
TUGUJOGJA — Aktivitas penjualan tiket bus di Terminal Giwangan, Yogyakarta, mengalami penurunan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Sejumlah agen melaporkan penjualan tiket turun antara 20 hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini terlihat dari suasana terminal yang relatif lengang.
Beberapa loket tiket belum mengalami peningkatan jumlah pembeli seperti yang biasanya terjadi sejak awal Ramadan.
Penurunan Penjualan dan Kondisi Lapangan
Agen tiket dari PO Gunung Harta, Indorent, dan SS Transport, Tyas Kusuma Putri, menyampaikan bahwa penjualan tiket pada tahun ini tidak sesuai dengan tren sebelumnya.
“Kalau tahun lalu dari tanggal 1 sampai 18 itu sudah terjual 161 tiket. Tahun ini baru 115 saja,” ujar Tyas, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, periode awal Ramadan yang biasanya menjadi awal peningkatan pembelian tiket belum menunjukkan pergerakan signifikan.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas agen yang sebagian besar masih menunggu pembeli.
Di tengah penurunan tersebut, rute Denpasar, Bali, masih menjadi tujuan yang paling banyak diminati oleh penumpang dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tyas menjelaskan bahwa agen tempatnya bekerja melayani rute Jakarta dan Denpasar, namun permintaan ke Denpasar tetap mendominasi.
“Mayoritas pemudik beli tiket ke Denpasar. Mungkin karena pilihan bus ke Jakarta lebih banyak, jadi mereka punya banyak alternatif,” jelasnya.
Agen Lain Alami Tren Serupa
Penurunan jumlah penumpang juga dirasakan oleh agen lain di Terminal Giwangan.
Agen Sumber Alam, Tri Astuti, menyebutkan bahwa minat penumpang pada rute Jakarta–Merak mengalami penurunan sekitar 25 persen.
“Masih sepi. Mungkin ada yang beli mepet-mepet, tapi sejauh ini penurunannya sampai 25 persen,” ungkap Tri.
Ia menilai kondisi saat ini belum menunjukkan peningkatan signifikan, meskipun masih terdapat kemungkinan lonjakan pembelian tiket menjelang hari keberangkatan.
Dampak Program Mudik Gratis
Sejumlah agen menilai program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan penjualan tiket.
Program tersebut memberikan alternatif perjalanan tanpa biaya bagi masyarakat, namun berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli tiket bus di terminal.
“Mungkin karena ada mudik gratis, jadi orang-orang tidak beli tiket bus,” kata Tri.
Ia berharap ke depan terdapat penyesuaian dalam pelaksanaan program tersebut agar tidak berdampak langsung pada pelaku usaha transportasi.
“Harapannya program mudik gratis itu bisa dibatasi, karena kami yang terdampak langsung,” ujarnya.
Menunggu Pergerakan Menjelang Lebaran
Meski kondisi saat ini masih sepi, para agen tiket masih menunggu kemungkinan peningkatan pembelian menjelang hari-hari terakhir sebelum Lebaran.
Pola pembelian mendekati waktu keberangkatan kerap terjadi pada periode mudik.
Penurunan penjualan yang terjadi pada awal periode mudik menjadi perhatian bagi pelaku usaha, khususnya agen tiket di Terminal Giwangan, yang biasanya mengandalkan momen Lebaran sebagai puncak pendapatan tahunan.