Sapi Jumbo 1,08 Ton Milik Peternak Gunungkidul Jadi Kurban Presiden, Kisah Sugeng Merawat Raksasa Simmental dari Kandang Sederhana

Bagikan :
Peternak Gunungkidul menunjukkan sapi simmental 1,08 ton yang terpilih menjadi kurban Presiden RI 2026.
Sapi simmental berbobot 1,08 ton milik Sugeng Hadi Prayitno di Gedangsari, Gunungkidul, terpilih menjadi hewan kurban Presiden. (Eln)

TUGUJOGJA – Suara lenguhan sapi terdengar bersahut-sahutan di sebuah kandang sederhana di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.

Di balik kandang model lama yang jauh dari kesan mewah itu, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang peternak desa yang kini menuai kebanggaan besar.

Sugeng Hadi Prayitno tak pernah menyangka salah satu sapi jumbo hasil ternaknya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia pada Iduladha 2026.

Sapi jenis simmental berbobot 1.080 kilogram atau 1,08 ton miliknya resmi dipilih pemerintah setelah melalui proses seleksi ketat.

Bagi Sugeng, kabar tersebut bukan sekadar soal transaksi bernilai tinggi. Lebih dari itu, pemilihan sapi miliknya menjadi bukti bahwa peternak lokal dari pelosok Gunungkidul mampu menghasilkan ternak berkualitas nasional.

Awal Mula Sapi Jumbo Milik Sugeng Dilirik Pemerintah

Sugeng menceritakan, beberapa waktu lalu sejumlah petugas dari dinas terkait datang langsung ke kandangnya untuk melakukan pengecekan. Saat itu, mereka meninjau satu per satu sapi yang dipelihara Sugeng di dua kandang berbeda.

Di kandang utama, Sugeng memelihara sejumlah sapi simmental dan beberapa jenis lainnya. Sementara di kandang kedua, ia juga merawat sekitar 10 ekor sapi tambahan. Total, ada sekitar 20 ekor sapi yang ia pelihara, mulai dari anakan, ukuran sedang, hingga sapi-sapi berbadan jumbo.

โ€œWaktu itu dari dinas datang untuk melihat langsung sapi-sapi yang ada di kandang. Memang ada beberapa yang ukurannya besar,โ€ ujar Sugeng saat ditemui di rumahnya, Jumat (15/5/2026).

Kedatangan petugas itu awalnya tidak membuat Sugeng berpikir jauh. Namun suasana berubah ketika petugas mulai menanyakan kemungkinan sapi miliknya dijadikan hewan kurban Presiden.

โ€œSaat itu dari pihak dinas mengatakan berkenan tidak kalau sapi saya menjadi sapi kurban Presiden. Saya monggo saja kalau mau,โ€ katanya sambil tersenyum.

Sugeng kemudian menawarkan dua sapi andalannya. Satu sapi berbobot 1.080 kilogram dan satu lagi memiliki bobot 1.025 kilogram. Kedua sapi itu menjadi kandidat kuat karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan kondisi kesehatannya yang prima.

Baca juga  Kumpulan Ucapan Sungkeman Idul Fitri 1447 H Bahasa Jawa Halus, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Lolos Seleksi Ketat, Sapi Simmental 1,08 Ton Jadi Pilihan Presiden

Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, pengecekan fisik, dan penimbangan riil, satu sapi simmental berbobot 1.080 kilogram akhirnya dinyatakan memenuhi seluruh kriteria hewan kurban Presiden.

Sapi tersebut merupakan hasil ternak sendiri yang telah dirawat Sugeng sejak kecil. Usianya kini mencapai 3 tahun 1 bulan dan berasal dari indukan limosin unggulan.

Keberhasilan itu membuat Sugeng merasa haru sekaligus bangga. Puluhan tahun menjadi peternak sapi, baru kali ini ternaknya dipercaya menjadi hewan kurban untuk orang nomor satu di Indonesia.

โ€œKalau dibeli artis belum pernah, pejabat juga baru sekarang ini. Biasanya ya ke teman-teman saja, pasar, atau ada yang datang ke sini,โ€ ucapnya.

Kandang Sederhana, Perawatan Apa Adanya, Hasilnya Justru Fantastis

Di tengah banyaknya peternakan modern dengan teknologi canggih, kisah Sugeng justru terasa kontras. Ia mengaku tidak memberikan perlakuan istimewa kepada sapi-sapi miliknya, termasuk sapi jumbo yang kini dipilih Presiden.

Kandang yang digunakan pun masih tergolong sederhana dengan model lama khas pedesaan. Namun dari tempat itulah lahir sapi berbobot lebih dari satu ton.

Sugeng mengatakan, kunci utama perawatan sapi sebenarnya terletak pada ketelatenan dan kedisiplinan.

โ€œTidak ada perawatan khusus. Makan itu jam 12 saya kasih coboran dua ember per sapi dari ampas tahu, konsentrat, dan bekatul. Kemudian lanjut makan jerami dan rumput hijau, sudah itu saja,โ€ jelasnya.

Rutinitas pemberian pakan itu dilakukan setiap hari hingga sore. Selain makanan, Sugeng juga sangat memperhatikan kebersihan kandang dan tubuh sapi.

โ€œKebersihan kandang dan sapi juga diperhatikan. Rutin dibersihkan saja,โ€ imbuhnya.

Baca juga  Fenomena Suara Drumband Malam Hari di Jogja: Kepercayaan atau Realita?

Meski terdengar sederhana, pola perawatan konsisten itu ternyata mampu menghasilkan sapi-sapi dengan ukuran luar biasa.

Rahasia Membesarkan Sapi Jumbo, Masa Krusial Ada di Usia 4 Bulan

Menurut Sugeng, membentuk sapi berukuran jumbo tidak bisa dilakukan secara instan. Ada fase penting yang sangat menentukan pertumbuhan sapi, terutama ketika usia memasuki 4 hingga 6 bulan.

Pada masa itulah peternak harus benar-benar fokus memperhatikan pembentukan tulang, pertumbuhan tubuh, hingga asupan nutrisi.

โ€œIstilahnya dipacu agar sapi ini bisa tumbuh maksimal. Masa-masa krusialnya 4 sampai 6 bulan itu,โ€ katanya.

Ia menegaskan, kualitas pakan, vitamin, dan pola pemeliharaan pada fase tersebut sangat menentukan ukuran sapi saat dewasa. Jika terlambat penanganan, pertumbuhan sapi tidak akan optimal.

Puluhan Tahun Menjadi Peternak, Pernah Pelihara 43 Ekor Sapi

Dunia peternakan bukan hal baru bagi Sugeng. Ia telah menggeluti usaha ternak sapi sejak era 1980-an. Puluhan tahun pengalaman membuatnya memahami karakter dan kebutuhan sapi secara detail.

Pada masa jayanya, Sugeng pernah memelihara hingga 43 ekor sapi sekaligus dengan berbagai ukuran dan jenis.

Bahkan, capaian tertingginya adalah berhasil membesarkan sapi berbobot 1,2 ton yang kemudian dibeli pembeli asal Boyolali.

Tak hanya itu, di kandangnya juga masih terdapat beberapa sapi indukan tua yang produktif. Salah satunya bahkan pernah melahirkan hingga 18 kali.

Pengalaman panjang itulah yang membuat Sugeng mampu mempertahankan kualitas ternaknya hingga sekarang.

Pengiriman Sapi Presiden Butuh Persiapan Khusus

Di balik kebanggaan itu, Sugeng kini juga mulai memikirkan proses pengiriman sapi jumbo tersebut menuju lokasi penyembelihan. Ukuran sapi yang sangat besar membuat proses pemindahan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Ia harus memastikan armada pengangkut, akses jalan, hingga lokasi penempatan sapi benar-benar aman dan memadai.

โ€œYa harus diperhatikan betul nanti. Karena sapi besar itu sulit bawanya,โ€ ujarnya.

Bobot sapi yang mencapai lebih dari satu ton memang membutuhkan kendaraan khusus serta penanganan ekstra agar sapi tetap aman dan tidak stres selama perjalanan.

Baca juga  Inovasi Jalur Bypass PDAM Gunungkidul Pangkas Waktu Tunggu Air Bersih Ngobaran - Panggang

Akan Disalurkan ke Masjid Nur Huda Nglipar

Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, mengatakan sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden tersebut nantinya akan disalurkan kepada jamaah Masjid Nur Huda di Padukuhan Gebang, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar.

Pemerintah daerah bersama Puskeswan Nglipar dan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi kesehatan sapi tersebut.

โ€œUntuk titik penerimanya sudah ditentukan di Masjid Nur Huda, Gebang, Pengkol,โ€ kata Johan.

Selain bantuan hewan kurban dari Presiden, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menyiapkan hewan kurban dari APBD yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Bukti Peternak Gunungkidul Mampu Bersaing Nasional

Terpilihnya sapi milik Sugeng menjadi hewan kurban Presiden membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gunungkidul.

Keberhasilan itu sekaligus menjadi bukti bahwa peternak lokal mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang sanggup bersaing di tingkat nasional.

Di balik kandang sederhana dan rutinitas yang tampak biasa, tersimpan ketelatenan, kesabaran, serta pengalaman puluhan tahun yang akhirnya berbuah prestasi membanggakan.

Kini, nama Sugeng Hadi Prayitno tidak hanya dikenal sebagai peternak sapi di Gedangsari. Ia menjadi simbol bahwa kerja keras peternak desa juga mampu menarik perhatian Istana Negara. (ef linangkung)

situs toto

toto togel

bandar togel

toto togel

toto togel

toto slot

slot resmi

situs togel

toto slot

link gacor

situs toto

slot gacor

situs togel

toto slot

situs slot

slot resmi

situs toto

slot gacor

situs gacor

link gacor

bandar togel

link slot

link togel

situs togel

situs slot

slot online

cabe4d daftar

toto togel

link slot

toto togel

situs toto

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta