
TUGUJOGJA- Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan meluncurkan tujuh kali guguran lava pijar ke arah barat daya pada Rabu (7/5) dini hari.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas ini teramati pada periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB.
Lava pijar meluncur sejauh maksimum 1.700 meter ke arah Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Putih. Selain itu, BPPTKG mencatat 28 kali gempa guguran dan 30 kali gempa hybrid/fase banyak selama periode pengamatan tersebut.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa aktivitas ini masih berada dalam level III (Siaga). Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya serta tenggara Gunung Merapi.
“Dengan cuaca yang cenderung ekstrem dan curah hujan yang tinggi, potensi lahar dingin sangat mungkin terjadi. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi harus meningkatkan kewaspadaan,” ujar Agus Budi.
BPPTKG juga menegaskan bahwa suplai magma ke tubuh gunung masih berlangsung, sehingga dapat memicu awan panas guguran (APG) di area potensi bahaya. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi mencapai 25 meter dari puncak kawah.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dalam area potensi bahaya, serta siap siaga terhadap kemungkinan gangguan abu vulkanik dan bahaya lahar saat hujan turun di sekitar gunung. (ef linangkung)