Serangan Monyet Ekor Panjang Menggila, 80 Persen Lahan Pertanian di Purwodadi Tepus Rusak Parah

Bagikan :
Ilustrasi | Petani Purwodadi kewalahan hadapi teror monyet ekor panjang di musim kemarau. (Freepik)

TUGUJOGJA– Derita petani di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, kian memuncak. Serangan monyet ekor panjang (MEP) semakin menggila di musim kemarau tahun ini.

Warga tidak hanya kehilangan hasil panen, tetapi juga harus berjaga siang malam di ladang demi menyelamatkan sisa tanaman yang masih tersisa.

Lurah Purwodadi, Sagiyanto, mengungkapkan bahwa kawanan MEP keluar dari habitat hutan dan menyerbu lahan pertanian warga tanpa henti. Ia menegaskan, kondisi tersebut telah menyebabkan kerusakan masif.

“Sekitar 80 persen lahan pertanian warga kami rusak akibat serangan monyet ekor panjang. Mereka memakan tanaman, merusak kebun, bahkan ada yang nekat masuk ke pekarangan dan rumah warga,” kata Sagiyanto, Kamis (28/8/2025).

Kawanan MEP Turun Gunung, Tanaman Warga Habis Dilalap

Serangan MEP semakin menjadi-jadi sejak awal musim kemarau. Tidak hanya menyerang ladang yang ditanami singkong, jagung, kacang, dan padi gogo, kawanan monyet juga mengacak-acak kebun buah milik warga.

Ketika lahan di hutan mulai kering, monyet keluar berbondong-bondong menuju area pertanian.

Baca juga  Doa Ziarah Kubur Idul Fitri Lengkap: Urutan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Petani dibuat kewalahan. Mereka harus menunggui ladang dari pagi hingga sore. Bahkan, sebagian memilih bermalam di ladang agar tanaman tidak habis diserbu satwa liar itu.

Namun upaya itu sering kali sia-sia. Dalam sekejap, saat petani lengah, kawanan monyet berhasil merusak lahan dan melahap hasil tanaman.

“Petani sekarang banyak yang ndino (seharian) di ladang. Ada juga yang mencoba melindungi tanaman dengan jaring keliling, tapi monyet tetap bisa mencari celah masuk,” ujar Sagiyanto.

Teror Hewan Liar dan Ancaman Meluas di Gunungkidul

Ironisnya, warga Purwodadi tidak hanya berhadapan dengan kawanan MEP. Sagiyanto mengingatkan bahwa sebelumnya hewan liar misterius juga sempat meneror. Hewan tersebut menyerang kambing milik warga dan menimbulkan keresahan berkepanjangan.

“Kalau hewan buas yang menyerang kambing itu tahun lalu masih ada. Untuk tahun ini sampai Agustus belum ada, dan kami berharap jangan sampai terjadi lagi,” ungkapnya.

Warga lantas memperketat penjagaan ternak dengan memperkuat kandang, memperkecil celah, serta melarang anjing peliharaan dilepasliarkan. Sebab, ada dugaan bahwa sebagian kasus penyerangan kambing justru dipicu oleh anjing liar.

Baca juga  PAD Pariwisata Bantul 2025 Baru Capai 34,96 Persen, April Menjadi Puncak Kunjungan Wisatawan

Fenomena serangan MEP bukan hanya dialami warga Tepus. Beberapa wilayah lain di Gunungkidul juga merasakan dampaknya, terutama kawasan pesisir, timur, dan utara yang masih berbatasan langsung dengan hutan.

Kawanan monyet semakin berani masuk ke permukiman, mengambil makanan di dapur, mencuri buah di kebun, bahkan membawa kabur telur ayam milik warga.

Bagi petani, kerugian ekonomi akibat serangan MEP terasa sangat berat. Hasil panen yang seharusnya menjadi sumber pangan dan penghasilan, kini lenyap begitu saja.

Warga hanya bisa berharap ada solusi nyata dari pemerintah daerah agar serangan monyet tidak terus menjadi momok yang merusak kesejahteraan masyarakat.

Di balik kepanikan dan kelelahan, semangat warga Purwodadi tetap menyala. Mereka tidak mau menyerah.

Dengan segala keterbatasan, petani memilih bertahan menjaga ladang, membentengi kebun dengan pagar seadanya, dan saling bergotong royong untuk menghalau kawanan MEP.

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025