
TUGUJOGJA – Aksi tawuran pecah di Jalan Menur, Dusun Jopaitan, Palbapang, Bantul, pada Minggu (17/8/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa ini langsung menyedot perhatian masyarakat karena berlangsung tepat pada momentum Hari Kemerdekaan RI ke-80.
Polisi menyebut insiden ini menyebabkan dua pemuda mengalami luka bacok cukup serius dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, membenarkan peristiwa tawuran yang sempat viral di media sosial tersebut.
Ia menjelaskan bahwa laporan pertama datang dari seorang warga bernama Yatinem (57), ibu rumah tangga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Warga melapor ada keributan dan pengeroyokan melibatkan sejumlah pemuda, bahkan ada yang menggunakan senjata tajam,” ungkap Jeffry.
Kronologi Tawuran di Palbapang Bantul
Menurut keterangan saksi bernama Heri Setiawan (19), lanjut AKP I Nengah Jeffry, rombongan pelaku datang secara tiba-tiba ke lokasi. Mereka langsung menyerang dua korban yang sedang berada di tempat kejadian.
Suasana berubah ricuh, jeritan pecah di tengah malam, dan masyarakat sekitar panik melihat aksi brutal yang berlangsung hanya dalam hitungan menit.
Korban pertama, Irkham Atha Nur Rokhim (19), warga Jopaitan RT 02 Palbapang, terkena bacokan di tangan kanan hingga mengalami patah tulang. Selain itu, ia juga mendapat luka bacok di bagian kepala.
“Kondisinya memaksa pihak keluarga membawa Irkham ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujar AKP I Nengah Jeffry.
Korban kedua, Alfian Ramlan (21), yang juga warga Jopaitan RT 02 Palbapang, mengalami luka bacok cukup parah. Bacokan mengenai punggungnya dan membuat luka terbuka. Tidak hanya itu, Alfian juga terluka di tangan kiri serta mengalami luka pecet pada lutut kaki kiri dan kanan.
Polisi Bergerak Cepat dan Warga Trauma
AKP I Nengah Jeffry menegaskan, polisi langsung bergerak setelah menerima laporan. Anggota mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan barang bukti.
“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Identitas para pelaku sudah kami kantongi, dan saat ini tim gabungan sedang melakukan pengejaran,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Polres Bantul tidak akan tinggal diam terhadap aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. “Kami akan menindak tegas para pelaku.
Tawuran dengan senjata tajam tidak hanya membahayakan korban, tetapi juga mengganggu ketertiban umum,” katanya.
Insiden tersebut menyisakan trauma bagi warga sekitar. Beberapa saksi mata mengaku masih teringat jelas bagaimana korban tersungkur bersimbah darah di jalan kampung mereka. Yatinem, pelapor kejadian, merasa prihatin karena tawuran itu terjadi di lingkungan yang biasanya tenang.
“Kami kaget sekali, anak-anak muda itu tiba-tiba datang ramai-ramai. Teriakan dan keributan membuat kami semua takut keluar rumah,” ucapnya.
Tak lama setelah kejadian, video tawuran di Palbapang Bantul beredar luas di media sosial. Beberapa warga merekam momen keributan dengan ponsel mereka.
Dalam video itu terlihat sejumlah pemuda membawa benda tajam dan saling menyerang. Netizen ramai-ramai mengecam aksi brutal tersebut.
Kepolisian berharap masyarakat tidak mudah terpancing dengan konten yang tersebar, tetapi segera melapor jika mengetahui keberadaan para pelaku.
“Kami mengimbau warga agar tetap tenang dan menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” tutur Jeffry.
Hingga saat ini, kondisi korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Panembahan Senopati. Tim medis berupaya menghentikan pendarahan dan menstabilkan kondisi korban yang terluka.
Keluarga korban berharap polisi segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, polisi berjanji akan meningkatkan patroli malam di wilayah Bantul untuk mencegah aksi tawuran maupun tindak kriminal lain. AKP I Nengah Jeffry menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat.