
TUGUJOGJA– Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga warisan nilai-nilai luhur serta membangun Gunungkidul yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Pengajian Akbar dan Halal Bihalal Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam 2 Tepus, Jumat pagi (25/4), di Kecamatan Tepus, Gunungkidul.
Panewu Tepus beserta jajaran, Kapolsek Tepus, tokoh agama, para santri, dan masyarakat sekitar menghadiri acara tersebut.
Pengajian akbar ini merupakan agenda rutin tiga bulanan yang bertujuan memperkuat pembinaan keagamaan, mempererat tali silaturahmi antara ulama dan umara, serta memperkuat nilai-nilai Islam dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Sambutan Wakil Bupati
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri 1446 H kepada seluruh hadirin.
“Taqobbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Karim. Mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Joko Parwoto juga menekankan bahwa pengajian ini menjadi momentum yang tepat untuk saling memaafkan, mensucikan hati, dan memperkuat ikatan kekeluargaan.
Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wujud nyata pembinaan iman dan takwa di tengah masyarakat, terutama di era digital seperti sekarang.
“Teknologi bisa menjadi ladang dakwah jika dimanfaatkan secara bijak. Media sosial harus kita gunakan untuk memperkuat pesan-pesan kebaikan, bukan sebaliknya. Maka, mari kita berbenah dan lebih arif dalam menyikapi arus informasi yang kian deras,” imbaunya.
Sinergi Pesantren
Sementara itu, Direktur PPMI Assalaam 2 Tepus, H. Uripto M. Yunus, mengungkapkan harapan agar sinergi yang sudah terjalin antara pondok pesantren dan pemerintah daerah makin kuat.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga garda terdepan dalam pembangunan masyarakat. Kami berharap dukungan Pemkab Gunungkidul terhadap pesantren dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Acara berlanjut dengan tausiah oleh Ustaz Arief Gunadi. Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat kualitas ibadah, dan menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama.
Pengajian akbar ini berlangsung khidmat dan hangat, menjadi simbol kekuatan ukhuwah dan kolaborasi dalam merawat nilai-nilai Islam dan kebangsaan di tengah dinamika zaman. (ef linangkung)