
TUGUJOGJA– Ratusan pesepak bola cilik dengan seragam warna-warni berlarian di Stadion Gelora Handayani, Wonosari. Momentum itu menjadi pembuka kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Ligaku Bhayangkara.
Polres Gunungkidul menggelar turnamen itu dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Ajang bergengsi tersebut menghadirkan 60 tim sepak bola usia di bawah 12 tahun (U-12) dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Kehangatan suasana terasa ketika panitia menghadirkan pertandingan persahabatan atau eksibisi yang mempertemukan tim Polres Gunungkidul, Kodim 0730/Gunungkidul, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gunungkidul.
Pembukaan Ligaku Bhayangkara Gunungkidul 2026
Pertandingan eksibisi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan pembuka. Laga itu menghadirkan pesan kuat tentang sinergi lintas institusi dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda melalui olahraga.
Di hadapan para peserta dan penonton, unsur kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah menunjukkan kekompakan yang menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan anak-anak.
Meski masih berusia belia, para pemain menunjukkan kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Teknik dasar yang baik, kerja sama tim yang terorganisasi, hingga mental bertanding yang kuat tampak menghiasi setiap pertandingan.
Di tengah sengitnya persaingan, nilai sportivitas tetap menjadi warna utama. Para pemain saling berjabat tangan sebelum dan sesudah pertandingan.
Mereka menerima kemenangan dengan rendah hati dan menghadapi kekalahan dengan kepala tegak. Nilai-nilai inilah yang ingin ditanamkan melalui kompetisi usia dini.
Polres Gunungkidul tidak hanya menghadirkan sebuah turnamen sepak bola. Institusi tersebut juga membangun ruang pembelajaran karakter bagi generasi muda. Melalui olahraga, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada lawan.
Kompetisi Ligaku Bhayangkara sendiri dijadwalkan berlangsung selama empat hari ke depan. Selama pelaksanaan turnamen, puluhan tim terbaik dari DIY dan Jawa Tengah akan saling berhadapan untuk memperebutkan prestasi sekaligus menunjukkan potensi terbaik mereka.
Komitmen Polri
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembangunan generasi muda Indonesia. Menurutnya, sepak bola menjadi salah satu sarana efektif untuk membentuk karakter sekaligus mengembangkan bakat anak-anak sejak usia dini.
“Melalui kompetisi ini, Polres Gunungkidul berupaya mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter. Kami berharap dari lapangan Gelora Handayani ini akan lahir talenta-talenta hebat yang kelak mampu memperkuat Timnas Indonesia dan membawa Merah Putih ke panggung dunia,” ujar AKBP Damus Asa.
Pernyataan tersebut bukan sekadar harapan. Sejarah sepak bola Indonesia menunjukkan bahwa banyak pemain besar memulai perjalanan mereka dari turnamen-turnamen usia dini seperti yang berlangsung di Stadion Gelora Handayani hari ini.
Di tengah gegap gempita pertandingan, semangat pembinaan menjadi pesan utama yang terus digaungkan. Polres Gunungkidul ingin memastikan bahwa peringatan HUT Bhayangkara ke-80 tidak hanya menghadirkan seremoni, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut terlihat melalui keterlibatan aktif kepolisian dalam mendukung pengembangan potensi anak-anak. Langkah itu sekaligus menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Stadion Gelora Handayani tidak hanya menjadi arena kompetisi sepak bola selama empat hari ke depan. Lapangan itu menjelma menjadi panggung mimpi, tempat anak-anak belajar mengejar cita-cita dengan kerja keras dan sportivitas. (ef linangkung)