
Sebanyak 207 masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan beroperasi selama 24 jam guna melayani pemudik dan musafir menjelang perayaan Idulfitri 1446 H. Masjid-masjid ini tersebar di jalur mudik dan kawasan wisata, memastikan para pemudik memiliki tempat istirahat yang nyaman selama perjalanan.
Program ini merupakan tindak lanjut dari seruan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Dirjen Bimas Islam yang juga Ketua Umum Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), Abu Rokhmad. Selain itu, arahan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY yang juga Ketua BKM DIY, Ahmad Bahiej, turut memperkuat kesiapan masjid-masjid di wilayah ini.
Tim BKM DIY dan Kanwil Kemenag DIY yang dipimpin Kabid Urais Sa’ban Nuroni telah melakukan monitoring dan silaturahmi ke sejumlah masjid strategis. Langkah ini bertujuan memastikan setiap masjid memiliki fasilitas yang layak dan ramah bagi pemudik.
Masjid Siap Menjadi Tempat Singgah Nyaman
Di Gunungkidul, Masjid Al Ma’wa Putat Patuk siap menyambut pemudik dengan fasilitas keamanan CCTV dan ruang menginap. Masjid Al Musthofa Kerjo Ponjong juga terus berbenah dengan menyiapkan TPA kedua dan rencana pengembangan menjadi pondok pesantren.
Di Kota Yogyakarta, Masjid Quwwatul Islam menarik perhatian karena desainnya yang memadukan budaya Jogja dan Banjar serta dilengkapi lift, eskalator, dan parkiran basement. Sementara itu, Masjid Al Huda di Gedongkuning buka 24 jam dan menyediakan air minum isi ulang gratis serta program pesantren Ramadan.
Sleman memiliki Masjid Qolbun Salim Baitul Khidmat di Berbah yang menawarkan lima kamar penginapan serta sajian kuliner kembul bersama usai salat Jumat. Masjid An Nurumi di Kalasan, dengan arsitektur unik mirip Kremlin Rusia, menjadi favorit musafir dan wisatawan.
Di Kulon Progo, Masjid Nurul Huda Temon yang berlokasi di pintu masuk DIY dari Jawa Tengah menjadi persinggahan strategis karena dekat Bandara YIA serta memiliki parkir luas dan fasilitas kamar mandi difabel. Masjid Muqorobin di Brosot, Galur, bahkan menyediakan aula pertemuan besar serta tiga kamar untuk menginap.
Di Bantul, Masjid Mursyodullah di Pandak kerap menjadi tujuan rombongan ziarah dengan bus besar, sementara Masjid Al Husna Palbapang terus membangun fasilitas secara swadaya. Masjid Syakirin di Jetis secara rutin mengadakan gotong royong untuk menjaga kebersihan agar tetap nyaman bagi musafir.
Kabid Urais Kanwil Kemenag DIY, Saโban Nuroni, mengapresiasi dedikasi para takmir dalam memberikan layanan terbaik bagi pemudik.ย
โMasjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga rumah bagi setiap orang yang singgah. Kami memastikan masjid-masjid di DIY tetap terbuka 24 jam dengan fasilitas yang memadai, terutama menjelang Idulfitri,โ ujarnya.