
TUGUJOGJA — Suasana Gedung Bakti Wana Bhakti Yasa berubah menjadi lautan semangat dan adrenalin. Sebanyak 379 atlet pelajar mengikuti Kejuaraan Kota (Kejurkot) Pencak Silat Antar Pelajar Se-Kota Yogyakarta Tahun 2026.
Ratusan atlet dari jenjang SD, SMP, hingga SMK menunjukkan kesiapan mereka untuk bertarung, menguji teknik, serta membuktikan mental juara dalam ajang bergengsi tingkat kota tersebut.
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Yogyakarta menggelar kejuaraan ini sebagai bagian dari agenda pembinaan atlet pelajar sekaligus upaya menjaga eksistensi pencak silat sebagai olahraga prestasi dan warisan budaya bangsa. Sejak hari pertama, atmosfer kompetisi terasa kuat, penuh determinasi, dan sarat nilai sportivitas.
Wali Kota Yogyakarta Resmi Buka Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar Yogyakarta 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi membuka Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar Se-Kota Yogyakarta pada Rabu (22/1/2026). Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan pesan kuat kepada seluruh peserta agar bertanding dengan semangat juang tinggi, menjunjung sportivitas, serta mematuhi seluruh aturan pertandingan.
Hasto menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang mencari kemenangan, tetapi juga ruang pembentukan karakter pelajar. Ia mengingatkan para atlet bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian alami dari kompetisi.
“Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi. Namun karakter, sikap, dan mental yang kalian tunjukkan di arena akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup ke depan. Tunjukkan bahwa pelajar Kota Yogyakarta adalah pelajar yang berkarakter, sportif, dan bermental juara,” tegas Hasto di hadapan ratusan atlet dan ofisial.
Lebih lanjut, Hasto menjelaskan bahwa pencak silat merupakan olahraga kebanggaan bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur. Ia menilai pencak silat tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga membangun kepribadian dan jati diri generasi muda.
Menurut Hasto, pencak silat mengajarkan disiplin, keberanian, pengendalian diri, sportivitas, serta rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk membentuk pelajar yang tangguh secara mental dan bermoral kuat.
“Seorang pesilat diajarkan untuk kuat namun tetap rendah hati, berani tetapi tahu batas, serta mampu membela diri tanpa menyalahgunakan kemampuan,” ungkapnya.
Ia berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus mempertahankan kekuatan pencak silat Kota Yogyakarta agar terus bersaing di level provinsi hingga nasional.
IPSI Kota Yogyakarta Lakukan Pemantauan dan Seleksi Atlet Potensial
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Yogyakarta, Haris Wijaya Kusuma, menegaskan bahwa Kejurkot Pencak Silat 2026 berperan penting dalam proses penilaian dan seleksi atlet pelajar. IPSI memanfaatkan ajang ini untuk memantau secara langsung kesiapan teknik, mental, serta potensi jangka panjang para atlet.
Haris menyampaikan bahwa tim pemantau akan mengamati pertandingan sejak babak awal hingga final. Ia menekankan bahwa IPSI tidak hanya memperhatikan peraih medali, tetapi juga atlet yang menunjukkan potensi besar.
“Ini adalah kesempatan bagi adik-adik semua untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Hari ini hingga menjelang final, tim kami akan melakukan pemantauan. Tidak hanya juara satu, dua, dan tiga, tetapi juga atlet-atlet potensial akan kami panggil untuk mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC),” jelas Haris.
Ia optimistis Kota Yogyakarta mampu kembali mempertahankan prestasi sebagai juara umum tingkat provinsi pada tahun 2026, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Panitia Kejurkot Pencak Silat 2026, Dadang Arif Dwi Saputra, menambahkan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 379 atlet pelajar dari berbagai sekolah di Kota Yogyakarta.
Ia menyebutkan bahwa panitia merancang kejuaraan ini sebagai bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi pencak silat pelajar.
Dadang mengungkapkan bahwa dalam hampir tiga tahun terakhir, pencak silat pelajar Kota Yogyakarta berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
“Alhamdulillah, dalam hampir tiga tahun terakhir pencak silat pelajar Kota Yogyakarta beberapa kali menjadi juara umum. Melalui kejuaraan ini dan seleksi lanjutan, kami berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan,” ujar Dadang.
Kejurkot Pencak Silat Antar Pelajar Se-Kota Yogyakarta Tahun 2026 juga panggung pembuktian bagi generasi muda untuk menapaki jalan prestasi.
Melalui kejuaraan ini, IPSI Kota Yogyakarta bersama pemerintah daerah berharap mampu mencetak atlet pencak silat berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. (ef linangkung)