.944 tiket pada 18 Maret (52 persen).
Lonjakan signifikan mulai terlihat pada 22 Maret 2026 dengan penjualan 14.942 tiket atau okupansi 75 persen. Puncaknya terjadi pada periode 23–26 Maret 2026 yaitu 23 Maret: 21.287 tiket (107 persen), 24 Maret: 21.924 tiket (105 persen), 25 Maret: 20.311 tiket (97 persen) dan 26 Maret: 19.287 tiket (92 persen)
Setelah periode tersebut, angka penjualan tetap tinggi meski perlahan menurun, seperti pada 27 Maret (18.159 tiket atau 87 persen) dan 29 Maret (17.750 tiket atau 85 persen).
Memasuki akhir periode angkutan, okupansi kembali menurun. Pada 31 Maret tercatat 5.727 tiket terjual (29 persen) dan 1 April sebanyak 2.762 tiket (14 persen).
KAI Imbau Masyarakat Segera Pesan Tiket
Melihat tren yang terus meningkat, KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau masyarakat agar segera merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik.
“KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian pada masa Lebaran menggunakan kereta api untuk segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket agar tidak kehabisan,” tegas Feni.
Ia juga mendorong calon penumpang yang belum memperoleh tiket sesuai tanggal favorit untuk mempertimbangkan alternatif jadwal keberangkatan. Masyarakat dapat memanfaatkan fitur connecting train pada aplikasi Access by KAI guna meningkatkan peluang mendapatkan tiket.
Lonjakan penjualan tiket pada hari ke-13 Ramadan mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Faktor ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan jarak jauh, serta tambahan armada menjadi daya tarik utama.
Dengan lebih dari separuh kapasitas telah terjual bahkan sebelum memasuki puncak mudik, KAI Daop 6 Yogyakarta memperkirakan okupansi akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026 disarankan segera mengamankan tiket sejak dini agar dapat memilih jadwal dan kelas layanan sesuai kebutuhan. (ef linangkung)