Warung Sederhana di Patuk yang Jadi Primadona Penikmat Kambing: Kisah Sate Kambing Jawa Milik Santi Yumairoh

Bagikan :
Rekomendasi kuliner favorit, sate kambing Jawa Santi Yumairoh di tepi jalan Patuk, Gunungkidul. (Hari)

TUGUJOGJA – Terletak di tepian jalan pedesaan yang tenang, tak jauh dari kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, berdiri sebuah warung makan sederhana yang selalu ramai oleh pelanggan setia maupun wisatawan yang lewat.

Namanya Warung Makan Sate Kambing Jawa, milik Santi Yumairoh, yang telah menjadi legenda kuliner di Kecamatan Patuk sejak pertama kali dibuka pada tahun 2004.

Warung ini menyajikan beragam olahan daging kambing yang menggoda lidah: sate kambing yang empuk dan kaya bumbu, gulai yang harum dan gurih, hingga rica-rica yang pedas menggigit namun bikin ketagihan.

Setiap hidangan diolah langsung oleh tangan-tangan terampil Santi dan keluarganya, menghadirkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Dulu sempat berhenti karena gempa Jogja tahun 2006, tapi alhamdulillah bisa bangkit lagi walaupun perjalanannya cukup berat,” kenang Santi, menceritakan masa-masa sulit yang sempat menguji ketangguhannya, Minggu, 20 April 2025.

Cita Rasa dan Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Kini, warung yang beralamat di Kepil, RT 13/RW 03, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 20.00 WIB. Meski tampak sederhana, warung ini tak pernah sepi pelanggan. Bahkan, jajaran pemerintah kecamatan hingga pegawai dinas dan juga kabupaten kerap makan siang di sini.

Baca juga  Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Terima Karya hingga 21 Agustus

“Banyak yang sering ke sini, Mas. Walaupun tempat kami sederhana, alhamdulillah bisa jadi pilihan banyak orang untuk menikmati olahan kambing,” ujar Santi dengan senyum bangga.

Soal tantangan, Santi tak menutupinya. “Suka dukanya ya ada, terutama saat harga daging naik atau bahan dapur lainnya mahal. Tapi lebih banyak sukanya, Mas. Kami bersyukur bisa tetap bertahan dan dipercaya pelanggan.”

Warung Makan Sate Kambing Jawa tak hanya menyajikan makanan, tapi juga kisah tentang ketekunan, perjuangan, dan cinta pada kuliner tradisional.

Di balik kepulan asap sate dan aroma rempah yang memikat, tersimpan semangat seorang perempuan yang membuktikan bahwa dari dapur kecil pun, bisa lahir warisan rasa yang membumi dan dicintai banyak orang.***

kawi898

kawi898

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs toto

situs toto

situs toto

situs toto

situs toto

jacktoto

jacktoto

situs toto

jacktoto

link slot

link slot

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat