
TUGUJOGJA – Harga minyak goreng nasional per 29 April 2026 naik tipis 1,2 persen. Simak rincian harga Minyakita, minyak curah, hingga kemasan premium terbaru di sini.
Harga Minyak Goreng Nasional Mengalami Kenaikan Tipis
Harga rata-rata minyak goreng di tingkat nasional menunjukkan kenaikan moderat pada akhir April 2026. Berdasarkan data terbaru per 29 April 2026, terjadi peningkatan sekitar 1,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Saat ini, kisaran harga minyak goreng berada di level Rp19.500 hingga Rp19.600 per liter. Kenaikan tersebut terjadi pada hampir semua jenis minyak goreng yang beredar di pasaran, meskipun masih dalam batas yang relatif terkendali.
Program subsidi yang dijalankan pemerintah masih menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga, terutama untuk segmen minyak goreng tertentu yang menyasar masyarakat luas.
Harga Minyakita Masih Jadi yang Paling Terjangkau
Di tengah kenaikan harga, minyak goreng subsidi atau Minyakita tetap menjadi pilihan paling ekonomis. Harga Minyakita tercatat berada di kisaran Rp15.900 hingga Rp16.000 per liter.
Namun, angka tersebut sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga meskipun subsidi tetap berjalan.
Keberadaan Minyakita masih menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Harga Minyak Curah dan Kemasan Premium Ikut Naik
Selain Minyakita, harga minyak goreng curah juga mengalami penyesuaian. Di pasaran, minyak curah kini dijual dengan rentang harga Rp19.400 hingga Rp21.500 per liter.
Di sejumlah daerah, harga minyak curah bahkan sempat menyentuh Rp20.100 per kilogram atau setara sekitar Rp20 ribuan per liter.
Sementara itu, minyak goreng kemasan premium menunjukkan tren kenaikan yang lebih tinggi. Secara nasional, harga rata-rata mendekati Rp22.000 per liter.
Di ritel modern, minyak goreng kemasan 1 liter dijual sekitar Rp25.500, sedangkan kemasan 2 liter mencapai Rp49.000. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh merek, kualitas, serta jalur distribusi.
Disparitas Harga Antarwilayah Masih Terjadi
Perbedaan harga antarwilayah di Indonesia masih menjadi tantangan dalam distribusi minyak goreng. Di beberapa daerah, harga termurah tercatat sekitar Rp15.500 per liter.
Namun, di wilayah terluar seperti Papua, harga minyak goreng dilaporkan bisa melonjak hingga Rp60.000 per liter. Kesenjangan ini dipengaruhi oleh faktor distribusi, akses logistik, dan biaya transportasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa stabilisasi harga belum merata di seluruh wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur.
Harga Minyak Nabati Lainnya
Selain minyak goreng berbahan dasar sawit, beberapa jenis minyak nabati lain juga memiliki harga yang jauh lebih tinggi di pasaran.
Minyak kelapa tercatat berada di kisaran Rp59.000 per liter. Sementara itu, minyak jagung dijual sekitar Rp54.000 per liter, dan minyak canola bahkan menembus Rp70.000 per liter.
Perbedaan harga ini mencerminkan variasi bahan baku serta proses produksi yang lebih kompleks dibandingkan minyak goreng biasa.
Stok Terpantau Aman, Pengawasan Distribusi Diperlukan
Meskipun terjadi kenaikan harga, ketersediaan minyak goreng di pasar masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, pengawasan distribusi dinilai tetap diperlukan untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan signifikan, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Pemerintah diharapkan terus memantau rantai pasok agar disparitas harga antarwilayah dapat ditekan dan masyarakat tetap mendapatkan minyak goreng dengan harga yang wajar.
Kenaikan harga minyak goreng nasional per 29 April 2026 tergolong ringan dengan rata-rata peningkatan 1,2 persen. Meski demikian, perbedaan harga antarjenis dan wilayah masih menjadi perhatian.
Minyakita tetap menjadi opsi paling terjangkau, sementara minyak curah dan kemasan premium mengalami kenaikan yang lebih terasa. Dengan stok yang masih mencukupi, stabilitas harga ke depan sangat bergantung pada efektivitas pengawasan distribusi.***