
TUGUJOGJA — Kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Parangtritis pada Minggu (19 April 2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Dua remaja laki-laki terseret arus rip current saat bermain selancar tanpa pengawasan dan tanpa izin. Satu korban berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Komandan SAR Linmas Wilayah 3 Parangtritis, Muhammad Arif Nugroho, menyampaikan bahwa peristiwa bermula saat korban bersama dua rekannya tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.
Salah satu korban sempat meminta diajari berselancar kepada seorang atlet yang berada di lokasi, namun permintaan tersebut ditolak karena yang bersangkutan memiliki jadwal pelatihan.
Tanpa sepengetahuan pemilik, korban kemudian mengambil papan selancar dan bersama satu rekannya mencoba berselancar di perairan tanpa memahami kondisi ombak serta tanpa mengikuti prosedur keselamatan.
Keduanya kemudian terseret arus rip current yang kuat dan menjauh dari bibir pantai. Atlet selancar yang berada di lokasi segera melakukan upaya pertolongan, diikuti petugas SAR dan Linmas yang sedang berjaga.
Petugas melakukan evakuasi menggunakan papan selancar dan pelampung di tengah gelombang tinggi. Dalam proses tersebut, satu korban berhasil diselamatkan.
Namun, satu korban lainnya terseret lebih jauh ke tengah laut. Pada jarak sekitar 350 hingga 400 meter dari pantai, gelombang tinggi menghantam tim penyelamat sehingga korban terlepas dan terbawa arus.
Hingga laporan ini disampaikan, pencarian terhadap korban masih berlangsung.
Dua saksi, Rhodiva Wahyu (25) dari SATGAS Linmas Jogo Segoro dan Bima Sepiawan (29) dari SATLINMAS Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, turut memberikan keterangan dan terlibat dalam upaya awal penanganan.
Identitas korban tercatat sebagai berikut: Angger Raditya Nanda P (16), warga Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul, masih dalam pencarian. Sementara Angga Hendra Saputra (16), warga Masahan, Trirenggo, Bantul, berhasil selamat.
Tim gabungan dari SATGAS Linmas Jogo Segoro Satpol PP Kabupaten Bantul, SATLINMAS Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, serta warga melakukan pencarian dan memperluas area operasi. Kondisi gelombang yang masih tinggi menjadi kendala di lapangan.
Muhammad Arif Nugroho menyatakan pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia. Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Pantai Parangtritis memiliki karakter arus rip current yang berbahaya.
Proses pencarian masih berlangsung hingga malam hari dengan melibatkan tim gabungan dan peralatan penyelamatan laut.