
TUGUJOGJA– Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah untuk mengantisipasi banjir musiman. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP), Pemkot mulai merevitalisasi Saluran Air Hujan (SAH) di Jalan Prof Dr Soepomo, Umbulharjo.
Proyek strategis ini menelan anggaran fantastis mencapai Rp 5,5 miliar dari APBD 2025 dan target penyelesaian pada 15 Desember 2025.
Langkah ini diambil setelah saluran lama tidak lagi mampu menampung derasnya debit air saat hujan mengguyur Kota Pelajar. Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa tinggal diam menghadapi ancaman banjir yang selalu menghantui warga.
Revitalisasi Saluran Air Hujan Jalan Prof Dr Soepomo
“Ini revitalisasi dengan membangun saluran drainase baru menggunakan box culvert. Kami pastikan kapasitasnya jauh lebih besar sehingga bisa mengatasi luapan air hujan di kawasan padat aktivitas ini,” tegas Umi.
Box culvert sendiri merupakan struktur beton berbentuk kotak di bawah tanah sebagai saluran air hujan. Dengan sistem ini, air hujan akan mengalir lebih cepat dan aman tanpa menimbulkan genangan.
PUPKP tidak hanya membangun saluran baru, tetapi juga akan mengaspal ulang seluruh ruas Jalan Prof Dr Soepomo sepanjang 1.400 meter, mulai dari selatan Jalan Veteran hingga tembus ke Jalan Kusumanegara.
Ketua Tim Kerja Peningkatan dan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Drainase PUPKP, Herka Hanung Wijaya, menjelaskan bahwa revitalisasi sepanjang 800 meter, mulai dari simpang empat Babaran hingga SDN Glagah.
“Kapasitas saluran lama sudah tidak memenuhi. Karena itu, dimensi saluran diperbesar sekaligus jalan yang rusak kami perbaiki melalui pengaspalan. Ini menjadi satu paket agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Herka.
Pemantuan Ketat
Dari pantauan di lapangan, pekerjaan pembangunan berjalan per segmen. Arus lalu lintas untuk kendaraan roda dua tetap terbuka, tapi berlaku sistem buka-tutup bergantian. Bagi pengguna jalan, kondisi ini tentu menuntut kesabaran, tetapi pemerintah berjanji menekan potensi kemacetan seoptimal mungkin.
Umi memastikan bahwa proyek ini dipantau ketat agar tidak molor. Pihaknya bahkan membentuk tim pengawas khusus yang melakukan evaluasi mingguan. Pihaknya bakal mengawal progresnya setiap minggu. Targetnya selesai sebelum Natal 2025, sehingga warga bisa menikmati jalan yang mulus dan bebas banjir.
Proyek ini berjalan mulus karena PUPKP sudah melakukan sosialisasi intensif dengan masyarakat sekitar. Tidak ada hambatan dari sisi utilitas seperti jaringan PDAM, PLN, maupun fiber optic.
Warga sekitar bahkan menyambut positif rencana tersebut karena selama ini Jalan Prof Dr Soepomo kerap menjadi langganan genangan air setiap musim penghujan.
Pembangunan SAH Jalan Prof Dr Soepomo masuk dalam paket strategis Pemkot Yogyakarta tahun 2025. Langkah ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari visi besar pemerintah untuk menciptakan kota yang tangguh terhadap bencana hidrometeorologi.
Banjir di perkotaan telah menjadi momok tahunan yang mengancam aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga keselamatan warga. Dengan hadirnya saluran air hujan berkapasitas besar, Pemkot Yogyakarta berharap ancaman tersebut dapat berkurang. (ef linangkung)