Rutin Bayar PBB Tiap Tahun, Warga Sawur Gunungkidul Heran Tetap Dapat Tagihan, Pertanyakan ke Mana Setoran Pajak Mengalir?

Bagikan :
Ilustrasi lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 yang diterima warga, memperlihatkan rincian tagihan berjalan dan catatan tunggakan tahun sebelumnya. (TJ)

TUGUJOGJA – Kekecewaan mendalam menyelimuti sejumlah warga Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Mereka mengaku tidak pernah lalai menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) setiap tahun.

Namun, saat Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) terbaru terbit, warga justru dikejutkan oleh munculnya daftar tunggakan yang terus membengkak.

Situasi ini memicu keresahan dan pertanyaan besar mengenai transparansi pengelolaan dana tersebut di tingkat bawah. Warga merasa telah memenuhi kewajibannya kepada negara, tetapi catatan administrasi resmi justru menunjukkan hal sebaliknya.

Salah seorang warga Padukuhan Sawur mengungkapkan bahwa dirinya mengalami persoalan ini sejak tahun 2021. Padahal, ia selalu melunasi pembayaran PBB tepat waktu sesuai dengan nominal yang tertera.

“Memang benar, warga setiap tahun sudah membayar PBB. Saya sendiri juga selalu membayar lunas setiap tahun. Tetapi sampai sekarang justru muncul tagihan. Mulai tahun 2021, kemudian tahun 2022 sampai tahun 2026 tetap muncul tunggakan di SPPT saya. Padahal saya selalu membayar,” ungkap warga tersebut.

Baca juga  Jadwal Pertandingan Bola Malam Ini 14–15 November, Piala Dunia U17 hingga Uji Coba Timnas

Meskipun masih menyimpan seluruh bukti pembayaran dengan baik, ia mengaku bingung mengapa data administrasi yang diterimanya tetap menunjukkan adanya kewajiban pajak yang belum terselesaikan.

Warga khawatir masalah pencatatan ini akan merugikan masyarakat yang selama ini taat aturan.

Data Tunggakan PBB-P2 di Kalurahan Sawahan

Berdasarkan data dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul, nilai tunggakan PBB-P2 di Kalurahan Sawahan memang menunjukkan tren peningkatan.

Pada tahun 2024, nilai tunggakan tercatat sebesar Rp39,2 juta, dan angka tersebut naik menjadi Rp45,9 juta pada tahun 2025.

Kenaikan tunggakan ini menjadi sorotan serius mengingat potensi total penerimaan PBB-P2 di Kalurahan Sawahan sebenarnya cukup besar, yakni mencapai sekitar Rp160 juta per tahun.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Penagihan, Pelayanan, dan Pengendalian BKAD Kabupaten Gunungkidul, Aji Sukendro, mengimbau masyarakat untuk tidak langsung berasumsi bahwa kesalahan pencatatan berada di pihak BKAD.

Ia menyarankan wajib pajak untuk segera melakukan klarifikasi kepada pihak atau petugas yang selama ini menerima titipan pembayaran pajak di wilayah setempat.

Baca juga  Bupati Optimistis Lampaui Target Rp500 Juta, Bulan Dana PMI Gunungkidul 2025 Resmi Bergulir

“Jika di SPPT tahun berjalan masih muncul tunggakan tahun sebelumnya, kami sarankan klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang menerima pembayaran. Bisa jadi ada persoalan dalam proses penyetoran,” jelas Aji.

Rekomendasi Jalur Pembayaran yang Aman

Untuk meminimalkan risiko administrasi, BKAD merekomendasikan beberapa jalur pembayaran PBB-P2 yang dinilai lebih aman karena langsung terintegrasi secara daring.

Wajib pajak disarankan membayar langsung melalui bank, kantor pos, dompet digital (e-wallet), maupun petugas pemungut resmi yang ditunjuk oleh BKAD. Pembayaran melalui kanal resmi ini akan langsung tercatat secara instan dalam sistem.

Aji juga menambahkan bahwa munculnya nilai tunggakan pada SPPT bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.

Di antaranya adalah perubahan kepemilikan objek pajak yang belum diperbarui, wajib pajak yang pindah domisili, hingga adanya potensi penyimpangan oleh oknum tertentu saat proses penyetoran.

Namun, pihak BKAD menegaskan kasus penyimpangan oknum tersebut persentasenya sangat kecil.

Kasus yang menimpa warga Sawur ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu menyimpan struk atau bukti fisik pembayaran pajak. Dokumen tersebut merupakan bukti utama yang sah apabila sewaktu-waktu terjadi selisih data antara pembayaran riil dengan sistem administrasi pemerintah.

Baca juga  SLB Bhakti Wiyata Kulon Progo Hadapi Krisis Guru, Penerimaan Siswa Baru 2026 Dibatasi

Warga berharap pihak terkait segera memberikan kepastian dan menelusuri aliran dana yang telah mereka setorkan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir