
TUGUJOGJA— Banjir yang menerjang kawasan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, menyebabkan gangguan serius pada sistem penyediaan air bersih milik PDAM Tirta Handayani.
Pompa utama di Intake Baron dan Intake Ngobaran hingga kini belum dapat dihidupkan akibat banjir yang membawa material lumpur dan sampah dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menghentikan pasokan air bersih bagi belasan ribu pelanggan di empat kapanewon.
Dampak Intake Baron Banjir
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Sulistyo Aribowo, SE, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi di area intake membuat sistem pompa tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
PDAM menemukan indikasi kuat bahwa pompa mengalami penyumbatan akibat sampah dan material banjir yang terbawa arus.
“Sehubungan dengan terjadinya banjir di lokasi Intake Baron dan Intake Ngobaran, kami menyampaikan bahwa pompa air belum dapat beroperasi untuk sementara waktu,” ujar Sulistyo Aribowo saat memberikan keterangan resmi.
Ia menjelaskan bahwa gangguan tersebut berdampak langsung pada pelayanan air bersih di wilayah selatan Gunungkidul. PDAM mencatat sedikitnya 12 ribu pelanggan terdampak akibat terhentinya distribusi air bersih dari Cabang Baron.
Empat kapanewon yang mengalami gangguan pelayanan air bersih meliputi Kapanewon Tanjungsari, Kapanewon Paliyan, Kapanewon Saptosari, dan Kapanewon Panggang.
Warga di wilayah tersebut saat ini harus menyesuaikan kebutuhan air harian mereka sambil menunggu proses pemulihan sistem PDAM.
Sulistyo menegaskan bahwa PDAM Tirta Handayani Cabang Baron langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan penanganan sejak banjir merendam area intake.
Tim teknis PDAM terus memantau kondisi pompa serta melakukan pembersihan sampah dan material yang diduga menyumbat sistem pengambilan air.
“Pompa Baron tidak dapat dihidupkan karena kemungkinan besar tersumbat sampah banjir. Tim kami terus melakukan upaya penanganan agar pelayanan dapat kembali normal secepat mungkin setelah kondisi memungkinkan,” jelasnya.
Harapan PDAM Tirta Handayani
Meski demikian, PDAM masih menunggu kondisi lingkungan yang benar-benar aman dan kondusif sebelum menyalakan kembali pompa air. Arus air, lumpur, serta sisa material banjir masih berpotensi membahayakan peralatan dan keselamatan petugas di lapangan.
Sulistyo menyampaikan harapan agar kondisi di area intake dapat segera membaik dalam waktu dekat. Ia optimistis jika cuaca dan kondisi lapangan mendukung, PDAM dapat mulai memulihkan layanan air bersih pada sore hari.
“Semoga nanti sore kondisi sudah kondusif sehingga kami bisa segera menyalakan pompa dan memulihkan distribusi air bersih kepada pelanggan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, PDAM Tirta Handayani juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Manajemen PDAM mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama masa gangguan berlangsung.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau kepada seluruh pelanggan agar menggunakan air secara hemat selama masa gangguan pelayanan,” kata Sulistyo.
PDAM Tirta Handayani memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan penanganan gangguan air bersih di wilayah selatan Gunungkidul.
Pihaknya berkomitmen memulihkan layanan secepat mungkin demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.
Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, PDAM juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap dampak bencana alam, khususnya di wilayah yang bergantung pada sistem intake terbuka seperti Pantai Baron dan Ngobaran. (ef linangkung)