
TUGUJOGJA- Aktivitas di Terminal Giwangan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Deretan bus antarkota dan antarprovinsi terus keluar masuk terminal terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut sejak pagi hingga sore hari.
Lonjakan penumpang di Terminal Giwangan terlihat jelas dari data operasional terminal pada 13 Maret hingga pukul 15.00 WIB. Petugas mencatat ratusan bus berangkat dan datang dengan membawa ribuan penumpang.
Kepala Terminal Giwangan, Sigit Saryanto, menyebut aktivitas perjalanan mulai menggeliat setelah beberapa waktu sebelumnya berjalan relatif normal.
“Pergerakan penumpang mulai meningkat. Kami melihat arus keberangkatan dan kedatangan bus semakin ramai dibanding hari-hari sebelumnya,” kata Sigit.
Lonjakan Penumpang di Terminal Giwangan Yogyakarta
Data operasional terminal menunjukkan angka yang cukup mencolok. Hingga sore hari, petugas mencatat 244 bus berangkat dari Terminal Giwangan dengan membawa 2.650 penumpang menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa hingga luar pulau.
Sementara itu, arus kedatangan juga tidak kalah tinggi. Sebanyak 234 bus masuk ke terminal dengan mengangkut 3.822 penumpang yang tiba di Yogyakarta.
Jumlah penumpang yang datang bahkan lebih tinggi dibanding yang berangkat. Situasi ini membuat area kedatangan terminal terlihat lebih padat, terutama pada siang hingga sore hari.
Para penumpang terlihat langsung bergerak menuju berbagai moda transportasi lanjutan seperti ojek daring, taksi, maupun kendaraan jemputan keluarga. Suasana terminal pun terasa semakin hidup dengan aktivitas pedagang, porter, dan petugas yang terus bergerak mengatur arus kendaraan.
Sigit menjelaskan petugas terminal terus memantau pergerakan kendaraan dan penumpang untuk memastikan pelayanan tetap berjalan lancar.
“Kami terus mengatur pergerakan bus agar tidak terjadi penumpukan di jalur masuk maupun keluar terminal,” jelasnya.
Sebagai terminal tipe A terbesar di Yogyakarta, Terminal Giwangan memegang peran penting sebagai simpul transportasi darat bagi penumpang dari berbagai daerah. Terminal ini melayani rute antarkota dalam provinsi (AKDP) hingga antarkota antarprovinsi (AKAP).
Saat aktivitas meningkat, suasana terminal pun berubah drastis. Mesin bus meraung di jalur keberangkatan, petugas memanggil penumpang melalui pengeras suara, sementara para calon penumpang tampak bergegas mencari armada yang akan membawa mereka menuju kota tujuan.
Sejumlah bus tujuan Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga kota-kota di Jawa Tengah terlihat silih berganti meninggalkan area keberangkatan. Pemandangan ini menjadi sinyal bahwa mobilitas masyarakat melalui jalur darat mulai meningkat.
Terminal Dhaksinaga Wonosari Masih Landai
Berbeda dengan kondisi di Giwangan, aktivitas penumpang di Terminal Dhaksinaga Wonosari masih berjalan relatif landai.
Terminal yang berada di wilayah Gunungkidul tersebut belum menunjukkan lonjakan penumpang yang signifikan.
Sigit menyebut perbedaan ini terjadi karena Terminal Giwangan menjadi pusat transit utama bagi perjalanan jarak jauh.
“Pergerakan penumpang di Dhaksinaga masih relatif stabil. Lonjakan lebih terasa di Giwangan karena terminal ini menjadi pusat keberangkatan bus antarkota antarprovinsi,” jelasnya.
Melihat tren yang mulai naik, pihak terminal memperkirakan jumlah penumpang akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Petugas pun bersiap mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dan penumpang.
Manajemen terminal juga menyiagakan personel tambahan untuk menjaga kelancaran lalu lintas bus serta memastikan kenyamanan penumpang. (ef linangkung)