BPPTKG Ungkap Kubah Lava Merapi Terus Membesar, Ancaman Awan Panas Masih Tinggi

Bagikan :
Ilustrasi aktivitas Gunung Merapi yang kini masih tinggi (AI // Tugu Jogja)

TUGU JOGJA – Aktivitas Gunung Merapi masih berada pada level tinggi berdasarkan hasil pemantauan periode 17-23 Juli 2026.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan suplai magma ke tubuh gunung belum berhenti, kubah lava di sektor barat daya terus bertambah, dan status Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga.

Perkembangan tersebut membuat potensi guguran lava maupun awan panas masih perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitar lereng Merapi.

Hingga pembaruan terbaru, BPPTKG belum mengubah status aktivitas gunung karena karakter erupsinya masih berupa erupsi efusif.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa mengatakan aktivitas seismik memang sedikit menurun dibandingkan pekan sebelumnya. Namun kondisi tersebut belum menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi telah mereda.

“Suplai magma masih berlangsung. Kondisi ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran yang masih berpotensi terjadi di dalam kawasan bahaya,” kata Agus Budi Santosa.

Kubah Lava Merapi Terus Mengalami Penambahan Volume

Hasil survei menggunakan drone pada 16 Juli 2026 menunjukkan adanya peningkatan volume kubah lava di sektor barat daya.

BPPTKG mencatat volume Kubah Barat Daya bertambah sekitar 5.700 meter kubik, sehingga kini mencapai sekitar 4.019.200 meter kubik.

Penghitungan volume Kubah Tengah belum dapat dilakukan karena sebagian area masih tertutup asap. Pada pengukuran sebelumnya, volume kubah tersebut tercatat sekitar 2.368.800 meter kubik.

Baca juga  Kunjungan Wisata TNGM Naik 57 Persen, Trail Run Dongkrak PNBP Rp1,1 Miliar

Pemotretan menggunakan kamera termal juga menunjukkan suhu permukaan kedua kubah relatif stabil di kisaran 243 derajat Celsius, sehingga perubahan yang terjadi lebih dipengaruhi oleh suplai material magma daripada peningkatan suhu permukaan.

Guguran Lava Masih Mendominasi Aktivitas Permukaan

Secara visual, puncak Merapi beberapa kali hanya mengeluarkan asap putih dengan tekanan lemah hingga sedang. Tinggi kolom asap berkisar antara 10 hingga 100 meter dari puncak.

Meski tampak relatif tenang dari kejauhan, aktivitas di permukaan masih didominasi guguran lava yang hampir setiap hari terjadi ke sejumlah alur sungai berhulu di Merapi.

Selama periode pengamatan, BPPTKG mencatat:

Arah Guguran Frekuensi Jarak Maksimal
Hulu Kali Boyong 4 kali 2 kilometer
Kali Krasak 61 kali hingga 2 kilometer
Kali Bebeng 13 kali hingga 2 kilometer
Kali Sat/Putih 73 kali hingga 2 kilometer

Petugas juga merekam satu kejadian awan panas guguran. Namun arah dan jarak luncurnya belum dapat dipastikan karena puncak Gunung Merapi saat itu tertutup kabut tebal.

Kondisi berkabut menjadi tantangan dalam pengamatan visual sehingga pemantauan instrumental tetap menjadi acuan utama untuk menilai perkembangan aktivitas gunung.

Aktivitas Gempa Vulkanik Masih Sangat Intens

Pemantauan bawah permukaan memperlihatkan proses vulkanik masih berlangsung aktif.

Dalam sepekan terakhir, jaringan seismik BPPTKG merekam:

  • 1 gempa awan panas guguran
  • 51 gempa vulkanik dangkal
  • 601 gempa fase banyak
  • 1 gempa frekuensi rendah
  • 721 gempa guguran
  • 6 gempa tektonik
Baca juga  Gunungkidul Perluas BPJS Peternak dan Perkuat Sapi PO Jelang Kurban 2026

Agus Budi Santosa menegaskan jumlah gempa memang lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya, tetapi belum cukup menjadi indikator bahwa aktivitas Merapi telah menurun.

“Secara umum aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dengan aktivitas erupsi efusif sehingga statusnya tetap berada pada Level III atau Siaga,” ujarnya.

Pemantauan Deformasi Belum Menunjukkan Perubahan Besar

Hasil pemantauan deformasi menggunakan Electronic Distance Measurement (EDM) dan GPS tidak menunjukkan perubahan signifikan pada tubuh Gunung Merapi selama periode pengamatan.

Data tersebut mengindikasikan belum terjadi deformasi besar meskipun suplai magma dari bawah permukaan masih terus berlangsung.

Selama sepekan terakhir juga tidak tercatat hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Karena itu, petugas belum menerima laporan aliran lahar maupun penambahan material vulkanik di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Kondisi tersebut dapat berubah apabila curah hujan meningkat, mengingat material hasil erupsi masih tersimpan di lereng gunung dan berpotensi terbawa aliran air.

Kawasan Rawan Bahaya Tetap Harus Dihindari

BPPTKG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak erupsi.

Potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya, meliputi:

  • Sungai Boyong hingga radius maksimal 5 kilometer.
  • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, ancaman mencakup:

  • Sungai Woro hingga 3 kilometer.
  • Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Baca juga  Suhu Merapi Capai 11,5°C, Lava Pijar Meluncur Belasan Kali Sepanjang Senin Malam

Apabila sewaktu-waktu terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi mencapai radius tiga kilometer dari puncak.

BPPTKG juga meminta pemerintah daerah di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten terus memperkuat langkah mitigasi, memastikan jalur serta sarana evakuasi tetap siap digunakan, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Warga di sekitar Merapi diminta tetap mengikuti informasi resmi, tidak memasuki kawasan potensi bahaya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, lahar saat hujan turun, dan kemungkinan hujan abu apabila aktivitas erupsi meningkat.

BPPTKG menegaskan pemantauan aktivitas Gunung Merapi dilakukan selama 24 jam. Apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, evaluasi status akan dilakukan berdasarkan hasil pengamatan terbarunya. (ef linangkung)

togel online

situs slot

togel online

situs toto

toto togel

toto togel

situs gacor

link gacor

situs togel

situs slot

situs toto

link togel

situs slot

toto togel

bandar togel

situs toto

link slot

situs gacor

toto slot

situs slot

link slot

situs gacor

link slot

toto slot

situs slot

toto slot

toto togel

situs slot

situs toto

togel online

toto 4d

link gacor

link togel

situs togel

situs toto

link gacor

slot gacor hari ini

togel 4d

toto

togel resmi

situs toto

link slot

slot gacor

slot online

situs slot

link gacor

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek “Mijil” Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah