
TUGUJOGJA – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Kota Yogyakarta terus berkembang dan mendapat perhatian luas.
Universitas Gadjah Mada memberikan klarifikasi terkait keterlibatan salah satu dosennya, Cahyaningrum Dewojati, yang diketahui menjadi penasihat di Yayasan Daycare Little Aresha.
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menyatakan bahwa keterlibatan tersebut bersifat pribadi dan tidak mewakili institusi kampus.
UGM menegaskan tidak memiliki hubungan struktural maupun kelembagaan dengan yayasan yang mengelola daycare tersebut.
Keterlibatan Bersifat Personal
UGM menjelaskan bahwa Cahyaningrum Dewojati merupakan dosen aktif, namun aktivitasnya di luar kampus, termasuk sebagai penasihat daycare, dilakukan dalam kapasitas individu.
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan keterkaitan institusi dengan kasus tersebut.
โYang bersangkutan bertindak dalam kapasitas personal. Proses masih berjalan, dan kami mengikuti perkembangan dengan baik,โ ujar I Made Andi Arsana.
Sikap UGM terhadap Kasus
UGM juga menyampaikan keprihatinan atas dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan daycare.
Kampus menegaskan komitmennya terhadap perlindungan anak serta pentingnya penanganan kasus secara objektif dan sesuai hukum.
Pihak kampus menyatakan akan memantau perkembangan kasus dan membuka kemungkinan mengambil langkah lanjutan sesuai kewenangan, dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.
Perkembangan Penanganan Kasus
Sementara itu, aparat kepolisian telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara di Polresta Yogyakarta.
Penetapan ini menjadi bagian dari proses penyidikan terhadap dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak di daycare tersebut.
Kasus ini dinilai penting karena menyangkut aspek perlindungan anak serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengasuhan.
Sorotan Publik dan Harapan Transparansi
Perkembangan kasus ini terus menjadi perhatian publik.
Selain proses hukum, masyarakat juga menyoroti transparansi penanganan serta akuntabilitas pihak-pihak yang terlibat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap lembaga yang berhubungan langsung dengan keselamatan dan perkembangan anak.
Proses penyidikan masih berlangsung dan berpotensi berkembang seiring dengan temuan baru dari aparat penegak hukum.